RADARSEMARANG.ID, Semarang - Belasan orang yang diduga korban penipuan umroh menggeruduk Biro Umroh Al Amanah yang bertempat di Java Mall, Minggu (26/4/2026) malam.
Pemilik Biro Umroh Henddry Utomo (topi putih) tidak berkutik saat didatangi para korban.
Kedatangan mereka para korban karena mengalami kerugian hingga ratusan juta. Mereka tak kunjung diberangkatkan umroh sejak Desember 2025 padahal sudah membayar lunas.
Penggerudukan dilakukan mulai pukul 20.00 hingga mall tutup. Para korban mengamuk meminta pertanggungjawaban.
"Hayo balikin uangku Rp 275 juta! Gak bisa menghindar lagi kamu, balikin," teriak seorang korban, Arif.
Arif pun datang bersama keluarganya yang gagal berangkat. Ada anak-anak yang turut jadi korban ingin beribadah ke tanah suci.
Menurut Arif, semua perlengkapan sudah siap termasuk manasik, pemberian koper, rompi dan lainnya.
Namun dikabari mendadak h-3 jika keberangkatan gagal. Padahal, dirinya sudah mengatur izin cuti, izin sekolah, bahkan sudah berpamitan dengan keluarga.
"Mendadak sekali mengabari gagal berangkat. Padahal semuanya sudah siap. Ternyata ada banyak korban lain yang lebih dulu belum berangkat," ungkapnya.
Saat didatangi itu, Hendrry mengelak. Ia sibuk telepon. Perlawanan cukup sengit karena saat dimintai pertanggungjawaban, Hendrry berulangkali mematikan lampu.
Hal itu agar tidak tersorot kamera para pengunjung mall yang turut merekam aksi para korban. Ketegangan terus terjadi hingga akhirnya kepolisian datang.
Setelah bernegosiasi cukup panjang dan alot, Hendrry akhirnya dibawa ke Polrestabes Semarang.
Hal itu didasari atas laporan dugaan penipuan yang telah dilakukan beberapa korban.
Baca Juga: Rekomendasi Pembayaran TPG Bulanan, SKTP April 2026 Terbit di Info GTK, Guru Bahagia
Korban Reza Tongga asal Mijen, Kota Semarang mengatakan ada 12 orang yang menjadi korban.
Dirinya sendiri mendaftar 2 orang bersama istri dengan nilai masing-masing Rp 25 juta. Dari jumlah itu pun, uang yang dikembalikan baru Rp 30 juta.
"Tentu kami ke sini meminta agar pelaku bertanggungjawab karena selalu menghindar. Kami harapannya bisa ada tindak lanjut dari kepolisian sehingga tidak ada korban dari Al Amanah ini," jelas pria 43 tahun ini.
Reza menuturkan, semestinya ia dan istri berangkat tanggal 5 Januari 2026. Soal biaya dirinya sudah melunasi di bulan Desember 2026.
Sayangnya, menjelang keberangkatan, tiba-tiba dibatalkan oleh biro.
"Pas H-2-nya, ujug-ujug minta reschedule. Nah, saya enggak mau. Ada indikasi bahwa orang ini menipu. Sehingga di hari itu saya laporkan beliau ke Polda. Nah, saat ini sudah ditangani oleh Polrestabes. Cuman tindak lanjutnya sampai saat ini masih belum signifikan," ungkapnya.
Kecurigaan itu semakin berlanjut takala ketemu korban lain, Arif. Ternyata lebih parah karena telah membayar Rp 275 juta karena mendaftar lima orang. Beda nasib, uang korban Arif belum dikembalikan sama sekali.
Baca Juga: Rekomendasi Pembayaran TPG Bulanan, SKTP April 2026 Terbit di Info GTK, Guru Bahagia
Diakui Reza, kecurigaan dimulai ketika mereka diundang untuk manasik di sebuah hotel. Mereka menyebut lebih banyak diberikan motivasi ketimbang manasik itu sendiri.
Kemudian, ketika makan, menurutnya dari pihak Biro sengaja memisahkan rombongan. Hal itu dirasa agar para korban saling tidak berkomunikasi.
Ia menyebut penggerudukan itu didasari karena kantor biro masih terus beroperasi di mall.
Dirinya mengkhawatirkan hal itu dapat menjaring lebih banyak korban sehingga akhirnya memilih menggeruduk bersama korban lain.
"Sudah dilaporkan kan ke polisi cuma secara operasional itu (kantor) masih buka gitu ya sehingga bisa memancing untuk korban-korban lain, kami khawatirnya itu," tambahnya.
Adapun alasan mereka mendaftar umroh melalui biro ini karena melihat review di internet yang cukup bagus.
Selain itu, kantor pemasaran berada di mall, yang mengindikasikan tidak bermasalah karena berani buka di tempat umum.
"Buka kantornya saja di mall ya tidak curiga, kami percaya saja. Melihat di google ya waktu itu bagus, ternyata kebalikannya," tuturnya.
Korban lain, Endang asal Tembalang menuturkan hal serupa. Dirinya mendaftar bersama sang adik yang direncanakan berangkatnya umroh pada Januari.
Sudah membayar Rp 46 juta, namun karena gagal berangkat biro mengembalikan Rp 25 juta. Wanita 54 tahun itu mengaku kesal karena setiap kali keberangkatan umroh selalu mundur.
"Pokoknya ada saja alasannya sehingga harus mundur. Padahal, pokoknya setiap ada korban yang tanya berangkat umroh bulan ini ada tidak, dijawab ada, gitu terus tapi tidak berangkat," ucapnya.
Baca Juga: Pencairan Tunjangan Profesi Guru Tergantung Penerbitan SKTP April 2026 di Info GTK Anda
Sustiowati mengungkap hal sama. Sepengetahuannya, ketika ada calon pendaftar langsung disampaikan bisa memberangkatkan umroh.
"Selalu dia bilang ada. Nanti langsung dia bikin drafnya itu dan langsung suruh bayar bayar bayar bayar. Saya sudah bayar Rp 26 juta karena berangkat sendiri. Uang saya baru kembali Rp 3 juta," tandasnya.
Penggerudukan itu berakhir Hendrry dibawa polisi ke Polrestabes Semarang.(ifa)
Editor : Baskoro Septiadi