RADARSEMARANG.ID, Semarang - Hujan dengan intensitas cukup tinggi masih mengguyur Kota Semarang sejak Selasa (21/4) petang hingga Rabu (22/4) siang.
Kondisi ini terjadi di tengah peralihan menuju musim kemarau, yang seharusnya identik dengan cuaca kering.
Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas, Ganis Erutjahjo, menjelaskan, fenomena tersebut masih tergolong wajar.
Menurutnya, awal musim kemarau tidak serta-merta bebas dari hujan.
"Memang saat ini kita memasuki awal musim kemarau. Tapi bukan berarti tidak ada hujan. Potensi hujan tetap ada dan ini yang perlu diwaspadai masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, pada fase awal kemarau, hujan biasanya turun dengan frekuensi lebih jarang. Namun, intensitasnya justru bisa lebih tinggi dibanding hari-hari biasa.
Hal ini dipicu oleh dinamika atmosfer, salah satunya adanya tekanan rendah di sekitar Laut Jawa.
"Tekanan rendah ini memicu pergerakan uap air menuju wilayah Laut Jawa, lalu berkumpul membentuk awan-awan yang berpotensi menjadi hujan," jelasnya.
Untuk wilayah Semarang, BMKG memprediksi awal musim kemarau dimulai pertengahan April dan berlangsung sekitar enam bulan ke depan. Meski demikian, peluang hujan tetap terbuka selama periode tersebut.
Selain hujan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir rob.
Ganis menyebut, puncak pasang air laut diperkirakan terjadi pada 21 hingga 28 April.
"Kalau pasang tertinggi ini berbarengan dengan hujan lebat di wilayah atas, maka ketinggian muka air laut bisa meningkat dan berpotensi menimbulkan genangan di pesisir," terangnya.
Baca Juga: BPNT Tahap 2 2026 Segera Cair? Ini Tahapan Penting dan Update Terbaru Hari Ini
BMKG pun telah mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir untuk wilayah Pantai Utara Jawa Tengah.
Sementara itu, kondisi gelombang laut pada April hingga Juni diprediksi masih relatif aman, yakni dalam kategori tenang hingga rendah.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat pesisir dan nelayan diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG.
"Selalu update informasi cuaca. Karena keselamatan harus menjadi prioritas," tandasnya. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi