Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Populasi Sapu-Sapu di Semarang Belum Jadi Wabah, Dinas Perikanan Terus Lakukan Pemantauan 

Adennyar Wicaksono • Selasa, 21 April 2026 | 05:22 WIB
Ilustrasi AI
Ilustrasi AI

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemkot Semarang belum akan melakukan penangkapan massal ikan sapu-sapu yang ada di sungai ataupun saluran air, seperti yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Pasalnya populasi ikan sapu-sapu yang ditemukan di sejumlah sungai belum dikategorikan sebagai wabah yang harus segera dibasmi.

Meski begitu adanya ikan ini tetap menjadi perhatian serius karena berdampak pada ekosistem ikan lokal.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, populasi ikan ini banyak ditemukan di kawasan Semarang Utara, sepet saluran air dekat Polder Tawang, sungai di Jalan Ronggowarsito dan Jalan Perak atau kawasan Polder Tawang, di kawasan ini ikan tersebut kerap muncul di permukaan.

Baca Juga: Kalender Mei 2026 Lengkap Weton Jawa: Panen Hari Libur Nasional, Hari Penting dan Cuti Bersama

"Cukup banyak mas, kalau ada yang mancing target ikan nila malah kena Sapu-Sapu, ya saya nggak tahu kalau itu berbahaya bagi lingkungan," kata Doni tukang tambal ban di dekat Stasiun Tawang, kepada Jawa Pos Radar Samarang, Senin (20/4).

Sementara itu, Yuda pemancing di Polder Tawang, mengaku kerap melihat ikan sapu-sapu saat memancing. Bahkan kadang ikan tersebut nyangkut di kail dengan ukuran yang cukup besar.

"Pernah dapat sampai 15 ekor, ada yang besarnya sesandal jepit," jelasnya.

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Soenarto, menjelaskan dirinya turut memantau gerakan pembasmian ikan sapu-sapu di Jakarta.

Dia mengaku jika sudah ada laporan temuan di sejumlah sungai ketika petugas melakukan pengecekan di lapangan.

"Tim penyuluh dan juga tim teknis kami dari bidang budidaya sudah diterjunkan untuk mengecek di lapangan. Titik-titik persebaran serta sejauh mana ikan sapu-sapu ini menjadi wabah yang berpotensi mengganggu ekosistem," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Soenarto menjelaskan tim yang diterjunkan tersebut juga melakukan pengecekan di Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur, termasuk di Polder Tawang yang sebelumnya dilaporkan oleh masyarakat sebagai lokasi dengan banyak ditemukan ikan sapu-sapu.

Baca Juga: CPNS 2026 Segera Dibuka, Bea Cukai Siapkan 380 Formasi untuk Lulusan SMA

"Sudah kita cek, termasuk di Polder Tawang, Banjir Kanal Timur dan Barat oleh petugas kami," tuturnya.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan, kesimpulan sementara, populasi ikan sapu-sapu dinilai belum menjadi wabah yang harus segera dibasmi seperti yang terjadi di Jakarta.

"Dari hasil pengamatan dan juga beberapa interview dengan teman-teman pemancing di lapangan, tingkat populasi ikan sapu-sapu belum menjadi wabah seperti yang terjadi di Jakarta," ungkap Soenarto. 

Meski begitu, pihaknya mengaku tetap memberikan perhatian khusus terhadap populasi ikan ini, khususnya di sungai kawasan Polder Tawang yang menunjukkan intensitas kemunculan ikan sapu-sapu lebih sering ke permukaan.

Jika populasi meningkat pesat, akan dilakukan penanganan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak. Metode penangkapan pun akan disesuaikan dengan kondisi perairan di Kota Semarang.

"Saya kira ini harus keroyokan. Kalau di Jakarta ditangkap langsung, di Semarang mungkin harus pakai jaring dan metode lain. Nanti akan kami koordinasikan secara teknis, terutama untuk wilayah Semarang Utara," paparnya. 

Baca Juga: Harga LPG Hari Ini Melonjak, Terutama Harga Elpiji 12 Kg dan Bright Gas Naik Tajam

Dia menjelaskan, meskipun bukan predator, ikan dari Sungai Amazon ini berpotensi mengganggu ekosistem karena memakan telur ikan lain di perairan umum, seperti ikan nila dan gabus. 

Dia juga meminta masyarakat tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu karena berisiko bagi kesehatan, dari penelitian yang ada ikan ini mengandung metal yang cukup tinggi.

"Kami tidak merekomendasikan dikonsumsi, ikan ini memakan lumut yang berpotensi mengandung zat kotor, karena biasanya hidup di perairan tenang dan cenderung tercemar," pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#sapu-sapu #wabah #pemkot semarang #ikan