RADARSEMARANG.ID, Semarang—Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah program asesmen terbaru Kemendikbud RI. Asesmen TKA untuk jenjang pendidikan dasar (SD) dan menengah (SMP) terjadwal pada akhir April 2026 ini. Praktis, kebutuhan guru untuk memahami dan terampil menyusun asemen TKA sangat mendesak.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr. Dra. Panca Dewi Purwati, M.Pd. mengaku telah mendapatkan sejumlah informasi tentang kebutuhan mendesak tersebut. “Sehingga perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut,” katanya.
Panca menjelaskan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unnes melakukan pendampingan kepada para guru Gugus Dwarawati Kota Semarang. Pendampingan ini sudah dirintis sejak Desember 2025.
Adapun anggota pengabdiannya adalah Dr. Sri Sukasih, S.S., M.Pd. dan Dr. Katarina Herwanti, S.Pd., M.Pd. Selain itu, melibatkan tiga mahasiswa, yakni Nur Ummi Afifah, S.Pd., M.Pd., Galih Cahya, S.Pd., M.Pd. dan Nafisa Alfazuri, S.Pd.
Adapun alumni yang terlibat dalam pengabdian ini adalah Anita Yuniarti Nurjannah, S.Pd., M.Pd. Pengabdian ini juga diperkuat oleh staf pendukung pengabdian, Efi Febriyanti, S.Sos, M.M.
Diterangkan Panca, pendampingan yang telah dilakukan meliputi bedah kisi-kisi TKA, pengembangan kisi-kisi TKA Bahasa Indonesia jenjang sekolah dasar, dan mengembangkan stimulus TKA berbantuan stimulus multimodal bertopik pembiasaan baik. “Draf produk asesmen tersebut perlu pendampingan intensif tahap selanjutnya,” ujarnya.
Lebih lanjut Panca menerangkan, stimulus multimodal TKA dimaksudkan guru dapat mencapai tujuan utama asesmen, yaitu mengukur kemampuan akademik siswa tercapai secara individu, sekaligus memberikan sajian stimulus yang bervariatif agar mengaktifkan beberapa indra sekaligus (visual, auditori, taktil/raba, kinestetik/gerak) secara bersamaan untuk memaksimalkan respon otak.
“Topik pembiasaan baik ditujukan agar sembari melakukan asesmen, siswa juga tetap memperoleh pendidikan karakter melalui isi teks yang berisi tujuh pembiasaan anak Indonesia hebat yang sedang digalakkan pemerintah,” bebernya.
Dikatakan, paparan tentang TKA dan berbagai hal berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan rencana tindak lanjut ujicoba asesmen tersebut telah disampaikan Tim Pengabdi Unnes pada Selasa (14/4/2026) secara daring (dalam jaringan) dan dirangkai dengan penugasan. Selanjutnya, kata Panca, pada Rabu (15/4/2026) pendampingan dilanjutkan secara luring bertempat di sekolah mitra, SDN Tinjomoyo 01 Semarang.
“Serangkaian kegiatan telah dilakukan mulai dari paparan draf instrumen, review draf asesmen oleh Tim Pengabdi, revisi, dan perangkaian instrumen hasil revisi dengan menggunakan aplikasi canva, google form, dan reading aloud agar dapat digunakan ujicoba siswa kelas VI secara online,” jelasnya.
Peserta Gugus Dwarawati Kota Semarang meliputi SDN Ngesrep 1, SDN Ngesrep 2, SDN Ngesrep 3, SDN Tinjomoyo 1, SDN Tinjomoyo 2, dan SDN Tinjomoyo 3.
Menurut Ketua Gugus Dwarawati Kota Semarang Semiyem, S.Pd., M.Pd. teori konseptual instrumen level 1 (pemahaman tekstual), level 2 (pemahaman inferensial), dan level 3 (evaluasi dan apresiasi) dalam TKA sangat penting untuk segera dikuasai guru. “Guru diharapkan terampil menyusun instrumen nasional yang bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara individu,” ujarnya.
Saat dilakukan pendampingan, para guru secara aktif menyelesaikan tahap penyusunan produk asesmen. Berikutnya masuk tahap implementasi produk asesmen yang ditetapkan secara serentak sebelum masuk jadwal TKA jenjang sekolah dasar (29 dan 30 April 2026).
“Strategi tersebut dilakukan dengan tujuan agar siswa lebih siap menyongsong TKA yang sebenarnya, dan terbiasa dengan stimulus multimodal yang didesain antara 150 sampai dengan 200 kosakata,” jelas Panca.
Selain membidik secara mandiri siswa mencapai nilai baik, lanjut Panca, diharapkan nilai literasi siswa meningkat dan karakter baik terus berkembang melalui pesan tersirat teks pembiasaan baik. “Sehingga Indonesia benar-benar mampu mewujudkan Generasi Indonesia Emas di tahun 2045 nantinya,” harapnya.
Panca menambahkan, program pengabdian yang telah dilakukan secara daring dan luring ini masih akan dilanjutkan dengan implementasi instrumen tryout TKA untuk siswa yang akan segera diukur kemampuan akademiknya di akhir April ini.
Menurut dia, serangkaian kegiatan pengabdian tersebut meskipun sudah berakhir pada saat implementasi, sesungguhnya tetap dilakukan konsultasi-konsultasi karena mitra akan melanjutkan menyusun asesmen secara mandiri untuk waktu-waktu selanjutnya. “Diharapkan semua sekolah mampu menyiapkan para siswanya melakukan asesmen TKA dengan baik dan memiliki kesempatan untuk bersekolah di jenjang berikutnya dengan lebih maksimum,” katanya. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto