Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kolaborasi Internasional, Praktisi Thailand Ikuti Pengabmas Teh Daun Kelor di Pudakpayung Semarang, Dorong Ekonomi Kreatif Warga

H. Arif Riyanto • Kamis, 16 April 2026 | 04:30 WIB
Tim Pengabdian kepada masyarakat Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang bersama PKK Pudakpayung dan delegasi dari Thailand.
Tim Pengabdian kepada masyarakat Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang bersama PKK Pudakpayung dan delegasi dari Thailand.

RADARSEMARANG.ID, Semarang–Upaya mendorong ekonomi kreatif berbasis potensi lokal mendapat sentuhan kolaborasi internasional digelar di Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Kegiatannya berupa pendampingan pengolahan dan pengemasan produk teh daun kelor yang dilakukan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang.

Tak hanya melibatkan warga setempat, kegiatan di Kantor Kelurahan Pudakpayung ini juga menghadirkan peserta dari Thailand dalam forum lintas budaya yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi dan edukasi Kesehatan.

Hadir juga Lurah Pudakpayung Nuryati Purwaningsih, SE beserta jajaran staf kelurahan, serta ibu-ibu PKK sebagai aktor utama penggerak ekonomi keluarga.

Ketua pengabdi sekaligus Ketua Prodi Kebidanan Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang Dr. Sri Sumarni, Bdn., M.Mid, mengatakan, pemanfaatan daun kelor sebagai produk teh merupakan langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

“Kami melihat potensi besar dari daun kelor yang selama ini belum dimaksimalkan. Melalui pendampingan ini, masyarakat tidak hanya diajarkan cara mengolah, tetapi juga bagaimana mengemas produk agar memiliki daya saing di pasar,” ujarnya.

Pendampingan pengolahan dan pengemasan produk teh daun kelor yang dilakukan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang di kantor Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang.
Pendampingan pengolahan dan pengemasan produk teh daun kelor yang dilakukan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang di kantor Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang.

Ia menambahkan, pendekatan kegiatan juga menekankan aspek keberlanjutan, mulai dari higienitas produksi hingga peluang pemasaran berbasis komunitas.

Sementara itu, Lurah Pudakpayung Nuryati Purwaningsih, SE menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah nyata pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga, khususnya ibu-ibu PKK. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.

Kegiatan ini semakin menarik dengan kehadiran delegasi dari Thailand yang terdiri atas tiga mahasiswa dan Dr. ATM Pimnipa, dosen Siriraj Hospital, Mahidol University.

Menurut, Sri Sumarni, kegiatan ini sebagai implementasi MoU program students and lecturers exchange selama 10 hari di Poltekkes Kemenkes Semarang yang digelar rutin setiap tahun.

Interaksi lintas negara ini menghadirkan diskusi aktif mengenai Indonesia and Thai Traditional medicine dalam pemanfaatn tanaman hebal di kedua negara dan berbasis komunitas, kearifan lokal, serta pendekatan family and holistic care.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang bersama Lurah Pudakpayung Nuryati Purwaningsih, SE beserta jajaran staf kelurahan, serta mahasiswa dan dosen dari Siriraj Hospital, Mahidol University Thailand.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang bersama Lurah Pudakpayung Nuryati Purwaningsih, SE beserta jajaran staf kelurahan, serta mahasiswa dan dosen dari Siriraj Hospital, Mahidol University Thailand.

“Kegiatan ini sangat inspiratif. Kami melihat bagaimana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam meningkatkan kesehatan sekaligus ekonomi. Ini adalah contoh nyata pengabdian masyarakat yang aplikatif,” kata Tonkhao, salah satu peserta dari Mahidol University yang dibenarkan oleh mahasiswa Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang.

Selain fokus pada pemberdayaan ekonomi, kegiatan ini juga memperkuat aspek promotif-preventif kesehatan masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan sinergi lintas disiplin ilmu, termasuk dukungan dari Prodi Imaging Diagnostik, Terapis Gigi dan Mulut, dan Keperawatan dalam penguatan edukasi kesehatan berbasis masyarakat dan media komunikawi terkini. (aro)

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pudakpayung' #Pengabdian kepada masyarakat #Poltekkes Kemenkes Semarang #Teh Daun Kelor #thailand