Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Teladani Sosok Mbah Syafi'i, Warga Mangkang Semarang Gelar Kirab Budaya

Adennyar Wicaksono • Minggu, 12 April 2026 | 17:23 WIB
Warga RW 1 Mangkang Wetan mengangkat Konsep Pasukan Mataram, jaman Sultan Agung. ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG 
Warga RW 1 Mangkang Wetan mengangkat Konsep Pasukan Mataram, jaman Sultan Agung. ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ribuan warga dari Kecamatan Tugu dan Ngaliyan, melaksanakan Kirab Budaya dalam Rangka Haul Akbar, KH. R. Syafii Piyoro Negoro, Minggu (12/4).

Peserta kirab sendiri dilepas oleh Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, Anggota DPRD Jateng, Krisseptiana Hendrar Prihadi, Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, dari Terminal Mangkang ke area Pemakaman Mbah Syafii yang ada di Dondong Wonosari.

Baca Juga: Cegah Truk Melanggar, Jalur Maut Silatur Semarang Bakal Dipasang Portal

Konon sosok Mbah Syafii memiliki jasa yang besar bagi penyebaran Islam di Indonesia, karena mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Luhur sejak tahun 1609.

Bahkan diketahui Mbah Syafi'i saat itu juga ikut berperang melawan Belanda. 

Selain itu Mbah Syafi’i merupakan tokoh agama yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa pada tahun 1600-an.

Konon, Mbah Sholeh Darat yang dikenal sebagi guru dari KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), KH Hasyim Asyari (Pendiri Nahdlatul Ulama), serta Raden Ajeng Kartini (Pahlawan Emansipasi Wanita) pun sempat belajar agama di Pondok Luhur Dondong.

Baca Juga: Jadwal Piala Dunia 2026: Minggu 21 Juni 2026, Lokasi Stadion, Grup, Negara yang Bertanding

"Saat ini pondok masih ada dan masih eksis. Haul di setiap tahun dilaksanakan dengan kirim doa, kirab budaya dan sholawatan ini sangat luar biasa. Perjuangan beliau harus kita teruskan dan teladani, "kata Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman.

Pria yang juga tokoh masyarakat bagi warga di Mangkang dan sekitarnya acara haul pada tahun ini semakin meriah karena peserta dari masing-masing wilayah mau nguri-uri kebudayaan setempat untuk di eksplorasi dan dipamerkan.

Pengurus pondok sendiri, sampai saat ini mencoba mencari literasi terkait informasi Mbah Syafii.

Dikarenakan dokumen penting yang dimiliki pondok Luhur Dondong, dulu sempat dibakar Belanda dan hilang terkena banjir bandang.

"Konon beliau adalah Komandan Pasukan dari Sultan Agung Kerajaan Mataram jaman dulu, di Mangkang beliau syiar agama. Tapi literasi ini masih kita gali karena dokumen penting sudah musnah, ada pula yang terkena banjir," ujarnya.

Adapun kirab sendiri diikuti ribuan orang dari 48 kelompok ditingkat RW ataupun kelurahan dari Ngaliyan dan Tugu, Mijen dan Semarang Barat. Sebelumnya juga digelar lomba rebana sebagai rangkaian acara haul.

Baca Juga: Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2026 Terbit, Perubahan Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus dan Tambahan Penghasilan Tamsil Guru 

Dalam kirab tersebut juga ditampilkan kitab peninggalan Mbah Syafi'i yang sampai saat ini disimpan rapi di Ponpes Luhur Dondong, Wonosari Ngaliyan.

"Selain syi'ar agama, beliau juga ikut berjuang melawan penjajah. Bagi saya beliau sudah layak dijadikan pahlawan nasional," pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#Syafii Piyoro Negoro #Mangkang #Kirab Budaya #Haul akbar