RADARSEMARANG.ID, Semarang -Kebakaran terjadi di proyek pembangunan rumah huni tiga lantai di kawasan POJ City Marina, Kelurahan Tawangsari, Sabtu (11/4) pagi.
Api diduga berasal dari material resin di area belakang bangunan yang tengah dikerjakan.
Baca Juga: Daftar SMA/MA/SMK Terbaik Se Indonesia Berdasarkan Nilai TKA Referensi Untuk SPMB 2026
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, kejadian dilaporkan sekitar pukul 08.00 WIB.
Petugas dengan cepat merespons dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 09.30 WIB.
Total 35 personel diterjunkan dengan sejumlah armada untuk mengendalikan kobaran api.
Pantauan di lokasi pukul 10.30 WIB, suasana proyek masih dipenuhi aktivitas pembersihan.
Sejumlah karyawan proyek tampak bergotong royong membersihkan sisa material yang terdampak kebakaran.
Bagian belakang rumah terlihat hangus terbakar.
Terutama di area yang sebelumnya digunakan untuk pengerjaan kolam renang dengan bahan resin.
Meski begitu, Jawa Pos Radar Semarang sempat tidak diperkenankan mendekat ke titik utama lokasi oleh petugas maupun pemilik rumah.
Alasan keamanan dan privasi menjadi pertimbangan karena kondisi dinilai masih berpotensi membahayakan.
Baca Juga: Kalender 2026 Terupdate: Bulan Mei Panen Hari Libur dan Long Weekend Pas Banget Buat Wisata Keluarga
Di sisi lain, aktivitas pembangunan tidak sepenuhnya terhenti. Pengerjaan rumah huni tiga lantai tersebut di bagian depan tetap dilanjutkan oleh para pekerja.
Informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui oleh pelaksana proyek, Amin Rifai, saat memulai aktivitas kerja. Ia melihat api muncul dari area kolam renang yang baru saja dituangi cairan resin.
"Saya lihat api sudah muncul dari belakang, tepatnya di area kolam yang baru diberi resin," ujarnya.
Seorang warga bernama Yovita yang menyaksikan kejadian tersebut langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran. Respons cepat membuat api tidak meluas ke seluruh bangunan.
Di tengah proses pembersihan, terdengar percakapan antarpekerja yang menyinggung dugaan penyebab kebakaran.
Salah satu pegawai menyebut lokasi proyek dilengkapi CCTV untuk memantau kejadian.
"Saya pastikan tidak ada yang merokok, kalau ada yang merokok, pasti itu penyebabnya," ujarnya saat berbincang dengan pekerja lain.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta, terutama dari bahan resin dan material proyek yang terbakar.
Petugas damkar juga telah melakukan langkah lanjutan berupa pendinginan, koordinasi dengan pihak PLN, serta penyusunan laporan.
Hingga siang hari, kondisi di lokasi dinyatakan aman dan aktivitas proyek mulai kembali berjalan. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi