Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sinergi Tiga Organisasi di Semarang Luncurkan Gerakan "Seedcycle": Ubah Limbah Biji Buah Jadi Hutan Masa Depan

H. Arif Riyanto • Kamis, 9 April 2026 | 12:38 WIB
Dari kanan Rumanfaat yang diwakili Musisi Pradana Saputra, Teguh Kribo , Rotary Club diwakili President Surya dan Collabox Lina Soeratman. (ISTIMEWA)
Dari kanan Rumanfaat yang diwakili Musisi Pradana Saputra, Teguh Kribo , Rotary Club diwakili President Surya dan Collabox Lina Soeratman. (ISTIMEWA)
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Masalah sampah organik, khususnya biji buah-buahan yang selama ini berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kini mendapatkan solusi kreatif dan berdampak panjang.

Melalui kolaborasi strategis antara Rumanfaat (Musisi sahabat alam), Collabox Creative Hub (Wadah kolaborasi bagi para pelaku kreatif dan komunitas di Semarang), Rotary Club of Semarang Pandawa, dan Rotary Club of Semarang Tugu Muda (Bagian dari organisasi kemanusiaan global yang berfokus pada pelayanan masyarakat dan pelestarian lingkungan), gerakan inisiasi bertajuk "Seedcycle : Ubah Biji jadi Aksi" resmi diluncurkan di event Pindrikan Markt XVI , Collabox Creative Hub, Sabtu (4/4/2026).

Gerakan ini merupakan sebuah aksi lingkungan yang diluncurkan di bulan April yang menurut kalender Rotary International merupakan ‘Environment Month” dan secara global sebagai peringatan kesadaran lingkungan.

Terkadang solusi atas krisis lingkungan dapat dimulai dari hal-hal yang paling dekat dengan keseharian, yakni apa yang kita konsumsi.

Alih-alih menjadi sampah, biji-biji hasil dari sampah rumah tangga dan pengusaha F&B dapat diproses kembali menjadi bibit tanaman.

Menyemai biji buah menjadi sebuah bentuk seni merawat kehidupan yang bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Edukasi Sebagai Pilar Utama Berbeda dengan program penghijauan biasa, " "Seedcycle : Ubah Biji jadi Aksi" menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat melalui edukasi.

Para kolaborator telah menyiapkan rangkaian tutorial melalui media sosial dan

pelatihan-pelatihan intensif guna mengajarkan cara menyemaikan biji buah-buahan secara mandiri.

"Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penyumbang biji, tetapi juga menjadi 'orang tua asuh' bagi tanaman tersebut. Kami memberikan edukasi teknis tentang bagaimana memperlakukan biji dari sampah rumah tangga agar bisa tumbuh menjadi bibit yang kuat," ujar Lina Soeratman perwakilan dari kolaborasi tersebut.

Dari Meja Makan Menuju Hutan Reboisasi Setelah melalui proses penyemaian oleh masyarakat dan mencapai ketinggian tertentu yang dianggap layak tanam, bibit-bibit ini nantinya akan dikumpulkan kembali. Bibit tersebut kemudian akan disumbangkan dan didistribusikan kepada para penggiat forestation, penyelamat hutan, serta ditanam di lahan-lahan kritis yang membutuhkan reboisasi.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem berkelanjutan, di mana limbah dari industri makanan dan minuman dapat kembali ke alam dalam bentuk pohon yang menghasilkan oksigen dan menjaga ketersediaan air tanah. Kehadiran Seedcycle juga menegaskan peran komunitas kreatif dalam menjawab tantangan logistik lingkungan. Dengan mengubah setiap halaman rumah menjadi "persemaian mini", gerakan ini menciptakan bank bibit mandiri yang berkelanjutan bagi paru-paru hijau Indonesia.

Membangun Kesadaran Kolektif Collabox sebagai wadah kreatif dan Rotary Club melalui jaringan kemanusiaannya, bersama komunitas Rumanfaat, berkomitmen untuk menjadikan gerakan ini sebagai gaya hidup baru warga Semarang. Dengan memanfaatkan potensi limbah organik yang melimpah, gerakan " "Seedcycle : Ubah Biji jadi Aksi" optimis dapat menyuplai ribuan bibit pohon setiap tahunnya untuk mendukung target hijau pemerintah dan pelestarian hutan di Indonesia.

Tak berhenti pada level individu, "Seedcycle: Ubah Biji jadi Aksi" juga membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya bagi para pelaku industri Food & Beverage di Semarang. Mengingat volume sampah biji dari kedai jus dan restoran sangat masif, keterlibatan mereka sebagai penyuplai bahan baku utama bibit sangatlah krusial. Melalui kemitraan ini, para pengusaha tidak hanya sekadar menjalankan tanggung jawab sosial (CSR), tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan ekosistem bisnis yang zero waste dan berkontribusi langsung pada ketersediaan paru-paru hijau bagi masa depan kota. (lis)

 

 

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Tugu Muda #Kolaborasi #Tempat Pembuangan Akhir #EKOSISTEM #Rotary Club