Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Proyek Peninggian Jalan Kaligawe Semarang Dilanjutkan Lagi, Ini 5 Jalur Alternatif Semarang-Demak untuk Hindari Macet

Falakhudin • Kamis, 9 April 2026 | 05:20 WIB
Proyek Peninggian Jalan Kaligawe Semarang Dilanjutkan Lagi.
Proyek Peninggian Jalan Kaligawe Semarang Dilanjutkan Lagi.

 

RADARSEMARANG.ID — Proyek pembangunan jalan Kaligawe di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, kini mulai dilanjutkan lagi. 

Polisi meminta mobil-mobil kecil untuk menggunakan jalur lain. 

Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, menjelaskan bahwa pekerjaan peninggian jalan Kaligawe Semarang tersebut sempat dihentikan sementara untuk mengurangi kemacetan saat Lebaran 2026 dan dilanjutkan kembali pada hari Selasa, 7 April 2026.  

Proyek tersebut rencananya akan berlangsung sampai akhir tahun. 

Baca Juga: Motif Begal Sadis di Halmahera Semarang Ternyata Hanya untuk Beli Miras, Tersangka Residivis 4 Kali Kasus Curas

Kapan pengerjaan jalan Kaligawe selesai? Sampai akhir tahun, pekerjaan dimulai dari ujung Tol Kaligawe sampai Lik Tengah.(Pengerjaan ditunda) Karena prioritasnya adalah arus balik dan arus mudik, jelas Rismanto. 

Rismanto mengatakan bahwa jalur yang sedang dikerjakan adalah jalur di bagian utara, yang berfungsi sebagai jalan utama dari Semarang ke Demak.  

Rismanto meminta pengguna kendaraan kecil seperti sepeda motor dan mobil pribadi untuk menggunakan jalur alternatif agar menghindari kemacetan lalu lintas. 

Kendaraan kecil diminta untuk memakai jalur lain agar kerumunan lalu lintas bisa berkurang. 

Rismanto menunjukkan “jalur alternatif yang bisa dilewati, yaitu mulai dari Pedurungan hingga Jalan Wolter Monginsidi. 

Gunakan jalur alternatif lewat Pedurungan, Jalan Wolter Monginsidi, area Genuk, “ujarnya. 

Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Genuk, AKP Bambang Triyono, menjelaskan bahwa proyek tersebut dilaksanakan di jalur lambat Jalan Kaligawe. 

Proyek ini melakukan peninggian di lajur lambat, sehingga akses yang bisa digunakan dari arah Semarang menuju Demak adalah melalui lajur cepat, jelas Bambang. 

Baca Juga: CPNS 2026 Jadi Sorotan, Lonjakan Pelamar Diprediksi Terulang dengan Persaingan yang Kian Ketat

Polisi sedang menyiapkan pengaturan lalu lintas selama ada perbaikan pada Jalan Kaligawe di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pekerjaan ini akan dilakukan sepanjang jalur dari ujung Tol Kaligawe hingga area Lingkungan Industri Kecil Tengah. 

Proyek ini kemungkinan besar akan memengaruhi arus kendaraan, terutama di jalur utama yang menghubungkan Semarang dan Demak. 

Kanit Lantas Polsek Genuk Semarang, Iptu Bambang Triono, menjelaskan bahwa rencana rekayasa contra flow sudah dipersiapkan jika terjadi kemacetan.

 "Dari arah Demak menuju Semarang, kita ambil satu lajur untuk dilakukan kegiatan contra flow," ujar Bambang Rabu (8/4/2026). 

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk menghindari kemacetan dengan menggunakan jalur alternatif yang sudah direkomendasikan.  

Rute alternatif yang bisa dipilih adalah melewati area Pedurungan, Jalan Wolter Monginsidi, dan wilayah Genuk. 

Jalur alternatif lainnya yang bisa digunakan oleh pengemudi yang datang dari arah Semarang ke Demak atau sebaliknya. 

 

Berikut penjelasan beberapa pilihan jalur alternatif dari Semarang ke Demak yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan dan situasi perjalanan kamu. 

1. Jalur Mranggen – Karangawen – Demak 

Jalur ini bisa dianggap sebagai pilihan terpopuler untuk menghindari kemacetan di Jalan Pantura.  

Kamu bisa mulai perjalanan dari area Tembalang atau Meteseh, lalu mengemudi menuju Mranggen, sebuah kecamatan yang terletak di perbatasan antara Semarang dan Demak.  

Baca Juga: Viral Motor Listrik MBG untuk Operasional Kepala SPPG, Berapa Anggaran yang Harus Dikeluarkan?

Dari Mranggen, perjalanan dilanjutkan ke Karangawen, lalu masuk ke area Kota Demak. 

Rute ini berjalan cukup lancar karena tidak terkena langsung oleh arus kendaraan berat dari jalan nasional.  

Jalan di sana utamanya berupa aspal halus, tapi ada beberapa bagian yang menggunakan beton. 

Area sekitarnya masih terasa sejuk karena melewati banyak sawah dan permukiman desa. 

Jalur ini masih cocok untuk mobil dan motor karena lalu lintasnya tidak terlalu ramai dan pemandangannya membuat mata terasa segar. 

Baca Juga: SKTP April 2026 Belum Terbit, Warna Biru di Info GTK Guru Begini Cara Mengatasinya

2. Meteseh – Banyumeneng – Karangawen – Demak 

Jika kamu datang dari arah selatan Semarang, rute melalui Meteseh, Banyumeneng, Karangawen, dan Demak bisa jadi pilihan yang menarik.  

Jalur ini dimulai dari area Meteseh atau Tembalang, lalu kamu akan melewati Banyumeneng di mana jalannya berbelok-belok dan pemandangannya menampilkan bukit-bukit yang tidak terlalu tinggi.  

Setelah itu, rute akan melanjutkan ke Karangawen dan terus pergi ke Demak menggunakan jalan kabupaten. 

Daya tarik terbesar dari jalur ini adalah suasana desa yang masih indah dan tenang.  

Kamu akan melewati lahan pertanian berupa sawah, kebun jati, serta rumah-rumah warga yang tersusun rapi di tepi jalan.  

Jalur ini tepat untuk kamu yang tidak terburu-buru, ingin perjalanan yang nyaman, atau hanya ingin menghindari stres karena kemacetan di jalur utama. 

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.  

Jalannya tidak terlalu lebar seperti jalur Pantura, rute ini menawarkan pengalaman berkendara yang nyaman dan suasana pedesaan yang tenang. 

 

3. Onggorawe – Bulusari – Mranggen – Semarang 

Untuk pengendara yang datang dari arah Demak menuju Semarang, jalur Onggorawe – Bulusari – Mranggen – Semarang sering digunakan sebagai pilihan saat jalur Pantura tergenang karena banjir rob, terutama di area Sayung dan Kaligawe. 

Baca Juga: Peringkat 3 Besar Total Kunjungan Wisata Selama Libur Lebaran 2026 di Jawa Tengah: Balon Udara Wonosobo Ranking Ke-3

Setelah keluar dari pusat kota Demak, kamu bisa mengambil arah ke Onggorawe, lalu belok ke Bulusari, kemudian terus ke Mranggen.  

Jalur ini akan mengembalikan kamu ke area timur Semarang tanpa harus melewati titik-titik yang rawan banjir. 

Banyak pengemudi truk kecil dan kendaraan pribadi lebih suka menggunakan jalur ini karena lebih aman selama musim hujan.

Namun, perlu dicatat bahwa rute ini sedikit lebih panjang dibandingkan jalur utama. 

4. Via Halte Buyaran – Prampelan – Bulusari – Mranggen 

Rute ini merupakan salah satu jalur alternatif yang sering dipakai oleh masyarakat sekitar Demak ketika kondisi macet di jalur Pantura mengganggu perjalanan mereka.  

Titik awal perjalanan bisa dimulai dari Halte Buyaran, lalu melewati beberapa titik seperti Prampelan dan Bulusari, sampai akhirnya bertemu dengan jalur utama di Mranggen. 

Jalur ini memiliki suasana damai yang khas pedesaan, karena rute ini merupakan jalur lokal.  

Kamu sering melihat berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk kecil yang membawa hasil pertanian. 

Keuntungan utama dari rute ini adalah bisa menghindari macetnya kendaraan besar yang sering terjadi di jalur Pantura bagian Sayung. 

Baca Juga: Ahmad Luthfi Pastikan Stok Elpiji di Jateng Cukup, Persediaan Sampai 6 Kali Lipat Kebutuhan

5. Trengguli – Welahan – Margoyoso 

Jika kamu tidak hanya pergi ke Demak, tapi juga lanjutkan perjalanan ke arah Kudus, Jepara, atau Pati, maka jalur Trengguli – Welahan – Margoyoso bisa jadi pilihan yang menarik.  

Jalur ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur alternatif, tetapi juga menghubungkan Demak dengan wilayah timur pantura Jawa Tengah sebagai jalur tengah. 

Perjalanan dimulai dari Simpang Trengguli, yang berada sekitar 10 km dari pusat kota Demak, lalu menuju ke Welahan dan seterusnya ke Margoyoso.  

Kondisi jalannya tetap baik, aspalnya rata dan tidak ada lubang, serta lalu lintasnya tidak terlalu padat.  

Jalur ini melewati area pertanian dan industri ringan, sehingga bisa digunakan oleh kendaraan pribadi atau kendaraan dagang. 

Rute ini sedikit berputar jika kamu hanya ingin ke pusat kota Demak.  

Namun bagi para wisatawan atau pengemudi barang yang pergi ke arah timur, jalur ini justru lebih cepat dan tidak macet. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#Semarang-Demak #MACET #jalur alternatif #kaligawe #perbaikan jalan