RADARSEMARANG.ID, Semarang - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Jawa Pos Radar Semarang tahun ini terasa berbeda. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya diisi refleksi internal bersama karyawan, kali ini keluarga karyawan dari berbagai daerah turut diundang. Mulai dari Biro Pekalongan, Biro Magelang, hingga kantor pusat Semarang. Mayoritas karyawan hadir bersama istri, suami, maupun buah hati mereka.
Acara HUT Jawa Pos Radar Semarang ke -26 ini sekaligus juga sebagai ajang halalbihalal antara karyawan dan keluarga.
Sejak Minggu (5/4) pagi, halaman kantor Jawa Pos Radar Semarang mulai dipadati karyawan yang datang bersama keluarga. Mereka kompak mengenakan busana muslim rapi.
Baca Juga: 26 Tahun Radar Semarang: Tetap Waras di Tengah Riuh Informasi
Satu per satu mereka datang ke kantor anyar Jawa Pos Radar Semarang. Ada yang terlihat takjub, ada pula yang bangga karena akhirnya bisa menunjukkan tempat kerja suami atau istri mereka kepada keluarga.
Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi, bersama istri, Rokhis Baehaqi, langsung menyambut di pintu masuk kantor. Pasangan tersebut tak henti-hentinya menyapa dengan senyum ramah, bersalaman, dan bercengkrama dengan setiap keluarga yang datang.
Setiap tamu pun diberikan toples kue nastar yang di atasnya dihiasi ketupat mungil.
"Silakan masuk, Bapak-Ibu," ujar Baehaqi mempersilakan keluarga untuk masuk.
Setelah seluruh karyawan dan keluarga hadir, acara pun dibuka sekitar pukul 09.30 WIB. Kegiatan dimulai dengan pembacaan Al-Fatihah dan Sholawat Nariyah yang dipimpin langsung oleh Rokhis Baehaqi. Lantunan sholawat tersebut diikuti dengan khusyuk oleh seluruh peserta, mulai dari karyawan hingga anggota keluarga yang hadir.
Suasana haru terasa saat perwakilan keluarga karyawan, Enar Ratriany Assa, menyampaikan sambutannya. Istri dari salah satu Redaktur itu mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Jawa Pos Radar Semarang yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga mereka selama 14 tahun terakhir.
"Jawa Pos Radar Semarang bukan orang lain, Radar Semarang bagian yang tidak terpisahkan dalam keluarga kami sendiri," ujar Enar.
Baca Juga: Radar Semarang Menjaga Integritas di Tengah Arus Informasi, Dari Kamera Manual Ke Era Digital
Ia juga memohon maaf lahir batin atas segala kekurangan selama mendukung pasangannya bekerja. Enar juga mendoakan agar Jawa Pos Radar Semarang terus langgeng di usia 27 tahun mendatang dan tahun tahun seterusnya.
"Apabila selama bersilaturahmi, mendukung pasangan kami, ada kurang-kurangnya, kami belum sepenuhnya bisa menjadi support sistem yang baik," akunya.
Sambutan berikutnya dari Henry Sofyan Rois, suami Kepala Biro Magelang Lis Retno Wibowo. Henry yang sehari-hari menjabat sebagai Ketua KPU Temanggung itu melontarkan candaan bahwa acara tersebut seperti berada di ruang rekapitulasi perhitungan suara KPU. Sebab cuaca di Kota Semarang yang begitu panas.
"Panasnya ini seperti rekapitulasi beneran," candanya disambut tawa hadirin.
Ia pun menyampaikan tiga manfaat silaturahmi, yakni memberi berkah, memberi rezeki, dan memanjangkan umur. Karena itu ia berharap kegiatan seperti ini bisa berlangsung secara berkelanjutan.
"Kami ucapkan terima kasih atas undangan halalbihalal dan HUT Radar Semarang ini. Karena ada tiga manfaat dari silaturahmi (halalbihalal) pertama memberi berkah, kedua memberi rezeki, ketiga silaturahmi ini memperpanjang umur," ungkapnya.
Sementara Manajer Bisnis Jawa Pos Radar Semarang, Sugiyanto turut berbagi kisah perjuangannya selama 26 tahun berkarya di perusahaan media massa ini. Ia mengaku sudah mengalami pergantian nahkoda sebanyak delapan kali dan perpindahan kantor empat kali.
"Dulu awal di MT Haryono, di ruko kecil. Sekarang kita sudah punya kantor gagah di Jalan Merapi," kenangnya.
Ia juga menceritakan masa-masa sulit di awal karier. Mulai dari merintis dengan gaji kecil, hingga akhirnya gaji karyawan kali ini bisa sepadan dengan kerja keras mereka. Sugiyanto pun berpesan kepada seluruh keluarga karyawan agar selalu mendukung pasangan mereka bekerja.
Ia menegaskan, di balik perjalanan panjang itu, ada peran besar keluarga yang terus mendukung karyawan. Bahkan, menurutnya, dukungan keluarga menjadi faktor penting keberlangsungan dan perkembangan perusahaan.
Baca Juga: Slup-Slupan Kantor Baru Radar Semarang, Bawa Semangat Baru untuk Masa Depan Lebih Cerah
"Kalau pasangan mau berangkat kerja, jangan ada drama. Jangan membuat hati pasangan gundah. Karena efeknya panjang sampai ke pekerjaan," pesannya.
Memasuki sambutan utama, Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi tampil santai dengan sorban dan kemeja putihnya. Pada kesempatan itu, Baehaqi menyoroti filosofi halalbihalal dan budaya ketupat yang menjadi simbol utama dalam acara tersebut.
Baehaqi menegaskan, sejak awal konsep acara ini lahir dari keinginan menghadirkan suasana kekeluargaan yang lebih nyata. Ia bahkan mengaku sempat melakukan survei internal kepada karyawan sebelum memutuskan menggelar halalbihalal keluarga.
"Hasilnya hampir semua setuju. Maka saya ingin keluarga karyawan hadir, melihat langsung tempat kerja pasangannya,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran keluarga bukan sekadar formalitas. Ia ingin menunjukkan keberlangsungan perusahaan tidak lepas dari dukungan keluarga di rumah.
“Dari sinilah rezeki itu mengalir. Keluarga perlu tahu dan merasakan,” imbuhnya.
Dengan gayanya yang santai, Baehaqi menyoroti tradisi halalbihalal yang menurutnya merupakan kearifan lokal Indonesia. Meski tidak ditemukan dalam tradisi Timur Tengah, ia menilai halalbihalal tetap relevan karena menjadi momentum saling memaafkan setelah Ramadan.
Ia kemudian mengaitkan halalbihalal dengan filosofi ketupat yang menjadi simbol utama dalam acara tersebut. Menurutnya, ketupat berasal dari makna “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan. Sementara lepet dimaknai sebagai “menutup rapat” kesalahan agar tidak terus diungkit.
“Setelah meminta maaf, ya sudah, selesai. Jangan dibuka lagi. Itu makna lepet,” jelasnya.
Baehaqi juga mengulas makna Ramadan sebagai bulan pengampunan. Ia mengingatkan bahwa dosa kepada Tuhan bisa diampuni melalui ibadah, tetapi dosa kepada sesama manusia hanya bisa diselesaikan dengan saling memaafkan.
Makanya silaturahmi itu penting. Jangan hanya saat Lebaran saja, tapi harus terus dijaga,” tegasnya.
Menariknya Baehaqi juga banyak berbagi cerita tentang kedekatannya dengan karyawan. Salah satunya tradisi mengantarkan parcel Lebaran langsung ke rumah karyawan, bahkan hingga ke luar kota seperti Salatiga, Magelang, Temanggung, hingga Wonosobo. Ia mengaku sengaja melakukannya sendiri, bukan melalui perantara.
“Saya ingin benar-benar bersilaturahmi. Bukan sekadar mengirim barang,” katanya.
Pengalaman tersebut bahkan diwarnai cerita unik. Mulai dari datang ke rumah karyawan yang kosong, hingga perjalanan panjang berjam-jam menyusuri berbagai daerah. Namun bagi Baehaqi, hal itu menjadi bagian dari komitmennya menjaga hubungan personal dengan karyawan.
“Yang penting saya sudah sampai, sudah menginjak rumahnya. Itu bagian dari silaturahmi,” bebernya.
Tak hanya soal kebersamaan, Baehaqi juga menyinggung pentingnya mengendalikan diri. Terutama dalam lingkungan kerja. Ia mengingatkan adanya berbagai nafsu yang bisa memengaruhi perilaku, seperti iri, malas, atau prasangka buruk.
Menurutnya, karyawan perlu mengembangkan sikap seimbang, yakni menerima kondisi baik maupun sulit dengan bijak.
“Kalau perusahaan maju, kita syukuri. Kalau sedang sulit, kita hadapi bersama,” katanya.
Puncak acara ditandai dengan pemberian doorprize unik. Baehaqi meminta seluruh peserta membuka ketupat yang ada di atas toples nastar. Ternyata di dalamnya terdapat nomor undian.
Karyawan yang mendapatkan angka 2 dan 6, sesuai dengan usia Jawa Pos Radar Semarang ke-26, mendapatkan hadiah. Menariknya, istri direktur, Rokhis Baehaqi, juga memberikan hadiah spesial berupa jam tangan sepasang untuk dua karyawan yang beruntung.
Suasana haru kembali terasa saat Baehaqi memberikan apresiasi khusus kepada Mariati, orang tua dari Annisa, salah satu admin Jawa Pos Radar Semarang. Ibu Mariati rela datang jauh dari Demak untuk menghadiri acara halalbihalal.
"Ini contoh keluarga yang luar biasa. Sudah sepuh seperti ini tapi mau datang ke Semarang. Kita-kita yang punya mobil, yang punya motor, yang masih gagah-gagah, harus mencontoh," ujar Baehaqi.
Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi, Pemimpin Redaksi Rizal Kurniawan, Manajer Bisnis Sugiyanto, Manajer Keuangan Indah Fajarwati, Manajer Pemasaran Zaenuri, dan General Manajer Iskandar.
Setelah itu, seluruh keluarga karyawan diajak melakukan tur keliling kantor baru Jawa Pos Radar Semarang. Suasana riuh dan gembira terdengar dari dalam kantor. Anak-anak karyawan duduk di kursi orang tua mereka bekerja, melihat komputer, hingga berfoto bersama. Acara ditutup dengan makan siang bersama dan foto bersama seluruh karyawan serta keluarga. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi