Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Rumah Quran Daarus Shalihat Semarang Gelar Halalbihalal, Santri Usia 78 Tahun Antusias Ikut Belajar Alquran

Radar Semarang • Minggu, 29 Maret 2026 | 16:55 WIB
Rumah Qur’an Daarus Shalihat Semarang Gelar Halalbihalal, Santri Usia 78 Tahun Antusias Ikut Belajar Alquran.
Rumah Quran Daarus Shalihat Semarang Gelar Halalbihalal, Santri Usia 78 Tahun Antusias Ikut Belajar Alquran.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan halalbihalal yang digelar oleh Rumah Quran Daarus Shalihat Semarang di Klinik Ruby Medika, Minggu (29/3/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan semangat belajar Alquran di kalangan santriwati.

Acara diawali dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadzah Puji Kurniasih. 

Dalam ceramahnya, ia mengajak para peserta untuk terus istiqomah dalam belajar dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan halalbihalal ini diikuti oleh 98 santri dari 8 kelas, dengan rentang usia yang cukup beragam.

Bahkan, salah satu peserta tercatat berusia 78 tahun, menunjukkan bahwa semangat belajar Alquran tidak mengenal batas usia.

Baca Juga: Pemprov Jateng, Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal Bakal Olah Sampah Jadi Listrik

Salah satu santri, Kriswati, membagikan kisah inspiratifnya sebagai seorang mualaf. Ia mengaku awalnya tidak mengenal huruf hijaiyah sama sekali.

“Saya ngaji selama 4 tahun, awalnya tidak tahu sama sekali huruf hijaiyah. Sekarang sudah bisa membaca Alquran,” ujarnya haru.

Rumah Quran Daarus Shalihat yang beralamat di Jalan Potrosari III No. 2B, Srondol Kulon, Semarang ini diikuti oleh santriwati dari warga sekitar dengan usia antara 20 hingga 70 tahun.

Pimpinan Rumah Quran Daarus Shalihat, Rubiyantiningsih, menjelaskan bahwa lembaga ini berdiri pada 4 Mei 2022 dengan tujuan memberikan akses pembelajaran Alquran bagi masyarakat, khususnya perempuan.

“Peserta kami berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari yang belum mengenal huruf hijaiyah hingga yang sudah bisa membaca Alquran dan ingin memperdalam tajwid, tahsin, serta menghafal surat-surat pendek,” jelasnya.

Ia menambahkan, mayoritas peserta merupakan santriwati berusia di atas 45 tahun.

Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka dalam menuntut ilmu.

“Paling banyak pesertanya usia di atas 45 tahun. Tapi itu tidak menghalangi semangat kami untuk terus belajar Alquran,” sambungnya.

Lebih lanjut, Rubiyantiningsih menyebut bahwa berdirinya Rumah Quran Daarus Shalihat tidak lepas dari peran pengasuh Pondok Pesantren Madinah Munawwarah Semarang, KH Yahya Al Mutamakkin, serta Umi Nafisah Ar Rahbini.

Saat ini, tenaga pengajar di Rumah Quran Daarus Shalihat merupakan santriwati dari Pondok Pesantren Madinah Munawwarah Semarang yang secara konsisten membimbing para peserta.

Melalui kegiatan ini, Rumah Quran Daarus Shalihat berharap dapat terus menjadi wadah pembelajaran Alquran yang inklusif dan penuh semangat, khususnya bagi para perempuan yang ingin memperdalam ilmu agama di usia berapa pun.

Editor : Baskoro Septiadi
#Rumah Quran Daarus Shalihat Semarang