Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Aktivis HMI Unissula Semarang Diduga Lecehkan Mahasiswi, Tindakannya Bikin Korban Trauma

Muhammad Hariyanto • Kamis, 26 Maret 2026 | 13:16 WIB
ilustrasi
ilustrasi

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang- eorang mahasiswi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menjadi korban pelecehan seksual seniornya, seorang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berinisial LT.

Korban nyaris diperkosa, namun teriakan korban berhasil membuat LT berhenti. Peristiwa tersebut terjadi pada 16 Februari 2026. Namun korban baru berani melapor ke polisi pada Selasa (17/3).

Tepatnya di Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jateng. 

"Iya, penyidik sudah membuatkan administrasi dan komunikasi dengan pelapor. Nanti pihak BEM hadir ke Direktorat PPA pada Kamis, 26 Maret 2026," ungkap Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (25/3/2026). 

Terduga pelaku merupakan alumni Mahasiswa Unissula Semarang lulusan 2021-2022. Namun masih aktif sebagai kader HMI Sultan Agung, sekarang di LTMI PB HMI. Sedangkan korban merupakan junior pelaku. 

Sementara, Ketua Umum HMI Koordinator Komisariat Sultan Agung Aldi Maulana membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kejadiannya di kamar kos korban.

Disinggung mengenai korban yang baru berani melapor setelah satu bulan lebih, karena korban takut dan trauma. 

"Waktu itu, korban belum berani speak up karena takut dan mengurung diri. Di awal bulan Maret baru korban speak up ke kami," katanya. 

"Namun secara tegas saya tidak membuka identitas korban sebagai bentuk perlindungan dan privasi, keamanan kenyamanan dan martabat korban," imbuhnya.

Berdasar cerita korban ke pihaknya, peristiwa pelecehan tersebut berawal saat korban diajak bertemu LT dengan dalih perpisahan. Korban tidak menaruh curiga dan merespon positif ajakan tersebut. 

Lantaran saat itu sudah larut malam, sekitar pukul 00.00 lebih, dan tidak ingin motoran sendirian, korban pun meminta jemput LT. Korban pun meminta titik penjemputan di tempat ngopi dekat kampus Universitas Semarang (USM). 

Sementara LT ingin menjemput di kos-kosan korban di wilayah Genuk.

Meskipun hujan deras, LT memaksa menerobos hujan dengan menggunakan mantel plastik. 

Korban pun merasa kaget ketika LT sudah memberi kabar bahwa ia sudah berada di depan kosnya.  Korban yang merasa kasihan karena kondisi hujan deras, akhirnya mengizinkan LT masuk. Namun hanya sampai ke ruang tamu lantai dua.

"Sebelumnya sudah diberi tahu kalau kosnya khusus untuk putri, jadi hanya bisa sampai ruang tamu," ujar Aldi Maulana.  

Sesaat kemudian, korban masuk ke kamar berniat mengambil sesuatu. Namun tak disangka, LT memantau posisi kamarnya. 

Korban yang ingin kembali menemui LT, tiba-tiba melihat LT sudah berada di depan kamar dan menarik paksa korban masuk ke kamar. 

"Korban sempat melarang untuk menutup pintu kamar, tetapi dia (LT) tetap menutup pintu dan menguncinya," kata Aldi.

Korban merasa ketakutan, namun masih berusaha untuk tenang. Sebaliknya, LT malah membuka baju dan melepas celana panjang (masih mengenakan celana pendek) dan mematikan lampu.

Kemudian menarik paksa tangan korban untuk menuruti permintaan LT. Korban menolak dan berontak.

Rupanya hal tersebut tak menyurutkan LT untuk melancarkan aksinya. Ia terus berupaya memperkosa korban.

“Pelaku baru berhenti setelah korban mengancam akan berteriak,” katanya. 

Pasca kejadian itu korban trauma. Merasa tidak terima, korban melaporkan kejadian itu ke Polda Jateng.

"Saya sendiri menaruh perhatian serius terhadap kondisi korban, khususnya dalam aspek pemulihan psikologis dan rasa aman," ujar Aldi. 

Pihaknya mendorong ada pendampingan yang komprehensif baik secara psikologis sosial maupun hukum. 

Sebagai tindak lanjut, pihaknya juga telah melakukan koordinasi internal membuka ruang klarifikasi terhadap pihak yang diduga terlibat, serta memastikan proses ini berjalan secara objektif, transparan, dan berkeadilan. (mha/zal)

Editor : Muhammad Rizal Kurniawan
#Ketua Umum HMI Koordinator Komisariat Sultan Agung Aldi Maulana #Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto #Polda Jateng #Universitas Islam Sultan Agung Semarang #HMI Cabang Semarang