Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Kota Semarang, Siang Panas Malam Hujan Deras

Adennyar Wicaksono • Selasa, 24 Maret 2026 | 20:23 WIB

Ilustrasi ketika hujan deras turun dari atap rumah  (freepik/Kireyonok_Yuliya)
Ilustrasi ketika hujan deras turun dari atap rumah (freepik/Kireyonok_Yuliya)

RADARSEMARANG.ID, Semarang– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ahmad Yani Semarang, menyebut jika potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di Ibu Kota Jateng.

Salah satunya panas terik pada siang hari yang kemudian berubah menjadi hujan pada malam hari dalam beberapa hari terakhir.

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah posisi matahari yang saat ini semakin dekat dengan garis khatulistiwa, sehingga intensitas panas yang diterima permukaan bumi menjadi lebih maksimal.

Baca Juga: Puncak Arus Balik, 143.749 Pemudik Gunakan Kereta Api, Diprediksi Masih Ada Gelombang Kedua

Dia menerangkan, tutupan awan pada siang hari cenderung minim, sehingga sinar matahari langsung menyinari permukaan tanpa banyak hambatan.

Kondisi ini diperkuat dengan fase peralihan musim atau pancaroba yang sedang berlangsung.

“Cuaca terik di siang hari ini dipengaruhi posisi matahari yang mendekati ekuator, tutupan awan yang sedikit, serta saat ini masih masa transisi atau pancaroba,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (24/3).

Menurutnya saat ini wilayah Semarang belum sepenuhnya memasuki musim kemarau. Kondisi yang terjadi masih merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Diprediksi, awal musim kemarau di wilayah pantura Kota Semarang terjadi pada dasarian kedua April.

Sementara untuk wilayah Semarang bagian selatan, musim kemarau diprediksi datang pada dasarian pertama Mei.

Baca Juga: Libur Lebaran, Kota Lama Semarang Diserbu Wisatawan

“Untuk wilayah pantura Semarang, musim kemarau diperkirakan mulai dasarian kedua April, sedangkan Semarang selatan pada dasarian pertama Mei,” jelasnya.

Menanggapi isu musim kemarau yang disebut akan berlangsung lebih panjang, Ferry meluruskan bahwa yang terjadi bukanlah durasi yang lebih lama, melainkan pergeseran waktu awal musim kemarau yang datang lebih cepat di sejumlah wilayah, termasuk Kota Semarang.

“Bukan lebih panjang, tetapi di beberapa daerah musim kemarau datang lebih awal, termasuk Semarang yang maju sekitar satu dasarian,” tegasnya.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama masa pancaroba. Perubahan cuaca yang terjadi dapat berlangsung secara tiba-tiba, dari kondisi panas terik menjadi hujan lebat yang disertai angin kencang dalam waktu singkat.

“Kami menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama potensi hujan lebat dan angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba,” pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #HUJAN #BMKG #Cuaca Ekstrem