RADARSEMARANG.ID, Semarang - Polrestabes Semarang masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait kejadian ledakan petasan di Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Jumat (20/3/2026).
Bahkan, pemilik barang petasan bernama T, juga bakal terancam hukuman pidana atas kejadian ini.
"Iya, kita upayakan arahnya ke sana. Makanya sedang kita lakukan proses penyelidikan," ungkap Kapolrestabes Semarang Brigjen Pol M Syahduddi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (20/3/2026).
Kapolrestabes juga tidak menampik, T bakal menjadi tersangka kaitannya peristiwa tersebut hingga menimbulkan korban jiwa.
Menurutnya, sekarang ini kepolisian masih melakukan pendalaman, termasuk asal-usul petasan yang diperoleh T.
"Kemungkinan bisa ke arah situ ada, karena kan kita sedang melakukan proses pendalaman," tegasnya.
"Dari mana yang bersangkutan mendapatkan bahan produk tersebut, membelinya di toko online, siapa pemasoknya, itu kan pasti kan kita bisa temukan," bebernya.
Menanggapi ancaman hukuman atas perbuatan dan dampak yang dilakukan oleh T, Kapolrestabes mengatakan nantinya menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
"Ya, nanti, kita kan belum tahu pengungkapannya seperti apa. Nanti setelah kita ungkap baru nanti kita akan rilis lagi," ujarnya.
Terkait kejadian ledakan tersebut, Kapolrestabes membeberkan informasi yang diterima penyidik Satreskrim Polrestabes Semarang, peristiwa ini terjadi kurang lebih sekitar pukul 01.00 dini hari.
"Peristiwa ledakan ini mengakibatkan adanya korban, ada dua orang luka dan satu orang meninggal," katanya.
T selamat dari kejadian ini, sebab saat peristiwa terjadi sedang berada di luar rumah.
Nahas, keponakannya bernama Gilang meninggal di dalam dalam kondisi mengenaskan.
Sedangkan empat orang lainnya selamat, dua diantaranya mengalami luka.
"Hanya luka ringan, hanya lecet-lecet saja, di tangan, di bagian badan. Awalnya dirawat di rumah sakit Kariadi Semarang, sekarang sudah kembali," jelasnya.
Sesaat mendapat laporan tersebut, Satreskrim Polrestabes Semarang berkoordinasi dengan Tim Inafis, termasuk juga Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah dan juga tim Gegana Polda Jawa Tengah untuk melakukan tugas terkait dengan adanya ledakan tersebut.
"Nah, hasil kegiatan sterilisasi yang tadi sudah dilaksanakan oleh teman-teman dari tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Tengah, TKP dinyatakan steril dan sudah tidak ada lagi barang bukti ataupun barang peledak yang diduga menjadi faktor penyebab terjadinya ledakan dini hari tadi," bebernya.
Menanggapi terkait yang menyebabkan petasan tersebut meledak, Kapolrestabes mengatakan tim dari kepolisian masih melakukan penyelidikan.
"Mereka sedang bekerja, mereka sedang mendalami dan nanti akan diinfokan faktor penyebab terjadinya ledakan tersebut. Namun dugaan sementara patut diduga ledakan tersebut berawal dari adanya ledakan mercon yang dimiliki oleh penghuni rumah," tegasnya.
"Dari keterangan pemilik rumah adalah salah satu anak inisial T yang membeli bahan produk tersebut dari toko online TikTok Shop," sambungnya.
Lanjutnya mengatakan, kepolisian juga mendalami semuanya termasuk jaringan teman-teman T, termasuk juga penjual barang petasan ataupun pemasoknya
"Dan ini sedang dilakukan proses penyelidikan oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Semarang," katanya.
"Nah, kemudian juga kami sudah melakukan autopsi terhadap korban yang meninggal, dan tadi sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan sudah dilakukan proses autopsi dan nanti tinggal kita menunggu hasilnya seperti apa," pungkasnya.
Sebelum diberitakan, seorang anak berusia 9 tahun meninggal akibat ledakan petasan di dalam rumah di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 01.00.
Kejadian tersebut, seorang bocah berusia 9 tahun ditemukan meninggal. Kemudian, dua orang lainnya, RL, 25, dan Rondiyah, 50, mengalami luka lecet.
Paman korban, Taufik, mengungkapkan, keponakannya sempat membeli bahan petasan secara daring beberapa hari sebelum kejadian.
"Beberapa hari lalu, beli obat mercon melalui COD online. Iya, belinya lewat online," katanya.
Taufik juga menyebut kondisi keluarga masih diliputi trauma setelah peristiwa tragis tersebut.
"Saat ini masih trauma. Yang meninggal keponakan saya masih kelas 2 SD, yg luka ada 3 orang," jelasnya.
Sementara, Kapolsek Gayamsari Kompol Yuna Ahadiyah mengatakan pihaknya telah melakukan langkah awal penanganan di lokasi kejadian, termasuk berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang dan Brimob Polda Jawa Tengah untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Saat ini kami telah mendatangi TKP, mengumpulkan keterangan dari saksi saksi, memasang garis polisi, dan berkoordinasi dengan pimpinan untuk upaya penyelidikan selanjutnya," katanya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi