Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Warga Serbu Pasar Peterongan Semarang, Berburu Selongsong Ketupat hingga Bunga Tabur

Figur Ronggo Wassalim • Kamis, 19 Maret 2026 | 14:10 WIB

Suasana jelang lebaran di Jalan Lampersari, Kawasan Pasar Peterongan, Kamis (19/3) pagi.
Suasana jelang lebaran di Jalan Lampersari, Kawasan Pasar Peterongan, Kamis (19/3) pagi.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kawasan Pasar Peterongan, tepatnya Jalan Lampersari, Kamis (19/3), diserbu warga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. 

Sejak pagi, trotoar dipadati ratusan pedagang dan pembeli yang berburu kebutuhan khas Lebaran. Mulai dari janur, selongsong ketupat, ayam, hingga bunga tabur. 

 Baca Juga: Momentum Hari Raya Nyepi, 16 Narapidana Hindu di Jawa Tengah Terima Remisi

Deretan lapak memanjang hampir tanpa jeda. Tumpukan daun pisang, anyaman ketupat, janur kuning, hingga bunga sedap malam memenuhi sisi jalan.

Aroma khas daun segar bercampur wangi bunga. Sementara suara tawar-menawar bersahutan di tengah kerumunan warga.

Tak hanya bahan utama ketupat, kebutuhan dapur lain juga tersedia lengkap.

Mulai ayam potong, kelapa, hingga kelapa parut siap pakai yang dijual sekitar Rp 13 ribu per buah. Semua seolah menjadi satu paket persiapan Lebaran dalam satu lokasi.

Jumiati, 53, salah satu pedagang, tampak sibuk melayani pembeli bersama anaknya. Warga Bangetayu Wetan, Genuk, itu sudah puluhan tahun berjualan di tempat tersebut. 

Ia menjajakan daun pisang, janur, selongsong ketupat, hingga tempe dan tali.

Janur mentah dijual sekitar Rp 10 ribu per ikat, sementara selongsong ketupat dibanderol Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu tergantung ukuran. 

"Sudah lama sekali jualan di sini. Dari belum punya anak sampai sekarang sudah punya cucu," ujarnya.

Tak jauh dari Jumiati, Saropah, 55, menawarkan kupat berbahan daun siwalan. Warnanya lebih pucat, namun memiliki keunggulan tersendiri. 

"Kalau dimasak, kupatnya jadi lebih putih," jelas warga Kembangarum, Mranggen, Demak itu. 

Kupat siwalan dijual sekitar Rp 25 ribu per ikat. Demi berjualan, ia rela datang lebih awal dan bermalam di trotoar. "Sudah dari kemarin di sini, nginap juga di sini," tuturnya.

Sementara itu, Istiqomah, 37, melengkapi kebutuhan warga dengan menjual ayam dan perlengkapan dapur.

Ia datang sejak tengah malam, meneruskan usaha orang tuanya yang sudah dijalani sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. 

Kini, sebagai generasi kedua, ia tetap setia berjualan setiap musim Lebaran. Harga ayam jawa potong mencapai Rp 150 ribu per ekor. 

Ia juga menjual selongsong ketupat Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu serta daun pisang Rp 10 ribu. Dalam sekali berjualan, ia bisa membawa hingga ribuan selongsong ketupat yang biasanya langsung habis. 

Meski demikian, cuaca menjadi tantangan tersendiri. "Kalau kemarau itu panas sekali, kalau hujan ya basah," imbuhnya.

Tak hanya kebutuhan dapur, bunga tabur dan bunga hias juga ramai diburu. Surti, pedagang asal Salatiga, menjual berbagai jenis bunga seperti aster, krisan, dan marigold dengan harga Rp 15 ribu, atau dua ikat Rp 25 ribu. 

 Baca Juga: Fadhilah Keutamaan Salat Tarawih Malam ke 30 Ramadan 2025, Pahalanya Allah Akan Memberikan Makanan, Minuman dan Mandi di Surga

Bunga tersebut digunakan untuk ziarah makam maupun pengharum ruangan alami.

Dalam dua hari, dagangannya bisa ludes hingga 150 - 200 ikat. "Bisa tahan sampai satu bulan asal direndam air," katanya.

Dari sisi pembeli, tradisi ini juga terus terjaga. Supiah, salah satu warga, membeli janur untuk kebutuhan memasak ketupat Lebaran.

"Rp 10 ribu dapat ini," ujarnya sambil menunjukkan belanjaannya. 

Ia mengaku akan memasak ketupat opor untuk keluarga, hidangan yang selalu hadir setiap Lebaran.

Hal serupa disampaikan Jannah, warga Muktiharjo Kidul, yang setiap tahun datang ke Pasar Peterongan. 

Baginya, kawasan ini menjadi pusat belanja yang paling lengkap. "Dari kecil sudah diajak orang tua ke sini. Komplet semua ada," katanya. 

Ia membeli selongsong ketupat sekitar Rp 12 ribu per ikat, serta bahan lain seperti ayam dan kebutuhan memasak sambal goreng.

Selain itu, pembeli lain, Istianto, juga memanfaatkan momen ini untuk melengkapi kebutuhan rumah.

Ia memilih membeli bunga sedap malam untuk menghias ruang tamu menjelang Lebaran. "Untuk ruang tamu," ujarnya.

 Baca Juga: Hasil Orleans Masters 2026: Amri-Nita Lolos ke Babak 16 Besar, Adnan-Indah Tersingkir

Bunga tersebut ia dapatkan dengan harga sekitar Rp 20 ribu. Selain bunga, ia juga membeli kebutuhan sembako, meski tidak membeli janur karena sudah tersedia di rumah.

Hingga siang, arus pembeli terus mengalir. Lampersari tak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang bertemunya tradisi, ekonomi, dan kenangan. 

Kondisi keramaian serupa juga tampak di sejumlah pasar lain di Kota Semarang, seperti Pasar Karangayu, Pasar Bulu, hingga kawasan Penggaron.

Lonjakan aktivitas jual beli menjelang Lebaran menjadi penanda kuat bahwa tradisi dan kebutuhan masyarakat masih terus hidup dan berputar dari tahun ke tahun. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #Ketupat #PASAR PETERONGAN #Janur