RADARSEMARANG.ID, Semarang - Meski intensitas hujan di kota Semarang sudah mulai menurun, namun potensi ancaman bencana tanah longsor masih menjadi ancaman.
Selain ancaman bencana angin puting beliung, banjir dan pohon tumbang. Sejak awal bulan Maret tercatat lebih dari 400 titik dilaporkan terjadi pohon tumbang yang tak hanya mengakibatkan kerugian materiil, namun korban jiwa.
Setelah bencana tanah longsor di kawasan Pudakpayung, Banyumanik, tanah longsor juga terjadi di wilayah Banyumanik.
Talut yang berada di Perumahan Alam Firdaus, RT 06 RW 02, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, alami longsor.
Dari pantauan RadarSemarang.ID tampak talud yang longsor memiliki panjang sekitar 17 meter dengan ketinggian kurang lebih 5 meter.
"Ini karena kemarin kan curah hujannya tinggi, air mengerus talut dan longsor," ungkap Daniel,salah satu warga Perumahan.
Material talut yang ambrol talut setinggi kurang lebih 5 meter sebagian menimpa halaman rumah m salah satu warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.