Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Talut 5 Meter di Kompleks Perumahan Alam Firdaus Semarang Ambrol, Begini Kondisinya

Sulistiono • Selasa, 10 Maret 2026 | 09:58 WIB

Warga dan aparat kepolisian melihat kondisi longsor dikompleks Perumahan Alam Firdaus.
Warga dan aparat kepolisian melihat kondisi longsor dikompleks Perumahan Alam Firdaus.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Meski intensitas hujan di kota Semarang sudah mulai menurun, namun potensi ancaman bencana tanah longsor masih menjadi ancaman.

Selain ancaman bencana angin puting beliung, banjir dan pohon tumbang. Sejak awal bulan Maret tercatat lebih dari 400 titik dilaporkan terjadi pohon tumbang yang tak hanya mengakibatkan kerugian materiil, namun korban jiwa.

Setelah bencana tanah longsor di kawasan Pudakpayung, Banyumanik, tanah longsor juga terjadi di wilayah Banyumanik.

Talut yang berada di Perumahan Alam Firdaus, RT 06 RW 02, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, alami longsor. 

Dari pantauan RadarSemarang.ID tampak talud yang longsor memiliki panjang sekitar 17 meter dengan ketinggian kurang lebih 5 meter.

"Ini karena kemarin kan curah hujannya tinggi, air mengerus talut dan longsor," ungkap Daniel,salah satu warga Perumahan.

Material talut yang ambrol talut setinggi kurang lebih 5 meter sebagian menimpa halaman rumah m salah satu warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Sistem One Way dan Ganjil Genap Diterapkan Selama Arus Mudik Lebaran 2026 dari Tol Cikampek sampai Kalikangkung, Ini Jadwalnya 
 
"Alhamdulillah material talud yang longsor tidak sampai menimpa rumah warga, hanya ngebruki halaman rumah," imbuh Daniel. 
 
Warga mengkhawatirkan jika curah hujan masih tinggi berpotensi  terjadi longsor susulan, karena kondisi tanah di lokasi yang masih labil.
 
"Ya khawatir juga mas, nanti akan terjadi longsor susulan karena tanahnya labil, tapi mudah-mudahan curah hujan tidak sederas kemaren-kemaren," harap Pratikno, warga lainnya. 
 
Kasus tanah longsor di wilayah Banyumanik ini adalah yang kedua kalinya di lingkungan perumahan.
 
Sebelumnya pada pertengahan Februari lalu, bencana tanah longsor juga terjadi kompleks Perumahan Grand Panorama, Pudakpayung. (sls)
 
 
 
 
Editor : Baskoro Septiadi
#Banyumanik #semarang #Talud #LONGSOR #BENCANA ALAM #HUJAN #bencana hidrometeorilogi #talud ambrol