RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kabar gembira bagi warga Semarang, perbaikan turunan Jalan Gombel Lama akan dimulai April 2026.
Prediksinya pengerjaan jalan ini akan memakan waktu hingga tujuh bulan.
Diketahui perbaikan turunan Gombel Lama ini masuk dalam preservasi Jalan Semarang - Sruwen yang ditargetkan rampung akhir 2027.
Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 181 miliar dengan panjang ruas 57,76 kilometer.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta Moch Iqbal Tamher menjelaskan pengerjaan turunan Gombel sengaja dijadwalkan setelah arus mudik dan balik Lebaran selesai. Tujuannya tak lain untuk menghindari kemacetan.
"Hasil kesepakatan dengan teman-teman, kita lakukan nanti setelah lebaran saja, karena kalau sebelum lebaran akan mengganggu nanti arus pemudik," kata Iqbal saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (8/3).
Ia menjelaskan jalan Gombel ini menjadi rute utama penghubung Kota Semarang menuju Solo, Magelang, Temanggung, juga Yogyakarta.
Karena itu ketika perbaikan dilakukan menjelang arus mudik, akan menimbulkan kemacetan.
Terlebih Kementerian Perhubungan sudah mewanti-wanti agar seluruh pengerjaan jalan dihentikan sementara H-10 lebaran, dan mulai dilanjutkan H+10 lebaran mendatang.
"Kalau sebelum lebaran akan mengganggu nanti arus pemudik karena ruas dari arah Semarang menuju ke Solo ke arah Bawen, terus nanti pecah ke Magelang, ada yang ke arah Boyolali maupun Solo, itu akan terganggu kalau terlalu banyak kegiatan konstruksinya di wilayah Gombel kalau kita lakukan (perbaikan) sebelum lebaran," bebernya.
Menurutnya, perbaikan di turunan Gombel Lama membutuhkan waktu cukup lama karena bukan sekadar pengaspalan biasa.
Struktur jalan harus dibongkar total karena berada di area patahan tanah.
"Karena memang itu (turunan Gombel) harus kita bongkar semuanya. Karena daerah patahan di situ. Jadi tidak bisa kita aspal seperti biasa. Itu harus ada pembuatan struktural fondasi yang panjang, bore pile, baru kita tangani. Lebih banyak struktural jadi lama, sekitar tujuh bulan," tegasnya.
Kendati demikian pada tahap akhir permukaan jalan tetap akan dilapisi aspal. Namun sebelumnya akan dibangun struktur beton dan dinding penahan tanah (DPT) untuk memperkuat konstruksi jalan.
"Produk terakhirnya memang aspal tapi ada kegiatan semacam jembatan ya, DPT-nya juga beton. Nanti produk akhirnya memang ada aspal, ditutupnya," ungkapnya.
Lebih lanjut selama proses perbaikan berlangsung, arus lalu lintas di turunan Gombel akan dialihkan. Kendaraan dari arah Semarang menuju Bawen dan sekitarnya akan diarahkan ke jalur Gombel Baru yang selama ini dikenal sebagai jalur menanjak.
"Arusnya kita pindahkan ke Gombel Baru yang sekarang posisi menanjak. Nanti kita buat dengan sepakat dengan Korlantas dan Dishub Kota, itu nanti akan ada pengalihan arus, contra flow-nya di situ. Karena jalur yang menuju ke bawah itu akan kita ganti setelah lebaran," pungkasnya.
Masyarakat pengguna jalan diimbau bersabar dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas selama masa pengerjaan, khususnya saat pengalihan arus di kawasan Gombel mulai April 2026 mendatang. (kap)