RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tanggul Sungai Plumbon kembali jebol, Rabu (4/3) dini hari. Kali ini jebolan tanggul terjadi di RW 1, Kelurahan Mangkang Kulon, dan berdampak pada sekitar 50 lebih kepala keluarga yang kebanjiran.
Menurut informasi yang dihimpun, curah hujan sudah tinggi sudah mulai terjadi Selasa (3/3) malam, saat itu aliran air Sungai Plumbon sudah mulai penuh.
Baru sekitar pukul 01.30 Rabu (4/3), akhirnya tanggul tidak mampu menahan tingginya debit air hingga akhir jebol dengan panjang 25 meter.
"Setelah jebol langsung tinggi airnya, warga banyak yang ngga tahu karena memang itu saat jam istirahat," kata Waluyo warga RT 1 RW 1 Mangkang Kulon, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (4/3).
Saking cepatnya aliran air sungai merendam rumah warga, dari pantauan Jawa Pos Radar Semarang banyak warga yang tidak bisa menyelamatkan barang berharga seperti sepeda motor, mobil, alat elektronik dan lainnya. Mereka harus pasrah semua terendam secara tiba-tiba.
"Mayoritas belum pada bangun persiapan sahur , jadi ngga beres-beres,"ujarnya.
Rabu (4/3) siang, warga dibantu Damkar, DPU, dan pihak Kecamatan Tugu melakukan pembersihan rumah warga.
Selain itu banjir ini juga merendam sebuah sekolah yakni MI Miftahul Athfal, Pondok Pesantren, serta satu unit Masjid.
Erna salah satu warga, mengaku sebelum terjadi banjir karena tanggul jebol, tanggul di Sungai Plumbon yang masuk wilayah Mangkang Kulon ini sudah banyak yang retak dan rembes ketika hujan.
"Memang sudah banyak retakan dan rembesan air di tanggul, ya tiba-tiba ini malah jebol disaat warga sudah pada tidur dan tidak bisa apa-apaan," keluh wanita yang merupakan istri Ketua RW I Kelurahan Mangkang Kulon ini.
Menurut Erna, banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang berharga karena air datang mendadak.
Bahkan dadi kabar yang dia dengar, ada tetangganya yang kehilangan emas hingga uang tunai akibat terseret banjir.
"Motor, mobil dan elektronik milik warga banyak yang tidak bisa diselamatkan. Ada juga warga yang kehilangan harta benda lain karena tersapu air banjir," tambah dia.
Selain kerugian materiil, dampak banjir juga mengganggu aktivitas anak-anak sekolah. Erna menyebut anaknya yang seharusnya mengikuti ujian terpaksa izin.
Dia menerangkan warga membutuhkan bantuan air bersih dan sembako untuk memenuhi kebutuhan harian.
"Warga berharap ada penanganan cepat agar tanggul yang jebol segera diperbaiki dan kejadian serupa tidak terulang kembali," pintanya.
Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Tugu, Muhammad Khoirul Amir, mengatakan titik tanggul yang jebol berada di RT 1 RW 1 Mangkang Kulon dengan panjang kurang lebih 25 meter.
Penanganan sementara kata dia, sudah dilakukan pembersihan dengan sistem kerja bakti. Sementara titik tanggul yang jebol berusaha ditambal, secepatnya mengingat cuaca buruk masih terjadi.
“Di RT 1 RW 1 Mangkang Kulon, sekitar 50 kepala keluarga atau kurang lebih 120 warga terdampak. Selain rumah warga, ada juga fasilitas umum seperti pondok dan sekolah MI yang ikut terdampak,” jelasnya. (den)