RADARSEMARANG.ID, Semarang - Petugas gabungan melakukan pemeriksaan 66 sampel dari makanan takjil di Bazar UMKM di depan Gedung Mulyadi Dom, Kecamatan Tembalang, Selasa (3/3/2026) sore.
Petugas gabungan tersebut dari BPOM Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang.
Masing-masing dari dinas tersebut berbagai tugas untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan masing-masing sampel makanan.
Pemeriksaan dari pihak BPOM Semarang, tidak menemukan hasil positif dari sampel makanan yang diperiksa.
"Alhamdulillah. Negatif ya, jadi tidak ada yang mengandung bahan berbahaya," ungkap Kepala BPOM Semarang, Rustyawati dilokasi pengecekan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (3/3/2026).
Namun demikian, ada satu sampel makanan yang mengandung bahan kimia, hasil pemeriksaan dari petugas Dinas Kesehatan Kota Semarang.
"Secara total ada 66 sampel makanan yang diperiksa. Iya, tadi ada satu makanan sampel yang diambil dari Dinas Kesehatan, Kerupuk Gendar mengandung borak," bebernya.
Pemeriksan ini akan terus dilakukan selama bulan Ramadan terhadap makanan takjil di berbagai tempat kegiatan UMKM.
Kegiatan ini sebagai antisipasi dan pencegahan adanya makanan yang mengandung makanan berbahaya.
"Karena memang di bulan Ramadan ini sangat banyak sekali masyarakat yang menjajakan produk-produknya. Yang tadinya tidak pernah sama sekali tiba-tiba bikin produk," bebernya.
"Dan itu perlu kita awasi juga. Jangan sampai nanti akan timbul keracunan," tegasnya.
Menurutnya, temuan makanan tersebut langsung diamankan. Sedangkan penjual masih diperbolehkan untuk menjajakan makanan lainnya yang aman dari bahan kimia.
"Ya tadi kita kasih pembinaan, kita berikan arahan," imbuhnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, membenarkan adanya temuan sampel makanan yang ditemukan dari hasil pemeriksaan petugas Dinas Kesehatan.
"Kerupuk gendar, pecel dia. Itu memang penyakit selama ini ya. Karena dia pengin renyah tidak melempem, makanya dikasih kandungan borak, yang melebihi batas ambang normal," bebernya.
Menanggapi batas ambang normal, Hakam mengatakan hal tersebut kaitannya teknis petugas.
Namun demikian, pihaknya juga menyebut makanan yang mengandung bahan kimia akan menyebabkan penyakit.
"Kalau boraks itu kan pastinya akan mencetuskan resiko cancer kan kalau lama-lama dikonsumsi. Jadi jangan dikonsumsi," tegasnya.
Langkah selanjutnya, Hakam mengatakan akan terus berkolaborasi dengan dinas terkait untuk melakukan pengawasan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat.
"Kan risikonya nanti ke tempat kita juga. Orang-orang yang bermasalah kesehatan," katanya.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Endang Sarwiningsih Setyawulan mengatakan tidak hanya melakukan pengawasan pangan segar. Tetapi juga terhadap olahan pangan.
"Kolaborasi ini terus kita lakukan tidak hanya di sini tapi juga di pasar tradisional danau aku dekat besok kita juga ada di pasar Peterongan, juga pasar Karangayu," katanya.