RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebuah rumah di Jalan Dr Wahidin Semarang hangus terbakar, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 07.30.
Kebakaran tersebut juga merenggut satu nyawa yaitu penghuni rumah. Korban diketahui bernama RS Wahyono, mengalami luka bakar dan meninggal di dalam rumah.
Terlihat, rumah tersebut berlokasi tepi jalan raya, samping rumah merupakan sebuah gang menuju perkampungan Karang Panas, Kecamatan Candisari.
Rumah yang terbakar tersebut, satu bangunan dengan yang depannya dipakai untuk toko kelontong sembako, milik korban.
Bangunan rumah tersebut hangus tinggal rangka dan tembok. Atap bangunan hangus.
Perabotan dan seisi dalam warung kelontong tersebut juga hangus.
Sementara, petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan sisa-sisa api di tengah bangunan yang sudah habis terbakar.
Informasi yang diperoleh, kali pertama yang mengetahui munculnya api dalam rumah tersebut seorang yang berada di minimarket, bersebelahan jarak satu bangunan dengan rumah korban.
Saksi ini teriak-teriak setelah melihat adanya kepulan yang keluar bersumber dari rumah korban. Kemudian, para tetangga yang mendengar teriakan kebakaran itu langsung merespon cepat untuk berupaya memberitahu pemilik rumah.
"Saya dengar ada ibu-ibu teriak-teriak minta tolong, saya lagi di dalam rumah baru bangun tidur," ungkap warga sekitar, Sugi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, saat itu asap masih belum terlalu besar. Saat rumah milik Wahyono digedor tak ada respons, warga pun mendobrak pintu tersebut.
"Pas pintu sudah didobrak itu baru api langsung gede, asap sudah hitam pekat. Mau matiin pakai air, gak tau mau ambil airnya dimana" jelasnya.
Rumah tersebut didalamnya terdapat tiga orang. Selain korban ada juga Lilis dan suaminya, Broto. Namun, mereka berdua juga sedang tidur, berada di ruangan belakang.
"Kami nggak berani masuk, apinya besar. Bapak yang punya rumah masih tidur. Terus langsung ada bapak-bapak yang telepon pemadam," katanya.
Setelah beberapa saat, datang tiga unit mobil pemadam kebakaran dan langsung berupaya memadamkan api.
Api berhasil dipadamkan setelah menyusul tiga unit berikutnya dari mobil Damkar.
Hingga kemudian, para penghuni rumah dan warga mengevakuasi korban. Nahas, korban tidak terselamatkan ditemukan meninggal di ruangan tengah. Kondis tubuh korban melepuh luka bakar.
Selanjutnya, dievakuasi keluar dan jenasah dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang guna keperluan lebih lanjut.
Ketua RW setempat, Yoni, mengatakan, korban sudah berusia senja dan pikun. Tubuhnya disebut 90 persen terkena luka bakar.
"Pemilik rumah, Pak Wahyono tadi sudah diinformasikan meninggal, katanya dengan luka bakar sampai 80-90 persen. Beliau tinggal di sini sama anak, menantu," ucapnya.
"Pak Wahyono memang sudah sepuh, tapi dia masih aktif berjualan di toko kelontong. Nggak mau duduk manis seperti lansia biasanya, tapi punya semangat untuk mencari kebutuhan hidupnya sendiri," pungkasnya.
Kanitreskrim Polsek Candisari, Iptu Bunawi membenarkan adanya kejadian tersebut dan merenggut satu orang penghuni rumah.
Kapolsek Candisari, Iptu Rudi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya menyebut penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.
"Benar ada kebakaran, satu orang meninggal. (Penyebab) belum diketahui, masih didalami penyebabnya," katanya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi