Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Penjaga Toko Buah di Banyumanik Semarang Ngamuk Bacok Tiga Orang, Begini Kronologinya

Muhammad Hariyanto • Rabu, 18 Februari 2026 | 21:52 WIB
Tampang pelaku yang penjaga toko buah yang ngamuk dan bacok tiga orang di Banyumanik
Tampang pelaku yang penjaga toko buah yang ngamuk dan bacok tiga orang di Banyumanik

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Aksi pembacokan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Gaharu, Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 22.00. 

Kejadian ini, tiga orang mengalami luka hingga berdarah-darah. Tiga orang korban yakni Nurfitri, 43, warga Pedalangan, Banyumanik. 

Korban Nurfitri, mengalami luka paling parah bagian telapak tangan kiri. Darahnya mengucur deras akibat sabetan senjata tajam pelaku. 

Kemudian, dua korban lainnya, Ibnu Vaozi, 25, warga Pagerkukuh, Wonosobo Kabupaten Wonosobo, mengalami luka lengan tangan kiri 

Eko Nurcahyo, 26, warga Bangunharjo, Banyumanik, yang akrab disapa Bagong, juga luka bagian lengan kiri. 

Selanjutnya, korban dilakukan penanganan medis tim ambulan hebat yang mendapat laporan kejadian ini. 

Berdasarkan informasi yang beredar rumah uang menjadi sasaran pembacokan tersebut dihuni Tri Wulandari, 46. Dan dalam rumah tersebut terdapat tujuh orang.

Tri Wulandari mengaku, tidak mengetahui secara persis sebab musabab pemicu kejadian ini.

Menurutnya, pelaku datang ke rumahnya dan langsung ngamuk dan langsung membabi buta melakukan pembacokan.

"Penjaga dari toko buah itu jalan ke rumah saya, bawa parang atau golok, goyang-goyangkan pagar, lalu dia masuk bacok-bacok langsung kena tiga orang," katanya.

Pemilik rumah juga mengaku, turut menjadi sasaran pembacokan tersebut. Beruntungnya, berhasil menyelematkan diri keluar rumah, meskipun, pada akhirnya sempat pingsan.

"Saya juga diancam, hampir kena. Saya langsung tarik selamatkan anak saya. Saya sempat pingsan di teras, sampai anak saya bangunin," katanya.

Belum diketahui secara pasti penyebab atau motif dalam pembacokan ini. Informasi yang diperoleh, pelaku sudah diamankan pihak Polsek Banyumanik guna dilakukan penanganan lebih lanjut. 

Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo membernarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya juga mengaku, pelaku juga sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan penyidik Polsek Banyumanik.

"Iya, sudah kami tahan. Tersangka Sukirno, 41, warga Kawuran, Sranten Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (18/2/2026).

Kompol Hengky juga membeberkan, awalnya pelaku mendatangi rumah kontrakan, sendirian dan membawa parang.

Sesampainya didepan rumah kontrakan Nurfitri, pelaku menggedor gedor pagar rumah dengan menggunakan parang, kemudian sambil marah marah pelaku.

"Pelaku langsung masuk keruang tamu dan mengayun-ayunkan parangnya dan sambil marah marah, pelaku membacok para korban, yang salah satunya datang bermaksud akan melerai. Tetapi korban ikut kena bacok oleh pelaku," bebernya.

Setelah melakukan pembacokan, pelaku keluar rumah meninggalkan lokasi kejadian. Setelan mendapat pelaporan, kepolisian langsung mendatangi lokasi melakukan olah TKP. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, pelaku berhasil diamankan.

"Ngakunya, tersangka ini curiga, korban mencuri. Tapi hanya curiga, dan korban tidak mencuri. Ini masih kita dalami, kita kembangkan untuk mengungkap motifnya," katanya.

Barang bukti yang diamankan berupa satu senjata tajam parang atau golok.

Tersangka juga masih mendekam di ruang tahanan Polsek Banyumanik untuk proses hukum selanjutnya. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 466 kasus penganiayaan. (mha)

 
 
Editor : Baskoro Septiadi
#Pembacokan di Banyumanik Semarang #Impor energi Indonesia AS #Penjaga toko buah di Semarang ngamuk #Kasus pembacokan di Semarang #Penjaga toko buah bacok tiga orang di Banyumanik Semarang