Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pemotor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Sekitar Bendungan Pleret Semarang, Begini Kata Saksi

Muhammad Hariyanto • Rabu, 18 Februari 2026 | 14:37 WIB

Pemotor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Bendungan Pleret Semarang, Begini Cerita Saksi

Sepeda motor warna merah, helm dan batang pohon yang menimpa korban
Sepeda motor warna merah, helm dan batang pohon yang menimpa korban

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemotor berboncengan mengalami musibah tertimpa pohon tumbang saat melintas di Jalan Raya tepi Bendungan Pleret, Semarang Selatan, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 11.00.

Akibatnya, satu orang meninggal, dua lainnya mengalami luka. Korban meninggal bernama W, perempuan warga Ngijo, Kecamatan Gunungpati.

Korban tertimpa patahan batang pohon jenis angsana di tepi jalan, persisnya samping pagar pembatas area jalan raya dengan bantaran sungai Banjir Kanal Barat (BKB).

Nampak, ada juga motor matik Yamaha yang dikendarai tiga orang korban berboncengan, mereka merupakan satu keluarga.

Sedangkan dua korban luka mendapat penangan medis tim ambulans. Sedangkan korban meninggal dievakuasi ke kamar jenasah RSUP dr Kariadi Semarang guna keperluan lebih lanjut.

Tampak ceceran darah juga masih membekas di jalanan. Sementara potongan batang pohon juga masih tersisa, di tepi jalan.

Salah satu saksi mata, Anto, mengaku hendak berangkat ke kantornya di daerah RSUP Dr Kariadi. Diluar rumah, juga terlihat hujan deras disertai angin kencang. Tiba-tiba, melihat tiga orang perempuan tertimpa pohon, sekitar pukul 11.00.

"Pas saya lewat sudah ada korban tertimpa batang pohon, sudah tergeletak, saya nggak berani pegang," kata dilokasi kejadian, Rabu (18/2/2026).

Anton menyebut, tiga orang yang tertimpa pohon mengendarai motor Yamaha Nmax. Satu diantaranya merupakan anak kecil, satu perempuan dan satunya laki-laki."Posisinya korban meninggal tengkurap, yang anak kecil duduk nangis," jelasnya.

Anto mengaku tidak berani memegang korban, hanya berinisiatif menyingkirkan batang pohon yang menimpa korban. Kemudian, juga berinisiatif meminta tolong ke orang lain menghubungi petugas medis.

"Saya bilang orang di depan untuk telepon ambulans. Setelah ada orang baru saya berani angkat pohon bareng-bareng," bebernya.

"Pohonnya besar, posisi pohonnya lumayan tinggi kalau jatuh pasti sangat kencang," imbuhnya.

Sementara, seorang karyawan yang berada di kantor hukum depan TKP, bernama Mita, 22, menyebut sempat mendengar suara kencang benda jatuh di depan tempat kerjanya saat hujan lebat disertai angin kencang.

"Tadi kan aku kerja di dalam, aku denger suara kencang banget dari luar, saya kira angin, ternyata ada orang ketiban pohon. Kencang emang anginnya, sampai sengnya di kantor lepas," bebernya.

Merasa penasaran, Mita beranjak melangkah keluar tempat kerja, dan melihat ada orang jatuh di jalan dan batang pohon yang berserakan.

"Saya keluar lihat ada bapak-bapak, terus diminta telepon ambulans itu sekitar jam 11.30," katanya.

Selanjutnya, para korban dilakukan penanganan medis tim ambulan. Dua orang mengalami luka, dsn satu orang dinyatakan meninggal. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#Pohon tumbang di Semarang #Hujan deras dan angin kencang sebabkan pohon tumbang di Semarang #Pohon tumbang timpa pemotor di Semarang #Kejadian pohon tumbang di Semarang #Pemotor Tewas tertimpa pohon tumbang di Semarang #Warga Gunungpati Semarang tewas tertimpa pohon