Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pimpin Kirab Dugderan, Perankan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum
Adennyar Wicaksono• Senin, 16 Februari 2026 | 20:45 WIB
PUKUL BEDUG : Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memukul bedug tanda datangnya bulan suci Ramadan.
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memimpin kirab Dugderan di Halaman Balai Kota Semarang, Senin (16/2) siang.
Dalam prosesi Agustina memerankan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum.
Agustina, sapaan Wali Kota mengenakan kebaya khas Semarang berwarna merah, sementara Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengenakan baju khas Semarang berwarna hitam.
Agustina ditemani dua anaknya Alexander Riandro dan Yohana Citra saat melakukan pemukulan beduk, bersama forkompinda, kemudian menaiki kereta kencana menuju Masjid Agung Semarang.
Dugderan sendiri merupakan budaya khas Semarang, jelang datangnya bulan suci Ramadan, yang digelar sejak tahun 1881 yang khas dengan Warak Ngendog.
Adapun hewan mitologi warak ngendok, menjadi wujud bentuk dari akulturasi budaya yang ada di Semarang, dimana ada etnis Jawa, Arab, Melayu serta Tionghoa. Hal ini menandai masa dimana Semarang yang memiliki toleransi tinggi.
"Ini adalah tradisi tahunan jelang Ramadan. Semarang ini terdiri dari berbagai macam etnis, dan kebudayaan yang disatukan," kata Agustina di sela-sela proses Dugderan.
Dia menjelaskan tahun ini Dugderan dibuat lebih meriah dari tahun sebelumnya. Namun yang paling penting adalah, momentum Dugderan menjadi titik balik menghantarkan warga muslim untuk menjalankan ibadah puasa.
"Tahun ini saya minta Warak Ngendok, benar-benar ada telurnya. Kalau nggak ada telurnya, nanti congkrah bisa bertengkar karena ada rejeki yang dibagi,"tambah dia.
Pada tahun ini kata dia, juga melibatkan banyak anak kecil untuk ikut menari dan kirab. Hal ini merupakan sebuah transfer pengetahuan dan trans tradisi yang nantinya anak-anak menjadi pengurus bangsa.
"Adanya keterlibatan anak-anak ini, bisa digunakan untuk transfer pengetahuan dan teknologi transfer tradisi kepada generasi penerus," jelasnya.
Dia menerangkan, jika Dugderan tahun ini unik karena bertepatan dengan Imlek dan masa puasa Paskah Nasrani. Hal ini membuat harmoni terjalin lebih erat dan damai.
Agustina dan Iswar menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa bagi warga kota Semarang.
"Kalau sudah damai maka wisatawan pasti akan lebih banyak berkunjung dan investasi akan menjadi lebih banyak," ujarnya.
Pawai Dugderan berjalan dari Halaman Balai Kota Semarang menuju ke Masjid Agung Kauman Semarang. Masyarakat tampak antusias dan memadati ruas jalan Pemuda.
Para peserta parade, yang mengenakan beragam pakaian adat, terutama khas Jawa, telah berbaris dan mengikuti arak-arakan. Ada pula marching band dari PIP.
Sesampainya di Masjid Agung Kauman, Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum, Agustina Wilujeng menerima Suhuf Halaqah.
Acara berlanjut dengan pembagian Kue Ganjel Rel dan air Khataman Alquran kepada masyarakat di Alun-alun Semarang. Kemudian Agustina menuju Masjid Agung Jawa Tengah, untuk menyerahkan Suhuf Halaqoh kepada Gubernur Jawa Tengah. (den)