Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pantura Kaligawe Semarang Terendam Luapan Sungai Babon, Lalulintas Macet hingga 15 Kilometer

Muhammad Hariyanto • Senin, 16 Februari 2026 | 12:28 WIB

 

Kapolsek Genuk Kompol Rismanto terjun ke lokasi banjir mengatur arus lalulintas
Kapolsek Genuk Kompol Rismanto terjun ke lokasi banjir mengatur arus lalulintas

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jalan Raya Pantura wilayah perbatasan Kaligawe Kota Semarang dengan Sayung Kabupaten Demak menuju Kota Semarang mengalami kemacetan panjang, Senin (16/2/2026) pagi.

"Sampai pukul 11.00, masih terjadi genangan air di KM 7 Kaligawe, sebelah timur jembatan Kalibabon, masih masuk wilayah Kota Semarang," ungkap Kapolsek Genuk Kompol Rismanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (16/2/2026).

Kemacetan ini terjadi di ruas jalur dari arah Demak menuju Kecamatan Genuk Kota Semarang. Terlihat, arus lalulintas kendaraan roda empat mengalami ketersendatan.

"Kemacetan sejak tadi pagi. Yang macet dari arah timur menuju barat, Demak ke Semarang. Kemacetan dari Demak hampir sepanjang 15 Kilometer. Kita masih berupaya melalukan rekayasa arus lalu lintas," bebernya.

Ketinggian air di ruas jalur dari timur ke barat mencapai ketinggian bodi kendaraan. Rata-rata yang nekat melintas kendaraan roda empat baik pribadi maupun truk dan tranportasi umum.

"Ketinggian air mencapai 20 sentimeter sampai 40 sentimeter. Genangan air akibat luapan sungai Kalibabon. Genangan air sepanjang sekitaran 2 kilometer, yang dari timur ke barat," jelasnya.

Sedangkan arah dari dalam wilayah Kota Semarang menuju Sayung Demak masih lintas namun padat. Terlihat, petugas kepolisian masih bersiaga dilokasi banjir mengatur arus lalulintas.

"Kita juga koordinasi dengan Satlantas Polrestabes setempat (Sayung Demak) untuk pengaturan lalu lintas," terangnya.

Jalur tersebut, merupakan jalur penghubung antara wilayah kabupaten. Setiap harinya padat kendaraan termasuk roda dua, terlibat para pekerja.

Sebagian, banyak kendaraan roda dua yang mogok lantaran nekat melintas di genangan air. Namun, mereka dibantu petugas kepolisian dilokasi.

"Kita juga mengimbau kepada pengendara yang dari arah Demak untuk mencari jalan alternatif lain," pungkasnya.

Sebelumnya juga diberitakan, banjir diwilayah lain di Kota Semarang akibat tanggul bantaran sungai disekitaran Perumahan Dinar, Kecamatan Tembalang mengalami jebol, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 02.00.

Akibat kejadian ini, sejumlah pemukiman di wilayah Kota Semarang mengalami banjir, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 02.00.

Jebolnya tanggul ini dampak dari tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejak Minggu (15/2/2026) malam.

"Sehingga system drainase tidak mampu menampung debit air hujan yang membuat aliran air meluap di area pemukiman," ungkap Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (16/2/2026).

Lokasi pemukiman yang banjir antara lain, Perumahan Argo Residence, Perumahan Grand Batik Semarang, Perumahan Grand Permata Tembalang, Perumahan Dinar Indah, dan RW 1 Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang.

"Perumahan Argo Residence yang terdampak RT 7 RW 7 ada sebanyak 25 KK 80 Jiwa, RT 8 RW 7 ada 25 KK 80 Jiwa," jelasnya.

Kemudian, di Perumahan Grand Batik Semarang berdampak 13 KK dengan jumlah 33 jiwa. Perumahan Grand Permata Tembalang berdampak di RT 8 RW 3 ada 63 KK, sebanyak 138 jiwa, RT 9 RW 3 ada 47 KK, 175 jiwa," bebernya.

"Perumahan Dinar Indah RW 26 Meteseh berdampak di RT 6 ada 26 KK dengan 34 Jiwa, di RW 1 Kelurahan Rowosari kurang lebih 200 KK atau 500 jiwa," jelasnya.

Banjir ini terjadi tengah malam. Banyak warga yang terlelap ketiduran. Sehingga, ada juga merek ayang terjebak, karena air sudah tinggi. Kejadian berada di perumahan Grand Batik. Sejumlah penghuni rumah minta tolong untuk dilakukan evakuasi.

"Pengungsi dari Perumahan Grand Permata Tembalang di masjid Iktifal Al Barokah ada 18 Jiwa terdiri 12 dewasa dan 6 balita," bebernya.

Informasi yang diperoleh, genangan air banjir di Dinar Indah hingga pagi ini sudah surut. Namun, sebelum surut ketinggian air bervariasi, ada yang mencapai 1 meter lebih.

"Tadinya ada yang ketinggian air 150 sentimeter. Sekarang sudah surut, kisaran 20-30 sentimeter untuk ketinggian air," jelasnya.

Endro mengaku, masih terus melakukan monitoring dan pemantauan wilayah yang masih berdampak genangan. Selain itu, BPBD juga melakukan assessment.

"BPBD melakukan Evakuasi warga yang terdampak," pungkasnya.

Disisi lain, informasi yang diperoleh banjir juga terjadi di Jalan Kyai Morang, dan air
menggenangi pemukiman warga akibat luapan sungai Babon.

Kemudian, sepanjang ratan cilik Kecamatan Genuk juga terendam banjir dengan ketinggian terlihat hampir setinggi kenalpot sepeda motor.

Kemudian, banjir menggenangi pemukiman di Jalan Sunan Kalijogo, Penggaron Kecamatan Pedurungan.

Air juga masuk ke dalam rumah warga. Termasuk juga banjir menggenangi pemukiman di wilayah pemukiman penggaron kidul. Ketinggian air selutut orang dewasa.

Kemudian di jalan Tanggul Asri, Penggaron juga banjir, air menggenangi pemukiman warga. Kemudian banjir menggenangi pemukiman di sekitaran Blancir, Plamongansari, air masuk ke rumah warga.

Informasi yang diperoleh, tingginya intensitas hujan ini juga mengakibatkan banjir akibat luapan sungai, terjadi di wilayah Plumbon, Mangkang. Selain itu, luapan sungai juga mengakibatkan berdampak banjir di wilayah Sendangguwo

Kemudian, air aliran sungai Banjir Kanal Timur juga mengalami ketinggian. Bahkan, ketinggian air nyaris sama dengan dataran tepi sungai. Terlihat, ketinggian air sudah menyentuh bentangan pipa PDAM.

Tak hanya itu, di titik tanggul BKT terdapat yang retak dan air keluar dari rembesan mengalir jalan pemukiman warga.

Kemudian, aliran sungai di Kudu, juga mengalami ketinggian. Terlihat, banyak warga yang berada dilokasi tepi sungai untuk memantau perkembangan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Kemudian, di bantaran sungai Banjardowo, ketinggian air juga sudah rata dengan tanggul, nyaris meluber meluap keluar dari tanggul.

Banjir juga menggenangi area jalan Bangetayu Wetan. Kemudian, pemukiman warga di Talang Sampangan juga mengalami banjir.

Tanggul BKT dibawah jembatan jembatan Citarum juga mengalami retak. Air mengucur deras ke daratan.

Jalan raya di sekitaran Jembatan Kalibabon juga tergenang banjir. Banyak antrian kendaraan roda dua karena was-was untuk melintas. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#Banjir luapan sungai Babon di Pantura Semarang #semarang banjir #Kalibabon Semarang meluap #Banjir Pantura Semarang Demak #banjir semarang hari ini