RADARSEMARANG.ID , Semarang - Nadia Eka, 13, pelajar SMP yang terseret banjir di aliran Sungai Karangmalang, Mijen, Semarang telah ditemukan pada pencarian tim SAR gabungan hari ke enam, Minggu (15/2/2026).
"Iya, sudah ditemukan tadi tim SAR gabungan, sejauh sekitaran 8 kilometer. Kondisinya ya tentunya sudah meninggal 5 hari, sudah melepuh mengembang," ungkap Kasi Operasi Basarnas Semarang, Moel Wahyono kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (15/2/2026).
Korban Nadia ini merupakan korban terakhir yang belum ditemukan.
Proses pencarian, dilakukan dan secara berulang dari titik awal, Jembatan Desa Krajan RT 2 RW 3 Karangmalang, hingga ke area Waduk Jatibarang, yang merupakan muara aliran sungai.
"Lokasinya (penemuan) tidak jauh dari penemuan korban yang pertama (Fahma). Kondisi air sungainya masih kenceng (arus sungai)," katanya.
"Proses evakuasi berjalan lancar, tidak ada kendala. Begitu ada informasi penemuan langsung merapat semua. Hingga, berhasil dievakuasi dan dibawa ke Posko Tim SAR gabungan, sekitaran pukul 14.39," lanjutnya.
Disisi lain, Moel mengaku, proses pencarian di lapangan menghadapi kendala medan yang cukup sulit.
Sejumlah titik aliran sungai memiliki tebing tinggi dan banyak pepohonan rimbun, sehingga menyulitkan akses personel maupun pengamatan menggunakan drone.
"Lewat drone terhambat dengan rimbunnya pepohonan. Lewat bawah juga banyak kontur aliran yang curam dan batu-batuan," jelasnya.
Selain itu, fokus pencarian dilakukan pada titik pertemuan antara sungai dan waduk, yang diketahui terdapat tumpukan sampah cukup besar.
"Pencarian di area Waduk ini menggunakan dua tiga perahu karet, pencarian permukaan sampai dengan ke yang titik-titik banyak sampahnya. Itu kan di ujung pertemuan antara sungai dengan waduk itu kan banyak sampah-sampah yang menggunung, Nah, itu kita coba buka," bebernya.
"Disela untuk pembuangan Jatibarang pun kita sudah minta ke petugas dari Waduk untuk pemantauan, itu kan ada banyak ram-ram. Nah, itu kemungkinan kalau keluar agak kecil lah," jelasnya.
Disisi lain juga, Moel juga mengatakan dari pihak keluarga korban berharap pencarian terus dilakukan hingga Nadia ditemukan.
Pemerintah setempat, termasuk lurah dari wilayah asal korban maupun lurah di lokasi kejadian, turut memonitor serta mendukung proses pencarian.
"Keluarga berkeinginan sampai ketemu. Kita sudah berupaya melibatkan tim SAR gabungan dan masyarakat. Harapan kami minta doa dari semuanya agar korban segera ditemukan," harapnya.
Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke Posko Tim SAR gabungan yang selanjutnya dibawa rumah duka untuk proses pemakaman.
Moel mengatakan, sehingga operasi pencarian secara resmi telah ditutup, karena semua korban dan dua sepeda motor telah ditemukan.
"Operasi SAR ditutup. Alhamdulillah kita tidak punya PR," katanya.
"Ini kan sudah hari ke enam, besok ke tujuh, rencananya kita akan mendatangkan keluarganya, Bu Lurah, Koramil dan Polsek. Ya intinya kita sudah menyampaikan informasi apakah diperpanjang apa tidak, Alhamdulillah hari ini ditemukan dengan berbagai upaya pencarian," pungkasnya.
Diketahui, kejadian ini, dua motor, yakni Scoopy dan Beat milik para korban akhirnya sudah di berhasil ditemukan semuanya.
Honda beat, milik korban pelajar SMA 12 Semarang, bernama Fahma Musnun Nida, warga Gares, Desa Kliris, Boja Kabupaten Kendal.
Korban Fahma, juga mengalami musibah terseret ke sungai usai terjatuh di TKP juga sama dengan korban pemotor Scoopy, saat melintas di jembatan Desa Krajan RT 2 RW 3 Karangmalang, Mijen, Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 19.00.
Jasad Fahma, ditemukan meninggal di tepi aliran sungai, yang kondisinya terdapat tanaman jagung, Rabu (12/2/2026) sekitar pukul 07.00. Lokasi penemuan ini sekitaran 8 kilometer dari titik awal TKP.
Beruntung, korban Alfa Ayuda Inaara, 14, warga Mlaten, Pegerwojo, Limbangan Kabupaten Kendal berhasil selamat, lantaran tersangkut bambu tepi sungai. Alfa Ayuda merupakan rekan korban Nadia berboncengan Honda Scoopy. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi