Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Semarang Bersinar untuk Kurangi Pencemaran dan Ciptakan Energi Bersih di Tengah Kota

Muhammad Hariyanto • Minggu, 15 Februari 2026 | 07:34 WIB

 

Para narasumber kegiatan forum dialog Semarang bersinar di aula balaikota Semarang
Para narasumber kegiatan forum dialog Semarang bersinar di aula balaikota Semarang

RADARSEMARANG.ID– PT PLN (Persero) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkomitmen menyukseskan program Net Zero Emission 2060.

Bersama Jawa Pos.com dan Jawa Pos TV, rangkaian hari pertama kegiatan Semarang Bersinar (Berwisata Nir Emisi dalam Mengurangi Pencemaran) diawali dengan forum edukasi dan sosialisasi yang digelar di Aula Balai Kota Semarang pada Sabtu (14/2).

Forum dengan suasana dialogis dan partisipatif tersebut mempertemukan pemerintah daerah, BUMN, asosiasi pariwisata, pelaku industri, serta komunitas untuk membahas langkah-langkah nyata dalam mewujudkan wisata nir emisi mulai dari kebijakan, kesiapan infrastruktur, hingga penerapan praktik hijau di sektor transportasi kota.

Acara dimulai dengan paparan dari para narasumber yakni, Manajer PLN UP3 Semarang Ricki Yakop, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Glory Nasarani, dan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang Mulyadi.

Kemudian, dari pelaku industri hadir Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Rental Daerah (ASPERDA) Kota Semarang A Fadli Suryo Novianto dan CEO Jawa Pos.com Dhimas Ginanjar.

Ricki Yakop mengatakan bahwa PLN sangat mendukung Semarang Bersinar. Alasannya, Semarang Bersinar merupakan kegiatan positif dan sesuai dengan komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca melalui target Net Zero Emission 2060.

Sebab tak dipungkiri, seiring meningkatnya mobilitas wisata dan aktivitas ekonomi, tantangan pencemaran udara dan emisi kendaraan bermotor menjadi isu yang harus ditangani secara kolaboratif.

’’Emisi karbon mobil listrik hanya separuh dari kendaraan dengan internal combustion engine (ICE). Emisi mobil listrik lebih bersih 2,4 kali dibandingkan ICE,’’ papar dia.

Saat ini PLN mengembang tugas sebagai penyediaan infrastruktur pengisian listrik dan bagi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Penugasan itu menjadi dasar bagi PLN untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik secara nasional.

"Sehingga dengan program Semarang Bersinar ini, nanti kendaraan motor listrik menjadi entitas di Semarang Bersinar. Dan kami siap untuk mendukung fasilitas untuk SPKLU," bebernya.

Ricki Yakop menyebut, PLN secara bertahap terus membangun SPKLU di beberapa titik di Kota Semarang.

"Sudah ada 22 mesin. Ada di rest area, hotel, dan di kantor (PLN) kami juga sudah ada," katanya.

Kendaraan Listrik Pemkot Semarang

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Lalulintas Dishub Kota Semarang Mulyadi mengungkapkan, salah satu dari kewenangan pemerintah daerah bidang penyelenggaraan perhubungan, terkait dengan handal efisien dan ramah lingkungan.

"Kalau menggunakan kendaraan listrik jelas zero carbon," ujar Mulyadi kepada Jawa Pos Radar Semarang di sela seminar Semarang Bersinar pada Sabtu (14/2).

Sehingga, Pemkot Semarang berupaya menegaskan green transportation dalam layanan moda transportasi masal di beberapa koridor bis Trans Semarang. Saat ini Pemkot Semarang masih melakukan uji coba dua bus listrik yang dioperasikan di Koridor 1 Trans Semarang.

"Insyaallah nantinya sebanyak 27 unit bis untuk Koridor 1. Rencana kita tetapkan di atas pertengahan 2026. Dan ini masih berproses," katanya.

Pemkot Semarang juga melakukan uji coba di Koridor 4 untuk menggantikan kendaraan konvensional ke listrik. Nantinya semua moda transportasi di Kota Semarang akan beralih ke tenaga listrik, baik armada BRT maupun feeder.

"Secara keseluruhan bertahap. Nanti berkembang secara menyeluruh dengan jangka panjang. Secara global kurang lebih sekitar 280-an armada," jelasnya.

Untuk diketahui, kata Mulyadi, jumlah penumpang BRT Trans Semarang rata-rata mencapai 33.000 orang per hari. Jika dikonversi ke kendaraan bermotor, maka banyak karbon di wilayah Kota Semarang.

"Sehingga dengan adanya moda transportasi massal (listrik) ini tentunya sangat berkurang sangat luar biasa sekali terkait dengan dampak dari karbon tersebut," jelasnya.

Sedangkan strategi untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik atau kendaraan rendah emisi, kata Mulyadi, terus melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Tujuannya agar masyarakat dapat menerima perubahan sistem bertransportasi tersebut. Salah satunya dengan rangkaian Semarang Bersinar.

Kesempatan sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Semarang Glory Nasarani mengatakan, zero emission ada beberapa komponen. Di antaranya dari limbah, sampah, emisi, emisi kendaraan.

Untuk mencapai target target net zero emission 2060, Pemkot Semarang sudah melakukan sosialisasi ke media maupun melakukan focus discussion.

"Jadi kita cukup banyak kegiatan yang melibatkan masyarakat dan komunitas juga, di mana di situ kita mengajak mulai dari yang paling sederhana yaitu kita mengolah sampah dari rumah. Kemudian melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya, lingkungan terkait dengan emisi," pungkasnya.

Di tempat yang sama, CEO JawaPos.com Dhimas Ginanjar mengatakan, dalam lima tahun, penjualan mobil listrik Indonesia naik puluhan kali lipat. Jika mengutip data GAIKINDO, pada 2024 pangsa mobil listrik 5% dari total penjualan. Sementara di 200, pangsa tersebut naik signifikan menjadi sekitar 11,6 – 12,9 persen.

’’Insentif membuat pasar mobil listrik mulai bergerak, naik tajam,’’ ujar dia.

’’Itu (insentif) menjadikan harga kendaraan menjadi lebih terjangkau. Mobil listrik turun sekitar Rp 50-80 juta per unit tergantung model.’’ Imbuhnya.

Hal itu tentunya membuat perilaku konsumen mulai berubah. Dari EV dianggap mahal dan belum praktis, menjadi EV mulai dipertimbangkan sebagai kendaran utama. Sehingga, ekosistem bisnis transportasi maupun turunannya ikut bergerak.

Tak tinggal diam, PLN pun mengimbanginya dengan infrastruktur SPKLU. Awalnya di 2021, baru ada 21 unit SPKLU. Pada 2024 jumlahnya mengalami kenaikan hingga 299% dengan total 3.233 unit di 2.192 lokasi. Lalu pada akhir 2025, ada sekitar 4.655 unit SPKLU, atau naik 44% dibanding 2024.

Jika momentum ini dijaga, lanjut Dhimas, banyak peluang yang tercipta.

’’Industri dan investasi baru tumbuh, seperti, pusat produksi kendaraan listrik, industri baterai, rantai pasok komponen,’’ katanya.

Selain itu, kota dengan ekosistem EV lebih menarik investasi, lebih ramah lingkungan, lebih menarik wisata dan bisnis.


Parade Mobil Listrik di Semarang Bersinar

Semarang Bersinar merupakan kampanye kolaboratif untuk mendorong pariwisata rendah emisi melalui edukasi publik, sinergi lintas sektor, serta akselerasi penggunaan transportasi berbasis listrik.

Hari ke-2 pelaksanaan Semarang Bersinar pada Minggu (15/2) merupakan movement campaign yang dilaksanakan di Taman Garuda Kota Lama dan Titik Nol Kota Semarang dimeriahkan oleh Parade Mobil listrik yang diikuti oleh bis listrik Dinas Perhubungan Semarang serta EV lainnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#Semarang bersinar net Zero emisi karbon #Pemkot Semarang sukseskan Semarang bersinar #PLN dan Pemkot Semarang sukseskan Semarang bersinar #Program Semarang bersinar #Net Zero emisi 2060