Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tradisi Tuk Panjang di Pecinan Semarang, Sajikan Menu Muslim Khas Xinjiang

Adennyar Wicaksono • Sabtu, 14 Februari 2026 | 05:37 WIB
JAGA TRADISI : Tradisi Tuk Panjang, dilakukan untuk menyambut Imlek di Kawasan Pecinan Semarang.
JAGA TRADISI : Tradisi Tuk Panjang, dilakukan untuk menyambut Imlek di Kawasan Pecinan Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tradisi Tuk Panjang kembali digelar, untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2026, di Pasar Semawis, Kawasan Pecinan Semarang, Jumat (13/2) malam.

Tahun ini, Pasar Imlek Semawis mengusung tema “Kuda Datang, Sukses Menjelang”, seiring perayaan Tahun Baru Imlek yang memasuki shio Kuda Api.

Aneka makanan disuguhkan dalam tradisi Tuk Panjang kali ini karena menyuguhkan makanan muslim khas Xinjiang, Cina. Bahkan makanan yang dibuat langsung koki yang didatangkan dari Xinjiang.

Dari sejarah yang ada, Tuk Panjang berasal dari kata Tuk yang berarti meja. Dan panjang berati panjang, sehingga secara harfiah merupakan meja panjang.

Filosofi nya adalah makan bersama yang mewujud kerukan di keluarga, atau antar umat beragama karena dihadiri oleh berbagai umat beragama.

Menurut informasi yang ada, makanan yang disajikan pertama adalah Kue Moho, yang merupakan simbol rejeki yang merekah.

Lalu ada pula Salad Mentimun, yang menjadi simbol kesegaran dan kejernihan pikiran. Ada pula Kebab Kambing khas Xinjiang, yang berati simbol semangat membara dan kehangatan hubungan yang melampaui batas tradisi.

Makanan lainnya, Claypot Sapi Xinjiang yang jadi simbol ketahanan dan kebersamaan ditengah tantangan hidup.

Lalu ada Paha Kambing Xinjiang, sebagai simbol kemakmuran besar dan langkah kaki yang kokoh untuk menapaki tahun yang baru.

Terakhir adalah Ginger Pappermint yang menjadi simbol keseimbangan antara ketegasan dan ketenangan untuk menghadapi dinamika tahun yang baru.

"Ini tradisi Tionghoa, malam sebelum Imlek biasanya keluarga berkumpul, sehingga butuh meja panjang yang dinamakan tuk panjang," kata Ketua Komunitas Pecinan untuk Pariwisata (KOPI) Semawis Harjanto Halim.

Dia menjelaskan, tradisi ini berhubungan erat dengan kekeluargaan. Adapun menurut yang diangkat, sengaja menu yang bisa dimakan berbagai etnis sebagai wujud akulturasi.

"Keberagaman, ini jadi roh yang ada di Semarang yang perlu di jaga," tambah dia.

Disinggung optimisme di Tahun Kuda api, lanjut dia adalah tahun yang susah ditebak baik untuk perekonomian dan yang lainnya.

"Belajar dari tahun lalu, meksipun kuda ini tidak bisa diprediksi, liar tapi harus bisa dilewati dan dimanfaatkan," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengapresiasi kegiatan ini bisa meriah. Di Pecinan kata dia, ada Pasar Semawis sementara di Kawasan Johar ada Pasar Dugderan yang menjadi tradisi sejak jaman Belanda.

Event yang hampir bersamaan ini, dimana ada perayaan Imlek, lalu Ramadan dan umat kristiani melakukan puasa pra paskah menunjukkan akulturasi dan kerukunan umat beragama yang kuat.

"Warak ngendok ini sebuah akulturasi budaya, karena ada dari Thionghoa, Jawa, Melayu dan ada Arab. Senin (16/2) juga ada prosesi Dugderan untuk menyambut Ramadan," ujarnya.

Agustina berharap, di tahun Kuda Api ini semua warga Semarang bisa dianugerahi kesehatan, rejeki melimpah seperti api yang terus menyala dan menerangi.

Agustina juga mengapresiasi, kesiapan Kawasan Pecinan yang menyambut wisatawan. Pasalnya saat pertama kali berkunjung ke Pecinan, ada beberapa kawasan yang kotor dan banyak tumpukan sampah yang berhasil dibersihkan warga secara gotong royong.

"Sepertinya pecinan siap dijadikan destinasi wisata. Kemarin ada duta besar Prancis yang akan menyiapkan kampung yang ada di Semarang menjadi destinasi wisata, nanti bisa di Kranggan, Kauman, Kampung Melayu dan lainnya. Ini bentuk keguyuban warga, Kita ingin event ini terus hidup dan terus tumbuh. Ketika kita merawat budaya, ekonomi akan bergerak," pungkas dia. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #Semawis #imlek