RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Komitmen untuk menghilangkan cumi-cumi darat serius dilakukan Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, dengan menguji coba dua bus listrik yakni Invi dan VKTR yang ramah lingkungan, di Koridor I Mangkang – Penggaron, Jumat (13/2).
Sebelum mengaspal, kedua bus ini menjalani uji KIR yang hasilnya layak jalan dan aman digunakan untuk transportasi umum. Selama uji coba masyarakat bisa menggunakan armada ini secara gratis.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Danang Kurniawan menjelaskan jika uji coba sengaja dilakukan dengan beberapa merk bus yang berbeda, agar mendapatkan perbandingan secara menyeluruh.
Baca Juga: Diduga Lakukan Pemerasan, ASN Trans Semarang Dinonaktifkan
“Belum lama ini kita uji coba bus listrik, ini kita uji lagi dua merek yang berbeda. Harapannya kita bisa mendapat bus mana yang cocok sesuai dengan kondisi kontur jalan yang ada di Semarang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Danang menjelaskan, selain bus dengan ukuran besar, juga akan dilakukan uji coba armada medium hingga feeder.
Adapun tantangan penggunaan bus listrik sendiri, adalah kontur geografis Semarang yang naik turun, serta potensi banjir di sejumlah wilayah. Selain itu ketahanan baterai selama operasional dan lama pengisian.
“Namun kita optimis bus listrik ini bisa menghadapi genangan banjir ataupun rob. Termasuk medan yang cukup ekstrim,”bebernya.
Uji coba ini dinilai sebagai langkah penting menuju modernisasi transportasi publik di Kota Semarang.
Dengan penggunaan armada listrik, Pemkot berharap emisi kendaraan dapat ditekan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan bagi penumpang.
Trans Semarang, kata dia, menargetkan bus listrik bisa beroperasi di akhir tahun ini.
“Kami optimistis, apabila semua proses ini berjalan dengan baik, akhir 2026 bus listrik sudah bisa beroperasi secara penuh di Kota Semarang,” ujarnya.
Pemkot kata dia, tahun ini akan menganggarkan pengadaan 27 armada bus listrik untuk Koridor I, dengan skema pembiayaan menggunakan APBD dengan sistem pembelian jasa operasional kepada operator, termasuk biaya perawatan atau maintenance.
“Konsepnya sama seperti sebelumnya, hanya mengganti dari diesel ke listrik. Target utama kita mereduksi emisi gas buang sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kebersihan layanan,” bebernya.
Sementara itu, Kepala BLU Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menyebut anggaran operasional bus listrik di Koridor 1 untuk periode 1 Agustus hingga 31 Desember 2026 diproyeksikan sekitar Rp 21 miliar.
“Kita prinsipnya belanja jasa. Di dalam BOK sudah termasuk maintenance. Jadi operator yang bertanggung jawab atas operasional dan perawatannya,” jelasnya.
Uji coba dijadwalkan berlangsung selama satu bulan dengan pergantian tipe bus setiap pekan. Saat ini terdapat empat produsen yang mengajukan permohonan uji coba, dan tiga di antaranya sudah direalisasikan.
“Kedepan ada satu lagi yang akan diuji coba, ini menjadi langkah kongkret kami menghilangkan cumi-cumi darat,” pungkasnya. (den)
Editor : Tasropi