Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Motor Honda Beat Milik Pelajar yang Terseret Arus Sungai Karangmalang Semarang Ditemukan Menyangkut di Bebatuan, Begini Kondisinya

Muhammad Hariyanto • Kamis, 12 Februari 2026 | 17:31 WIB

 

Motor Honda Beat korban terseret di sungai Karangmalang Semarang rusak tinggal kerangka
Motor Honda Beat korban terseret di sungai Karangmalang Semarang rusak tinggal kerangka

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Motor milik salah satu pelajar yang hanyut di aliran sungai Karangmalang, Mijen, Semarang telah ditemukan, dalam proses pencarian tim SAR gabungan hari ketiga, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 12.00.

"Iya, baru satu motor yang ketemu. Lokasinya sejauh sekitaran 500 meter dari lokasi awal," ungkap Kasi Operasi Basarnas Semarang, Moel Wahyono, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (12/2/2026).

Motor yang ditemukan tersebut adalah Honda Beat, milik korban Fahma Chusnun Nida, 16, pelajar SMAN 12 Kota Semarang, yang terseret air akibat luapan sungai di Jembatan Desa Krajan RT 2 RW 2, Selasa (10/2/2026) sekitaran pukul 19.00.

Namun, korban ditemukan meninggal sejauh 8 kilometer dari lokasi awal jatuh dan terseret ke dalam sungai Karangmalang.

Jenazah terlentang di area tepi sungai yang terdapat tanaman jagung, Rabu (11/2/2026) sekitaran pukul 07.00.

Saat ini masih ada satu motor Honda Scoopy belum diketemukan. Motor tersebut juga jatuh dilokasi sama, sebelum kejadian nahas dialami korban Fahma Chusnun Nida.

Motor Scoopy tersebut dikendarai oleh korban Alfa Ayuda Inara, 14, warga Mlaten, Pagerwojo, Limbangan, Kabupaten Kendal, berhasil menyelamatkan diri.

Sedangkan, rekannya yang satu motor Scoopy ini, Nadia Eka Kurniawati hanyut terseret ke sungai Karangmalang.

Sampai sekarang, bocah pelajar SMP ini belum diketahui nasibnya, dan masih dalam proses pencarian tim SAR gabungan.

"Iya, belum ditemukan, masih proses pencari tim SAR gabungan. Motor yang Scoopy juga belum ditemukan," jelasnya.

Sementara, Humas Basarnas Semarang, Zulhawary Agistianto membeberkan, temuan Honda Beat tersebut berlokasi tidak jauh dari posko tim SAR gabungan yang melakukan pencarian.

"Ditemukan oleh warga yang ikut melakukan proses pencarian. Motor ditemukan ditengah sungai nyangkut bebatuan. Kita dapat info kemudian, motor dievakuasi ke posko," katanya.

Motor tersebut terlibat dalam kondisi rusak parah hanya tinggal rangka besi. Kerusakan ini diduga akibat tekena benturan-benturan bebatuan di aliran sungai tersebut saat hanyut terseret air.

Pihaknya juga menyebut, proses pencarian satu orang korban terseret di sungai Karangmalang belum ditemukan dan masih proses pencarian tim SAR gabungan.

Menurutnya juga, proses pencarian terkendala cuaca dan medan lokasi aliran sungai.

"Kendalanya ya medan sungai, memang curam dan terjal. Sungainya kecil, tapi dalam, kedalaman variatif. Muaranya ke waduk Jatibarang. Sama cuaca, masih sering hujan," katanya.

Hal sama disampaikan Kapolsek Mijen, Kompol Sutowo, mengakui satu orang korban termasuk motor Scoopy belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian tim SAR gabungan.

"Iya, satu motor yang honda Beat (ditemukan). Satu orang korban juga masih proses pencarian," katanya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, agar lebih waspada terhadap potensi bencana saat intensitas hujan tinggi. Selain itu ”

"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintas di jalan atau jembatan yang tergenang air maupun saat arus sungai meluap. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Apabila terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat segera ditangani," harapnya.

Sebelumya diberitakan, Satu orang korban dari pengendara motor yang terseret di sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen belum ditemukan, hingga hari ketiga ini, Kamis (12/2/2026).

Namun demikian, tim SAR gabungan masih terus melakukan proses pencarian sampai sekarang ini. Proses pencarian juga mencapai di Waduk Jatibarang, Kecamatan Gunungpati, yang merupakan muara sungai tersebut.

"Proses pencarian, ini memasuki hari ketiga, dihitung sejak mulai tanggal kejadian. Proses pencarian gabungan, sementara hasilnya masih nihil," ungkap Kasi Operasi Basarnas Semarang Moel Wahyono kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (12/2/2026).

Peristiwa pengendara motor yang terseret oleh luapan air sungai bantaran sungai Karangmalang ini ada dua motor, dan tiga orang korban, yang salah satunya berboncengan.

Terjadi di Jembatan Desa Krajan RT 2 RW 2, Selasa (10/2/2026). Luapan air disebabkan adanya tanggul jebol, dan meluap hingga menutup akses jalan di sekitar jembatan penghubung menuju Desa Gerung, Gedungan, dan Gares.

Tiga orang korban jatuh ke dalam sungai dan terseret arus bersama motornya. Hingga sekarang ini, korban bernama Nadia Eka Kurniawati belum diketahui nasibnya dan masih proses pencarian tim SAR gabungan.

"Pencarian kita ulang-ulang dari titik awal (TKP Karangmalang) sampai bermuara di Waduk Jatibarang," bebernya.

Personil yang dikerahkan, Moel Wahyono menyebut, mencapai 100 personil gabungan Tim SAR, termasuk Basarnas. Menurutnya juga, proses pencarian ini juga dibagi, ada yang dari darat, kemudian susur sungai, dan juga di titik waduk Jatibarang.

"Jadi kita sudah memaksimalkan dari titik TKP ke Jatibarang kurang lebih 10 kilometer. Hari ini tim 1, susur sungai sampai 5 kilometer disusul tim berikutnya sampai 10 kilometer di waduk Jatibarang," jelasnya.

Moel juga membeberkan, proses pencarian terkendala dengan medan aliran sungai yang terjal dan curam. Selain itu juga terkendala dengan kondisi cuaca, yang intensitasnya masih tinggi.

"Kendala karena faktor cuaca, ini juga sudah turun hujan. Kemudian medan sungai terjal dan tepinya curam, sangat rawan, banyak bebatuan dan sampah sehingga berpengaruh dalam proses pencarian. Untuk jalan kaki aja susah," katanya.

"Ini sementara dihentikan dulu karena debit air di lokasi kejadian, di aliran sungai naik. Kita juga harus ekstra hati-hati untuk tim susur sungai," lanjutnya.

Proses pencarian di waduk Jatibarang, tim SAR gabungan juga mengarahkan perahu karet. Namun demikian, proses pencarian tersebut juga terkendala dengan banyaknya sampah.

"Ketiga untuk di waduk Jatibarang juga muara sungai itu banyak sampah dan bebatuan. Kita masih terus memaksimalkan proses pencarian," pungkasnya.

Korban Nadia, merupakan pelajar kelas 3 SMP berdomisili di Cangkiran. Korban berboncengan dengan, Alfa Ayuda Inara, 14, warga Mlaten, Pagerwojo, Limbangan, Kabupaten Kendal, berhasil menyelamatkan diri.

Korban selamat karena tersangkut bambu dan berhasil mendapatkan pertolongan warga di Masjid Pondok Pesantren Raudlatul Syifa, Karangmalang. Korban selamat juga menyampaikan, bahwa rekannya, Nadia Eka Kurniawati, hanyut terbawa arus.

Usai melapor, korban ini sempat pingsan dan kemudian dibawa warga ke Puskesmas Karangmalang untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain dua korban ini, ada satu korban lain bernama Fahma Chusnun Nida, 16, pelajar SMAN 12 Kota Semarang. Korban terjatuh di lokasi sama mengendarai Honda Beat. Nahas, korban ditemukan meninggal, sejauh 8 kilometer dari lokasi kejadian, Rabu (11/2/2026).

Editor : Baskoro Septiadi
#Pelajar terseret di sungai Karangmalang Semarang #Pencarian korban di sungai Karangmalang Semarang #Kejadian di Karangmalang Semarang #Basarnas Semarang #Motor beat korban terseret di Sungai Karangmalang Semarang #Tiga pemotor jatuh terseret air di sungai Karangmalang Semarang #Pelajar Terseret air sungai Karangmalang Semarang #Pengendara t terseret air di sungai Karangmalang Semarang #Kejadian di sungai Karangmalang mijen Semarang