Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pemotor yang Terseret Banjir di Sungai Kalimalang Semarang Ditemukan 8 Kilometer dari Titik Awal

Muhammad Hariyanto • Rabu, 11 Februari 2026 | 14:07 WIB
Korban Honda Beat Terseret Banjir di Sungai Kalimalang Semarang Ditemukan Sejauh 8 Kilometer dari Titik Awal
 
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban pengendara motor Honda Beat yang terseret arus air sungai Kalimalang Mijen Semarang
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban pengendara motor Honda Beat yang terseret arus air sungai Kalimalang Mijen Semarang

RADARSEMARANG.ID , Semarang - Pengendara motor yang terseret aliran sungai di Kalimalang Mijen, Semarang ditemukan dalam kondisi meninggal, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 07.00. 

Korban bernama  Fahma Musnun Nida, 16, warga Dusun Gares, Desa Kliris, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Korban merupakan siswi kelas 10 SMA Negeri 12 Semarang.

Jenazah ditemukan dalam kondisi terlentang di lahan jagung, di sekitaran dekat jembatan Cempoko, Kecamatan Mijen.

"Iya, ditemukan tadi pagi oleh tim SAR gabungan. Jarak lokasi penemuan dengan TKP awal, sekitaran 8 kilometer," ungkap Kasi Operasi Basarnas, Moel Wahyono kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (11/2/2026).

Moel Wahyono juga membeberkan, awal temuan ini dikira merupakan korban pengendara motor Honda Scoopy, bernama NE yang masih dalam proses pencarian. Sedangkan rekannya selamat, bernama AADI. 

"Jadi semalam itu sekitaran habis magrib sekitaran jam 19.00 , telah terjadi 1 orang dilaporkan hanyut di sungai Karangmalang Mijen. Terus kita tindaklanjuti sampai jam 23.00 hasil nihil," jelasnya. 

Selanjutnya, tim SAR gabungan kembali melanjutkannya proses pencarian Rabu (11/2/20226) pagi.

Kemudian, ditemukan adanya korban di tepi sungai aliran yang lokasinya sudah ditanami pohon jagung.

Awalnya, korban yang ditemukan merupakan pengendara motor Honda Scoopy, NE, yang sedang dalam pencarian tim SAR gabungan. Ternyata bukan, dan ada korban pengendara motor lainnya terseret di TKP awal yang sama, Kalimalang. 

"Ternyata jam 2 pagi, kita terima dari Danramil ada warga lain yang jadi korban juga. Dikroscek berdasarkan laporan dan cctv ternyata betul sekitaran 18.45 sekitaran itu ada kejadian (korban Honda Beat) cuma waktu itu tidak ada saksi," jelasnya. 

Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk dilakukan prosesi pemakaman. Sedangkan tim SAR gabungan, sekarang masih melakukan penyisiran di aliran sungai Kalimalang mencari korban NE.

"Pencarian masih tetap berlangsung. Tadi malam (Selasa) pencarian dihentikan sekitaran pukul 22.00, karena cuaca dan air deras," jelasnya.

Saat ini tim SAR gabungan telah dibagi menjadi 2 SRU (Search and Rescue Unit) untuk melakukan pencarian dengan penyisiran di sepanjang sungai yang bermuara ke waduk jatibarang tersebut, dan juga di area persawahan yang dilewati banjir saat kejadian.

"Personel yang terlibat dalam pencarian untuk hari ini kurang lebih 70 personil gabungan. Kendalanya ya medan sungai yg berbatuan sehingga pencarian dilakukan dengan berjalan kaki, untuk penggunaan perahu karet atau rafting tidak memungkinkan," pungkasnya.

Kapolsek Mijen, Kompol Sutowo juga mengaku korban ada tiga orang dari dua pengendara motor. Satu korban selamat, satu korban ditemukan meninggal dan satunya masih dalam proses pencarian. 

"Korban yang ditemukan tadi pagi adalah korban dari pengendara motor Honda Beat, pelajar SMA kelas. Tadi juga saya ke rumah duka," jelasnya.

"Jadi korban tiga orang, cewek semua. Untuk korban NE dari pengendara motor Scoopy masih dalam pencarian. Kalau yang satunya selamat, yang berboncengan dengan korban NE. Dua motor milik para korban juga belum ditemukan," imbuhnya. 

Kapolsek juga membeberkan, awalnya, korban dikira merupakan jasad pengendara motor Honda Scoopy.

Namun, bukan. Ternyata ada laporan susulan korban lain yang terseret di lokasi sama, sebelum dialami pengendara motor Scoopy. 

Kemudian, dilakukan kroscek pengecekan membuka cctv di Pos Kamling RT 2 RW 2 Karangmalang, sebelum Sungai Karangmalang.

Terlihat, sekitar pukul 18.40 WIB, korban terlihat di CCTV sedang melintas mengendarai sepeda motor. 

"Sekitar jam 02.00, keluarga buka CCTV, sekitar jam 02.30, pihak keluarga mengenali dari mantelnya pink, 'oh ini putuku cucuku' kata mbahe," ujar Sutowo menirukan ucapan kakek korban. 

Sungai Karangmalang titik awal korban hanyut dengan rumah korban hanya berjarak kurang dari satu kilometer. Sutowo menduga korban hanyut saat perjalanan pulang sekolah.

"Arahnya (sepeda motor) dari titik CCTV ke rumah, dugaannya hanyut ke sungai saat pulang sekolah karena ada arus deras luapan air di jalan samping sungai. Jenazah sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan, tadi saya juga ke rumah duka," katanya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#Tiga pelajar terseret di sungai Kalimalang Semarang #Pengendara motor jatuh terseret ke sungai di Kalimalang Mijen #Pemotor terseret sungai di Kalimalang Mijen Semarang #Pelajar SMA 12 Semarang terseret arus sungai Kalimalang Semarang #Tanggul jebol dua motor terseret ke sungai Kalimalang Semarang #Dua motor terseret arus di sungai Kalimalang Semarang #Banjir di Semarang