Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

35 Tahun Program Bayi Tabung, RS Telogorejo Semarang Tegaskan Komitmen Dampingi Pasutri Wujudkan Buah Hati

Adrianto Ismawan • Rabu, 11 Februari 2026 | 12:29 WIB
35 Tahun Program Bayi Tabung, RS Telogorejo Semarang Tegaskan Komitmen Dampingi Pasutri Wujudkan Buah Hati
35 Tahun Program Bayi Tabung, RS Telogorejo Semarang Tegaskan Komitmen Dampingi Pasutri Wujudkan Buah Hati

RADARSEMARANG.iD, SEMARANG – Rumah Sakit (RS) Telogorejo Semarang terus memperkuat komitmennya dalam layanan fertilitas dan bayi tabung (IVF).

Sejak memulai program pada 1989 dan berhasil melahirkan bayi tabung pertama pada 1991, rumah sakit ini telah mendampingi ratusan hingga ribuan pasangan mewujudkan impian memiliki buah hati.

Direktur Pemasaran RS Telogorejo, Diana Loretta Sari, mengatakan program bayi tabung di Telogorejo bukan sekadar layanan medis, melainkan bentuk pendampingan menyeluruh bagi pasangan yang telah berjuang panjang menghadapi infertilitas.

“Program ini sudah berjalan kurang lebih 35–36 tahun. Bayi tabung pertama lahir tahun 1991. Perjuangan pasangan itu luar biasa, dari hampir menyerah sampai akhirnya berserah dan mempercayakan pada dokter. Ketika buah hati lahir, itu menjadi sukacita yang luar biasa,” ujar Diana.

Ia menegaskan, RS Telogorejo tidak hanya fokus pada proses kehamilan, tetapi juga mengawal tumbuh kembang anak-anak hasil program bayi tabung. Melalui kegiatan reuni pasien dan edukasi, rumah sakit ingin membangun komunitas sekaligus memberikan motivasi bagi pasangan lain yang masih berjuang.

“Tujuannya untuk sharing ke masyarakat bahwa tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Di Semarang pun program bayi tabung bisa dilakukan dengan fasilitas dan dokter yang lengkap,” tambahnya.

RS Telogorejo memiliki tim dokter spesialis infertilitas dan andrologi yang berpengalaman. Selain itu, fasilitas penunjang dinilai lengkap dengan peralatan modern.

Program bayi tabung bahkan menjadi salah satu center of excellence RS Telogorejo, selain layanan bedah saraf (neuro), epilepsi, dan jantung.

“Kita sudah cukup lama dan berpengalaman. Dokter lengkap, alat juga canggih, sehingga pelayanan bisa maksimal,” jelas Diana.

Dari sisi biaya, RS Telogorejo menawarkan program bayi tabung mulai dari Rp37 jutaan. Namun, pasien tidak langsung diarahkan ke IVF. Ada tahapan pemeriksaan dan terapi yang harus dilalui.

“Pemeriksaan awal pra-inseminasi mulai sekitar Rp1,1 juta. Setelah itu dilihat dulu kondisinya. Tidak semua langsung bayi tabung. Ada step-step sesuai indikasi medis,” tegasnya.

Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi dan Fertilitas RS Telogorejo, dr. R. Arie Sutanto, Sp.OG, Subsp. F.E.R, menjelaskan bahwa infertilitas dialami sekitar 10–15 persen pasangan usia subur.

“Pasangan dikatakan mengalami kesulitan memiliki anak jika dalam satu tahun pernikahan belum terjadi kehamilan. Penyebabnya bisa dari suami, istri, atau keduanya,” jelas dr. Arie.

Ia menambahkan, solusi pengobatan disesuaikan dengan penyebab. Program bayi tabung biasanya menjadi pilihan jika terdapat indikasi kuat, seperti saluran tuba yang tersumbat atau kualitas sperma yang sangat rendah.

“Kalau masalahnya ringan, bisa cukup dengan terapi atau inseminasi. Bayi tabung dilakukan jika memang indikasinya kuat,” ujarnya.

Menurutnya, angka infertilitas cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Faktor usia menikah yang semakin matang, gaya hidup, hingga kualitas lingkungan turut berpengaruh terhadap kesuburan.

Dalam kegiatan reuni pasien yang digelar, RS Telogorejo juga menghadirkan edukasi terkait nutrisi dan tumbuh kembang anak hasil program bayi tabung.

“Kita ingin memastikan anak-anak tumbuh sehat. Ada talkshow juga tentang perkembangan terbaru layanan infertilitas di klinik kami,” kata dr. Arie.

Melalui pengalaman lebih dari tiga dekade, RS Telogorejo berharap semakin banyak pasangan yang mendapatkan harapan baru tanpa harus keluar kota.

“Dengan berjuang, peluang untuk mendapatkan keturunan akan selalu terbuka,” pungkasnya.

Editor : Tasropi
#bayi tabung #RS Telogorejo