RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sejumlah protes keras disampaikan pegawai dan tenaga kesehatan di RSUP Dr Kariadi Semarang.
Mereka mengungkap beberapa kebijakan dinilai tidak adil. Protes itu mencuat melalui media sosial.
Dalam unggahan itu, mereka menyampaikan sejak pergantian direktur utama terjadi kekacauan, mulai dari pemotongan remunerasi, petrus pegawai, lahan parkir hingga menambah pejabat.
"meniti karir dari 0. di 2024 ada penggantian Dirut yg tidak dikenal... Mulai saat itu terjadi kekacauan min, mulai dari pemotongan remun, petrus pegawai sing protes, dll," keluhnya dalam unggahan media sosial itu.
Seseorang yang tak mengungkap identitasnya itu juga menyatakan belakangan pimpinan RS dr Kariadi mengganti pegawai secara besar besaran.
Manajemen dituding menambah porsi pejabat dengan memotong remun pegawai.
Bahkan, ia menyebut jika direktur utama berfoya-foya seperti mendapatkan mobil.
Sedangkan kepentingan pembangunan RS menggunakan utang. Mereka mensinyalir pembangunan itu justru yang dibayar pakai pegawai.
"dirut entuk mobil sedangkan pembangunan RS menggunakan utang yg dibayar pegawai, bukan direksi. Wes dipotong malah nombok min Dirut e malah foya" min hobine mancing, main tenis meja mengganggu jam kerja. Sing pejabat yg diangkat semua dari teman mancing teman tenis meja. Zolim men pokok e min kami nakes pegawai habis di potong bek dekne. Tolong kami," tandasnya.
Belum lagi ia menyinggung dirut yang baru saja memimpin 2024 itu sering melakukan perjalanan dinas menggunakan uang pendapatan rumah sakit dari pasien-pasien, hampir tidak pernah di kantor.
"misale dalam sebulan 4 minggu, 2 minggu habis untuk dinas luar, sisane ngantor dan cuti lama. Sekalinya ngantor main pingpong dll jyan jyan pikirane ora kyk pimpinan rumah sakit yg humanis," kritiknya.
Atas pernyataan itu, Ir. Vivi Vira Viridianti, selaku Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Kariadi Semarang menanggapi.
Ia menyampaikan klarifikasi resmi atas beredarnya sejumlah informasi dan unggahan di media sosial yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Sebagai institusi pelayanan kesehatan rujukan nasional, kata dia, RSUP Dr. Kariadi berkomitmen pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan bermutu bagi masyarakat dan selalu berkomitmen untuk transparan dan berintegritas termasuk kepada pegawai RSUP Dr. Kariadi.
Ia menjawab persoalan kondisi area parkir di rumah sakit tersebut.
Menurutnya, area parkir yang ditampilkan dalam unggahan media sosial merupakan lahan yang sedang dipersiapkan untuk pembangunan Gedung Medik Sentral.
Dalam mengatasinya, RS sendiri tetap menyediakan lahan dan gedung parkir bagi pengunjung maupun pegawai yang dievaluasi secara berkala.
Kemudian menjawab soal isu remunerasi dan pengelolaan SDM. Ia secara tegas menyatakan tidak terjadi pemotongan remunerasi pegawai.
"Remunerasi diberikan sesuai regulasi yang berlaku dan disosialisasikan secara rutin setiap bulan. Pengangkatan pejabat dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan melalui uji kompetensi resmi Direktorat SDM RSUP Dr. Kariadi," kata dia pada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (9/2/2026).
Vivi juga menepis isu pendanaan pembangunan yang disampaikan dibiayai utang, padahal tidak. Ditambah lagi, Vivi mengungkap kondisi Tenaga Outsourcing (OS) RS Kariadi 2025 banyak menerima ASN Baru (PNS & PPPK) sehingga kebutuhan OS perlu dievaluasi kembali.
Tenaga outsoursing diberikan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan meliputi JKK, JKM dan JHT/JP.
Menyoal penggunaan kendaraan dinas, ia buka suara jika kendaraan operasional Direksi disewa melalui koperasi dari tunjangan transportasi direksi, sehingga memberikan manfaat bagi kesejahteraan anggota koperasi pegawai.
"RSUP Dr. Kariadi mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi dari sumber resmi dan berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, dan berintegritas," tutupnya.
Hal itu pun ditambah RSUP Dr. Kariadi yang menorehkan 10 prestasi nasional pada 3rd RS Kemenkes Awards 2026.
Satu di antaranya menyabet Best Transformation Hospital. Capaian ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan layanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi