RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kejadian menggegerkan terjadi di sekitaran jembatan besi, Sampangan Semarang.
Seorang bocah ditemukan tenggelam di aliran sungai Kaligarang, bahwa jembatan tersebut, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 13.00.
Korban diketahui bernama Agung Nurdianto, 9, SD kelas 3, warga Deliksari, Kecamatan Gunungpati, merupakan anak yatim, hidup bersama ibunya.
Korban ditemukan dalam kondisi didasar dengan kedalaman hampir 2 meter, aliran sungai Kaligarang.
Informasi yang diperoleh, awalnya korban bermain bersama teman-teman sebayanya usai pulang sekolah. Mereka bermain di aliran sungai dibawah jembatan tersebut.
"Mungkin dikiranya dangkal, ternyata dalam. Lainnya bisa mentas ke permukaan. Lha mungkin temannya-temannya mikirnya kok gak ada mecungul, terus minta tolong orang sekitar," ungkap Supangat, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (6/2/2026).
"Tadi katanya itu main dibawah sungai sama lima orang temannya, enam termasuk dia (korban)," lanjutnya.
Supangat yang merupakan tetangga korban, dan menjabat Ketua RW ini mengaku mengetahuinya setelah mendapat laporan dari masyarakat.
Kemudian, bergegas menuju lokasi jembatan besi dan mendampingi korban dibawa ke puskesmas guna mendapat perawatan medis sementara.
"Tadi dapat laporan setelah jumatan. Terus kesini, langsung saya minta dibawa ke puskesmas dulu," jelasnya.
Korban ditemukan pria yang akrab disapa Sinang, warga Deliksari, Kecamatan Gunungpati. Awalnya, pria ini didatangi dua bocah kecil, yang jalan kaki dari bawah jembatan besi.
"Itu saya pas mau pulang, dicegat sama dua anak kecil. Katanya temannya tenggelam dibawah," bebernya.
Seketika itu, Sinang langsung menuju lokasi bawah jembatan besi dan menceburkan diri mencari korban.
Setelah dilakukan pencarian, akhirnya berhasil di dasar sungai dengan kondisi telentang dekat bebatuan.
"Awalnya saya tanya dulu sama temennya itu lokasinya yang mana. Terus njegur, ya dalam hampir 2 meter, posisinya ditengah," katanya.
"Itu kan airnya keruh coklat gak keliatan. Saya nyari pakai tangan, pakai kaki saya saruk-saruk. Kesenggol kaki saya di dada sungai. Ketemu sekitaran lima menitan," bebernya.
Bocah tersebut kemudian dievakuasi ke daratan. Awalnya, kondisi mulut dan bibir dalam keadaan sudah membiru. Kemudian dilakukan penanganan awal dan sempat sadar.
"Pas di lokasi itu sempat merintih, tapi suaranya pelan. Langsung saya bawa, naik motor menuju puskesmas ini," jelasnya.
Sinang juga mengaku, ternyata korban merupakan tetangganya dan sering melihat. Awalnya sempat menuju rumah korban untuk mencari orangtuanya.
"Saya sempat ke rumahnya, tapi gak ada orang. Terus laporan sama pak RW, terus dibawa ke puskesmas," jelasnya.
Terlibat, bocah tersebut masih dilakukan penanganan di Puskesmas, terbaring di bed roda. Namun sempat menangis dan berontak. Kemudian, dimasukan ke dalam mobil ambulans guna dirujuk ke rumah sakit didampingi orangtuanya perempuan bernama Eni, guna mendapat perawatan intensif. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi