RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pembangunan jembatan darurat di Kampung Tambaksari, RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan, rampung dilakukan, Selasa (3/2) petang.
Akses warga pun saat tidak lagi menggunakan gethek, dan tidak terisolasi.
Sebelumnya jembatan penghubung warga yang tinggal di RT 6 sampai 9 di RW 7 ini, sebelumnya roboh Kamis (15/1) lalu.
Akses warga terputus dan harus menggunakan sampan untuk beraktivitas, misalnya bekerja dan sekolah dan lainnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, alas jembatan ditutup oleh papan, sehingga bisa digunakan kendaraan roda dua.
Sementara disisi jembatan dipasang bambu untuk pegangan sekaligus pembatas.
Jembatan memiliki panjang sekitar 36 meter dengan lebar 1,5 meter, serta ditopang enam buah fondasi atau penyangga dari bambu berukuran besar.
Meski terlihat kokoh, warga tetap berharap ada jembatan permanen yang dibangun pemerintah.
"Senin (2/2) malam bisa dilewati orang, Selasa (3/2) dilakukan kerjabakti lagi agar bisa dilewati motor, Alhamdulillah saat ini bisa dilewati walaupun bergantian," kata Firoh warga yang kebetulan tinggal tak jauh dari jembatan darurat, Rabu (4/2).
Meksi sudah bisa digunakan, masih ada warga yang takut menggunakan jembatan darurat. Padahal lebar jembatan sekitar 1,5 meter.
Mayoritas dari mereka adalah wanita, dan memilih berjalan kaki, apalagi saat hujan.
"Ada yang takut, kalau habis hujan mungkin licin. Kalau naik motor turun, jalan lalu motornya diambil saudaranya, ya namanya cewek ya," jelasnya.
Sementara itu, Lurah Mangkang Wetan, Benny Irawan mejelaskan, jika pihaknya akan memasang himbauan agar warga tetap waspada dan berhati-hati saat menyeberang jembatan terlebih saat hujan dan air sungai sedang tinggi.
"Nanti akan ada himbauan agar tidak menyebrang kalau air tinggi. Kita komunikasikan dengan RT dan RW setempat," jelasnya.
Pihaknya mengapresiasi gotong royong warga dibantu TNI- Polri, Ketua DPRD, pihak kelurahan dan kecamatan untuk membangun jembatan darurat agar akses warga tidak lagi terisolir.
Pemasangan lampu pun dilakukan agar saat malam, jalan diatas jembatan bisa terlihat. Gethek dan perahu penyebaran darurat pun saat ini kata dia, tidak lagi digunakan.