Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Terkendala Sengketa Lahan, Pemkot Semarang Cari Solusi Jembatan Putus di Mangkang Wetan

Adennyar Wicaksono • Kamis, 29 Januari 2026 | 19:45 WIB
GUNAKAN SAMPAN : Warga dan siswa sekolah menggunakan sampan untuk menyeberangi Sungai Beringin karena jembatan yang ada roboh.
GUNAKAN SAMPAN : Warga dan siswa sekolah menggunakan sampan untuk menyeberangi Sungai Beringin karena jembatan yang ada roboh.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, berusaha mencari solusi terkait robohnya jembatan yang menjadi akses warga di Kampung Tambaksari,RW 7  Kelurahan Mangkang Wetan, dua pekan lalu akibat derasnya air Sungai Beringin.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengaku masih mengkaji berbagai opsi karena, selain harus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana.

 
Menurut informasi yang ada, jembatan swadaya yang sebelumnya rubuh aksesnya berdiri salah satu tanah milik warga. Saat ini warga tersebut tidak tidak memperbolehkan jembatan dibangun kembali.
 
 Sementara untuk akses jembatan yang sebelumnya akan dibangun BBWS saat dilakukan normalisasi masih ada sengketa lahan.
 
"Ini kita sedang mengkaji opsi, karena tanah yang disana bukan milik pemerintah. Kalau memang berkenan, ya bisa diserahkan ke pemerintah," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (29/1).
 
Dia menjelaskan jika warga pemilik lahan tidak berkenan, maka Pemkot mencari solusi lain, mencari lahan milik Pemkot untuk dibangun jembatan. Konsekuensinya tentu menggeser jembatan.
 
"Kita komunikasikan ke pemilik lahan dulu, kalau memang tidak berkenan nanti dicari lahan Pemkot, dan pembangunannya kita geser," jelasnya.
 
Terkait jalan alternatif yang sebenarnya bisa dilalui meskipun, memutar dan aksesnya cukup sulit jika terjadi hujan, Agustina menjelaskan jika pihaknya meminta pemangku wilayah ini mengecek kepemilikan lahan.
 
"Kalau punya Pemkot, bisa dibangun langsung. Kalau tidak ya harus ada proses administrasinya," bebernya.
 
Sementara itu, Camat Tugu, Eko Agus Padang, menjelaskan jika dalam waktu dekat warga akan membangun jembatan darurat.
 
"Info dari Pak RW akan ada kerja bhakti, kemarin nunggu bambu datang ini akan dibangun jembatan sementara," tambahnya.
 
Sebelum dibangun jembatan sementara atau jembatan darurat, warga sudah mempersiapkan lahan di lokasi baru selatan jembatan swadaya.
 
"Nanti sebelah selatan jembatan rob, infonya karena pemilik lahan tidak berkenan,"tuturnya.
 
Pihaknya mengaku akan mendampingi warga melakukan kerja bhakti, karena pembangunan jembatan menggunakan anggaran swadaya warga, serta dibantu anggaran swakelola dari pihak kecamatan. "Nanti kita pakai anggaran swakelola untuk membantu warga," tambah dia.
 
Dia juga meminta warga berhati-hati menggunakan sampan ataupun perahu, apalagi saat ini curah hujan masih tinggi.
 
"Kemarin dari Kelurahan Siaga Bencana (KSB) saya minta, menyiapkan ban dan perahu. Intinya kita minta berhati-hati kalau saat hujan," pungkasnya dia. (den)
Editor : Baskoro Septiadi
#pemkot semarang