Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kurangi Potensi Bencana, BPBD Sebut Ada Modifikasi Cuara dari BNPB

Adennyar Wicaksono • Sabtu, 17 Januari 2026 | 05:20 WIB
Limpasan air Sungai Plumbon, membuat kawasan Mangunharjo, dan Mangkang Kulon terendam air. (Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang)
Limpasan air Sungai Plumbon, membuat kawasan Mangunharjo, dan Mangkang Kulon terendam air. (Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Bencana hidrometeorologi masih menjadi momok bagi warga Semarang dan sekitarnya, terutama di wilayah yang rawan banjir dan longsor.

Untuk mengurangi potensi bencana di beberapa daerah termasuk di Ibu Kota Jateng, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan modifikasi cuaca yang dimuat Kamis (15/1) hingga beberapa hari kedepan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P. Martanto menyebut jika modifikasi cuaca dilakukan untuk meminimalisir potensi bencana hidrometeorologi.

"Dari BNPB dilakukan modifikasi cuaca, mungkin akan berlangsung beberapa hari kedepan, untuk mengurangi potensi bencana" katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (16/1).

Endro menyebut, modifikasi cuaca dilakukan dengan menebar garam dari Semarang ke arah laut Utara Jawa.

Selain mengurangi potensi bencana di Semarang, langkah ini dilakukan untuk mendukung penanganan Banjir di Kudus, Pati dan Jepara.

"Hujan diharapkan terjadi di laut, sehingga potensi bencana bisa dikurangi dan mempercepat penanganan banjir di Pati Raya," jelasnya.

Endro menjelaskan, trend bencana di Kota Semarang saat ini bergeser dari banjir ke longsor, meskipun banjir masih terjadi di beberapa titik.

Dari catatan yang ada, Januari ini sudah ada 16 kejadian longsor di Kota Lumpia, terbaru di Kelurahan Wonosari, Ngaliyan dimana ada talud longsor yang mengenai rumah warga.

Sesuai prediksi daerah rawan longsor ada di beberapa kecamatan, seperti Banyumanik, Candisari, Gajahmungkur, Tembalang,  Ngaliyan dan Gunungpati.

Dari angka tersebut, Endro menyebut tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materil.

"Bencana hidrometeorologi ini adalah tingginya curah hujan disertai angin, kita minta masyarakat di bawah waspada banjir dan longsor bagi masyarakat yang tinggal di perbukitan," pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #BANJIR #LONGSOR