Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Limpasan Sungai Plumbon dan Tanggul Jebol Masih Hantui Warga Mangkang Semarang

Adennyar Wicaksono • Jumat, 16 Januari 2026 | 16:21 WIB
BERSIHKAN SISA BANJIR : Petugas Damkar bersama warga bahu membahu membersihkan Sekolah yang terendam banjir.
BERSIHKAN SISA BANJIR : Petugas Damkar bersama warga bahu membahu membersihkan Sekolah yang terendam banjir.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Insiden tanggul jebol dan limpasan air dari Sungai Plumbon, masih menghantui warga yang tinggal di Kelurahan Wonosari, Ngaliyan serta Kelurahan Mangkang Kulon, Mangunharjo Kecamatan Tugu.

Curah hujan yang tinggi Kamis (15/1) malam membuat air di sungai meluap dan menggenangi ratusan rumah warga di tiga kelurahan tersebut.

Luapan air sungai juga merendam fasilitas umum, seperti Masjid, Sekolah dan Puskemas.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, banjir menggenangi empat sekolah yakni SD Wonosari 02 Kecamatan Ngaliyan, SD Mangkang Kulon 01 dan 2, Pos Paud Nusa Indah, MI Ianatus Shibyan, serta Puskesmas Mangkang.

Data BPBD Kota Semarang, di Kelurahan Wonosari RW 2 atau Perum  Mangkang Indah di RT 01 sampai 13 ada sekitar 250 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Sementara di Mangkang Kulon, ada puluhan rumah di RT 02 RW 02, lalu di RT 01, RT 05 dan RW 04 terendam banjir.

Sementara di wilayah Mangunharjo tepatnya di RW 4, hampir semua RT terdampak. Royal ada 280 KK yang terendam dan terdampak banjir.

Dari informasi yang ada, dalam dua bulan terakhir, banjir akibat limpasan Sungai Plumbon telah terjadi tiga kali di dua kelurahan tersebut, dengan titik-titik tanggul yang jebol berganti-ganti setiap insiden.

Pada Jumat (16/1), banyak warga yang masih sibuk membersihkan rumah hingga fasilitas umum, seperti sekolah dan puskesmas yang terendam banjir.

Luapan Sungai Plumbon meninggalkan lapisan lumpur setinggi mata kaki di berbagai tempat.

Ketua RT 05 RW 04 Kelurahan Mangkang Kulon, Nur Yanto, 40, mengatakan banjir akibat tanggul jebol di wilayahnya berdampak pada 33 Kartu Keluarga (KK) dan merendam tiga sekolah, puskesmas, serta balai kelurahan.

"Banjir tadi malam mulai sekitar pukul 21.00 WIB dan berangsur surut sekitar pukul 02.30 WIB. Air berasal dari limpasan Sungai Plumbon dan ada tanggul yang jebol," ujarnya.

Ketinggian air yang merendam pemukiman RT 05 mencapai satu meteran atau sepinggang orang dewasa.

Meski terdampak banjir, para warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing.

Nur Yanto berharap, banjir akibat luapan Sungai Plumbon sudah menjadi langganan setiap musim penghujan.

Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai agar pemukiman tidak terus-menerus terdampak banjir.

"Banjir di awal tahun ini tergolong cukup besar. Dua bulan terakhir wilayah kami sudah dua kali tergenang. Harapan kami, Sungai Plumbon segera dinormalisasi agar air tidak meluap lagi," paparnya. 

Camat Tugu, Eko Agus Padang Hariyanto, mengatakan dua kelurahan di wilayahnya kembali terdampak banjir akibat limpasan Sungai Plumbon dan tanggul yang jebol.

Dia mencatat ada tiga titik tanggul jebol di Mangkang Kulon dan satu titik di Mangunharjo.

Pihak kecamatan juga melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Semarang untuk membersihkan rumah dan fasilitas publik yang terendam lumpur akibat luapan Sungai Plumbon.

Selain itu, dua dapur umum dibuka untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak banjir.

"Mudah-mudahan dapur umum ini bisa membantu warga yang tidak sempat memasak, sehingga mereka yang kelelahan karena kerja bakti tetap bisa mendapat asupan dan bisa kembali beraktivitas," ujar Eko. 

Eko melanjutkan jika tanggul-tanggul yang jebol akan segera ditangani sementara dengan metode penambalan menggunakan sandback.

Sedangkan ketinggian air banjir yang merendam dua kelurahan semalam rata-rata mencapai 50 centimeter.

"Seluruh warga di sepanjang Sungai Plumbon pasti berharap normalisasi segera dilaksanakan. Kami meminta bantuan Pemkot Semarang dan pemerintah pusat untuk segera menindaklanjuti normalisasi sungai tersebut," pungkas dia. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #Mangkang #BANJIR #ngaliyan #Wonosari #TANGGUL JEBOL #sungai Plumbon