RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hujan lebat yang mengguyur Kota Semarang, Kamis (15/1) malam, kembali meninggalkan jejak lumpur dan genangan di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan.
Luapan Sungai Plumbon membuat permukiman warga di sepanjang bantaran sungai terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai betis hingga sedada orang dewasa.
Lurah Wonosari, Dimas Nova Sancoyo, menceritakan, air mulai melimpas ke permukiman warga sejak malam hari.
RW 1, RW 2, dan RW 3 menjadi wilayah paling terdampak. Jalan lingkungan, rumah warga, hingga sejumlah fasilitas umum dipenuhi lumpur sisa genangan.
Meski demikian, air relatif cepat surut. Menjelang subuh, sekitar pukul 03.45 hingga 04.00, genangan berangsur hilang.
Ia menjelaskan banjir dipicu intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga Sungai Plumbon tak mampu menampung debit air.
“Yang terdampak itu wilayah pinggir-pinggir sungai. RW 2, RW 1, dan RW 3 hampir semuanya terlimpasi air,” katanya.
Ia menyebut, jumlah rumah terdampak cukup besar. Di RW 2 saja, hampir 13 RT terendam. Secara keseluruhan, diperkirakan sekitar 700 rumah sempat tergenang.
“Ketinggiannya macam-macam. Ada yang selutut, betis, sampai sedada,” jelasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Proses evakuasi dilakukan sejak malam hari dengan melibatkan berbagai unsur.
Basarnas, Polsek Ngaliyan, PMI, Koramil Ngaliyan, hingga relawan turun membantu warga. Namun, pengungsian tidak dipusatkan di satu lokasi.
Warga sementara ditempatkan di rumah-rumah terdekat yang lebih tinggi. “Karena biasanya di sini surutnya cepat,” imbuhnya.
Selain banjir, bencana lain juga mengintai. Dua titik longsor dilaporkan terjadi di wilayah Dondong, masing-masing di RT 4 RW 6 dan RT 5 RW 7 yang berbatasan dengan Sungai Bringin.
Di RW 11, tepatnya kawasan Jalan Lingkar Selatan, terpantau adanya pergerakan tanah.
“Tanahnya sudah geser, meski jalannya belum ambrol. Ini yang kami khawatirkan kalau tidak segera ditangani,” ujarnya.
Pasca air surut, warga langsung melakukan pembersihan mandiri. Lumpur tampak menutupi halaman TK, SD, mushola, lapangan, hingga Sport Center.
Jalan lingkungan juga licin akibat endapan lumpur, dikhawatirkan membahayakan aktivitas warga, terutama anak-anak yang hendak kembali sekolah.
Pemerintah kelurahan berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk percepatan penanganan.
Bantuan pemadam kebakaran, Disperkim, dan DLH diminta untuk penyemprotan lumpur serta pengangkutan sampah.
“Beberapa jalan sudah kerja bakti, tinggal menunggu bantuan karena wilayah lain seperti Mangkang Kulon dan Mangunharjo juga sedang terdampak,” katanya.
Untuk kebutuhan warga, dapur umum dan layanan pengobatan dibuka sejak malam kejadian. Dapur umum disiapkan bekerja sama dengan puskesmas dan dinas terkait.
“Dari tadi malam sampai hari ini masih berjalan. Pengobatan juga ada untuk warga,” jelasnya.
Dimas menargetkan pembersihan utama rampung hari ini, dengan lanjutan kerja bakti bersama pada hari berikutnya untuk fasilitas umum.
“Hari ini fokus rumah masing-masing, besok gotong royong bersama. Harapannya cuaca cerah dan tidak hujan lagi,” harapnya. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi