Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sekolah Terendam, Guru Gotong Royong Bersihkan Lumpur SD Negeri Wonosari 02 dan TK Gunungjati Semarang Lumpuh Pascabanjir

Figur Ronggo Wassalim • Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13 WIB

 

SD Negeri Wonosari 02 penuh lumpur pascabanjir, Jumat (16/1) pagi.
SD Negeri Wonosari 02 penuh lumpur pascabanjir, Jumat (16/1) pagi.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Aroma lumpur masih pekat di halaman dan ruang-ruang kelas SD Negeri Wonosari 02, Kecamatan Ngaliyan, Jumat (16/1).

Jejak banjir yang datang tiba-tiba dari arah belakang sekolah meninggalkan endapan lumpur tebal, merendam seluruh ruang belajar hingga setinggi lutut orang dewasa.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (16/1) pagi, halaman sekolah terlihat lebih rendah dibandingkan jalan raya di depannya.

Kondisi ini diperparah dengan saluran sanitasi yang dangkal, membuat sisa air genangan sulit mengalir keluar.

Akibatnya, lumpur mengendap di hampir seluruh sudut sekolah.

Kepala SD Negeri Wonosari 02, Suyati, mengatakan air mulai masuk ke lingkungan sekolah pada Kamis (15/1) sore.

Bukan dari depan, melainkan merembes dari belakang bangunan melalui celah-celah nat ubin.

“Air datang dari belakang, Mas. Dari sungai yang meluap. Air merembes lewat celah-celah ubin dan akhirnya masuk ke semua ruangan,” ujar Suyati di sela kegiatan bersih-bersih.

 Baca Juga: Sungai Waridin Kendal Meluap, Jalur Pantura Brangsong Nyaris Lumpuh

Tak satu pun ruang kelas luput dari rendaman. Total ada sekitar 15 ruangan yang terdampak, mulai dari ruang kelas, ruang guru, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Ketinggian air di dalam ruangan mencapai sekitar 50 sentimeter, sementara di halaman sekolah mencapai 70 sentimeter.

Menurut Suyati, banjir setinggi ini baru dua kali terjadi selama dirinya bertugas di sekolah tersebut.

“Yang agak tinggi seperti ini baru dua kali. Dua tahun lalu dan sekarang,” katanya.

Meski hari libur, suasana sekolah justru dipenuhi aktivitas. Sebanyak 21 guru dan karyawan turun tangan membersihkan lumpur yang menempel di lantai dan perabot.

Mereka bekerja sambil menunggu bantuan pemadam kebakaran untuk penyemprotan lumpur, karena pembersihan manual dinilai tidak efektif.

 Baca Juga: Kendal Lumpuh: 7 Kecamatan Terendam Banjir, 4.000 Rumah Tergenang, 9.196 Warga Terdampak

Tak jauh dari lokasi SD, kondisi serupa dialami TK Gunungjati. Kepala TK Gunungjati, Yosita Sofyani, menyebut banjir datang pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 akibat luapan sungai di sekitar sekolah.

Guru menata peralatan sekolah di TK Gunungjati yang berlumpur, Jumat (16/1)
Guru menata peralatan sekolah di TK Gunungjati yang berlumpur, Jumat (16/1)

“Airnya deras sekali. Di kelas bawah sampai setinggi kepala orang dewasa, kalau di atas tangga sekitar dada,” ungkapnya.

Pagi harinya, lumpur sudah menumpuk tebal di dalam dan sekitar ruang kelas.

Para guru pun langsung melakukan kerja bakti untuk menyelamatkan alat peraga dan fasilitas belajar yang masih bisa digunakan.

“Kami membersihkan alat-alat peraga, permainan anak-anak, dan perlengkapan lainnya. Tapi banyak juga yang tidak bisa diselamatkan,” ujarnya.

 Baca Juga: Diduga Rem Blong, Truk Muatan Beras Terguling di JLS Salatiga

Sejumlah buku dan alat permainan edukatif (APE) yang berada di bagian bawah terendam total.

Yosita mengakui, banjir kali ini merupakan yang terparah meski sebelumnya sekolah sempat kebanjiran sekitar sebulan lalu.

“Yang kemarin belum separah ini. Sekarang ini yang paling parah,” katanya.

Yosita menduga luapan air berasal dari sungai dan area persawahan di sekitar sekolah yang tak mampu menampung debit air hujan.

Air mengalir deras seperti banjir bandang, menghantam area sekolah tanpa sempat surut lebih dulu.

Dua sekolah yang berlumpur ini menjadi potret dampak serius banjir terhadap dunia pendidikan.

Selain menghentikan sementara aktivitas belajar-mengajar, banjir juga mengancam sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini digunakan anak-anak.

Guru dan warga sekolah berharap ada penanganan serius terhadap sistem drainase dan sungai di sekitar sekolah agar kejadian serupa tak kembali terulang. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#APE #ruang belajar #Lumpur #BANJIR #Wonosari #kecamatan ngaliyan