RADARSEMARANG.ID - Proyek peninggian Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk, mulai dikerjakan, Selasa (13/1/2026). Pekerjaan ini memakan waktu tujuh bulan.
Pekerjaan ini dimulai dari ruas jalan dari arah barat menuju timur, persisnya tikungan sebelah timur bawah jembatan Tol Kaligawe hingga traffic light persimpangan Terboyo.
Terlihat, proyek pekerjaan ini diawali dengan pembongkaran median jalan. Para pekerja tersebut juga mengenakan rompi proyek warna orange. Mereka juga beraktifitas sesuai pekerjaannya.
Sejumlah kendaraan truk dump berada dilokasi tersebut, termasuk alat Kendaraan berat alat becko diterjunkan membongkar bata median jalan dan kemudian dipindahkan ke dalam truk dump.
Papan rambu-rambu milik proyek pekerjaan tersebut juga dipasang di tengah median untuk imbauan kepada pengedaran lalulintas.
Awal pekerjaan proyek tersebut sempat menimbulkan kepadatan arus kendaraan. Sebab, ruas jalan tersebut hanya dibuka satu akses, sedangkan jalur paling tepi ditutup untuk aktivitas pekerjaan.
Salah satu pekerja proyek yang berada di lokasi, dan mengaku sebagai pelaksana mengaku sudah melakukan sosialisasi melalui pamflet termasuk di media sosial. Pihaknya juga mengaku, awal pekerjaan proyek ini dimulai pembongkaran median jalan.
"Ini masih pembongkaran, terus langsung diangkut truk," kata pria yang enggan disebutkan namanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (13/1/2026).
Material yang langsung diangkut truk dump tersebut untuk supaya tidak mengganggu berlangsungnya pekerjaan. Kemudian, dilakukan pembersihan jalan tersebut yang nantinya akan dilaksanakan pekerjaan selanjutnya.
"Ini (jalan) diratakan dulu, jalan yang lubang-lubang diambil dulu. Kalau sudah selesai material didatangkan dan langsung dikerjakan lagi," katanya.
Selain itu l, pekerja proyek juga membersihkan gorong-gorong atau selokan disamping jalan tersebut. Tujuannya, supaya arus air lancar dan tidak menggangu pekerjaan mengingat kondisi musim penghujan.
"Selokan dikeruk dulu supaya air kalau hujan cepat lari ke selokan," katanya.
Namun, pada akhirnya arus kendaraan berjalan normal, pada siang hari. Tak ada kemacetan maupun kepadatan kendaraan pada ruas jalur tersebut.
Terlihat, ruas jalur tersebut terutama bagian tepi mengalami rusak, aspal jalan mengelupas. Namun sudah diratakan menggunakan mesin proyek.
Selain pekerja proyek juga terdapat pekerja lainnya menggunakan baju merah kombinasi kotak-kotak. Pekerja ini melakukan pemotongan tanaman ditengah median utama, dan dirapikan.
Disisi lain, jalur dari timur ke barat juga lancar. Adanya proyek pekerjaan ini, kepolisian juga telah memasangi papan reklame jalan untuk imbauan kepada pengguna kendaraan untuk mencari jalan alternatif.
"Himbauan untuk kendaraan bermotor/mobil ke arah Kota Semarang/Jakarta lewat jalan alternatif lewat Jalan Woltermonginsidi/Mranggen/Majapahit/Pedurungan".
Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi mengatakan proyek peninggian jalan tersebut dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPPJN) Jateng dan DI Yogyakarta. Peninggian jalan nantinya sisi kanan kiri.
"Peninggian jalan Kaligawe lebih kurang 1.150 meter. Dilakukan lebih kurang 7 bulan, kedua arah, baik arah Demak maupun arah Kota Semarang, pertama yang dilakukan ini sebelum lebaran 700 meter satu lajur dulu yang ke arah Demak," ungkapnya.
Pihaknya tidak menampik, lokasi jalan yang sedang ada proyek peninggian ini sering terjadi kepadatan arus kendaraan.
"Kalau di Kaligawe itu tidak ada pekerjaan saja sudah padat apalagi ada," katanya.
Meskipun demikian, kepolisian telah melakukan rekayasa arus lalulintas dan memberikan informasi dan imbauan supaya tidak terjadi kepadatan dampak dari pekerjaan tersebut.
"Arus lalulintas kendaraan yang dari arah Pelabuhan, bisa mengambil jalan alternatif langsung masuk ke Jalan Tol, keluar Gayamsari, masuk ke Jalan Arteri Sukarno-Hatta, kemudian ke Jalan Woltermonginsidi, mengarah ke Demak," katanya.
"Atau bisa ke Jalan Majapahit menuju arah Mranggen. Hindari jalan Kaligawe depan Unissula, karena ada pekerjaan peninggian jalan," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi