Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pohon Randu Alas di Lamper Lor Semarang Tumbang, Hantam Tiga Rumah

Figur Ronggo Wassalim • Senin, 12 Januari 2026 | 14:47 WIB

 

Perempelan pohon tumbang menimpa tiga rumah warga di Lamper Lor, Semarang Selatan, Senin (12/1) pagi.
Perempelan pohon tumbang menimpa tiga rumah warga di Lamper Lor, Semarang Selatan, Senin (12/1) pagi.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tanpa hujan, tanpa angin, subuh di bantaran Sungai Bajak, Kelurahan Lamper Lor, Semarang Selatan, berubah mencekam.

Senin (12/1), sekitar pukul 05.30, sebuah pohon randu rebah perlahan dan menimpa tiga rumah warga di Jalan Cempedak Utara, RT 3 RW 1. 

Tak ada dentuman keras. Tak ada teriakan. Hanya suara pelan di atap, seperti kucing berlari, yang menjadi pertanda awal bencana.

Demikian penjelasan dari Ester Surati, 66, salah satu warga yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Disebutkan, ada tiga rumah terdampak dalam peristiwa itu. Rumah milik Ester mengalami kerusakan paling parah. Bagian dapur dan kamar mandi tertutup batang randu alas. 

Dua rumah di sebelahnya, milik Aning, 45, dan Lasmi, 55, ikut tertimpa dahan dan serpihan kayu. Total 14 jiwa terdampak. Beruntung, tidak ada korban jiwa.

Ester mengaku tak menyangka suara pelan di atap rumahnya menjadi awal musibah. “Awalnya seperti kucing lari-lari di atap. Lama-lama makin keras,” ujarnya. 

Saat kejadian, ia berada di dapur bersama keluarganya. Pohon tak roboh sekaligus, melainkan menggelundung pelan ke arah timur sebelum berhenti di atas rumah. “Robohnya pelan, Mas. Enggak langsung jatuh,” katanya.

 Baca Juga: Harapan Baru di Tengah Penantian, Kenapa TPG 100 Persen Belum Masuk Semua Rekening?

Deretan rumah di bantaran Sungai Bajak itu telah ditempati warga sejak 1970-an. Longsor kecil kerap terjadi, namun baru kali ini pohon besar tumbang dan menimpa bangunan. 

Warga menyebut gerusan aliran sungai yang meluap dalam beberapa waktu terakhir membuat bantaran kian rapuh.

Kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. 

Rumah Ester diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta. Rumah Aning sekitar Rp 30 juta. Sementara rumah Lasmi sekitar Rp 15 juta.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang Senin (12/1) pagi, batang randu berdiameter besar masih melintang di atas bangunan warga hingga siang hari.

Warga bersama perangkat RT, RW, Kelurahan dan petugas dari Disperkim Kota Semarang berjibaku membersihkan dahan dengan alat seadanya. Gergaji mesin bekerja bergantian. 

Hingga siang hari, proses perempelan pohon masih berlangsung. Batang randu dipotong bertahap agar aman diangkat.

Ranting dipotong satu per satu agar tak menambah tekanan pada bangunan yang sudah retak. Sejumlah warga berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi batang kembali bergeser.

Kasi Pemerintahan dan Trantib Kelurahan Lamper Lor, Viveno Susilo, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan instansi terkait. “Langkah awal kita laporan ke BPBD dan Disperkim untuk penanganan,” ujarnya.

 Baca Juga: Kalah Atas Persib Bandung Dalam Laga El Clasico, Jak Mania Serbu Medsos Persija, Mereka Bilang Begini

Menurut Susilo, Sungai Bajak merupakan anak Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dan masuk wilayah irigasi yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Enam bulan lalu, pihak kelurahan telah melaporkan kondisi bantaran sungai yang tergerus dan sempat mendapat bantuan bronjong serta bambu. 

“Karena ini kawasan rawan, kita terus koordinasi. Untuk sementara penanganan darurat dulu,” katanya.

Ia menambahkan, bronjong dan bambu disiapkan sebagai pengaman sementara untuk menahan gerusan air.

BPBD dijadwalkan meninjau lokasi guna menentukan langkah lanjutan. Namun keterbatasan kewenangan menjadi kendala. 

“Statusnya bantaran sungai. Yang bisa kita lakukan hanya penguatan tanggul, bukan membangun di atasnya,” ujarnya. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#Bantaran Sungai #Kelurahan Lamper Lor #Semarang Selatan #bkt