Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Aliran Sungai Tlogosari Semarang Dipenuhi Sampah

Figur Ronggo Wassalim • Senin, 5 Januari 2026 | 19:03 WIB

 

Petugas dan perangkat Kelurahan Muktiharjo Kidul dan Tlogosari Kulon membersihkan sedimen dan sampah di Sungai Tengah Tlogosari, Senin (5/1).
Petugas dan perangkat Kelurahan Muktiharjo Kidul dan Tlogosari Kulon membersihkan sedimen dan sampah di Sungai Tengah Tlogosari, Senin (5/1).

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Genangan air yang kerap muncul setiap hujan mengguyur wilayah timur Kota Semarang tak selalu datang tiba-tiba.

Di balik air yang menggenang di jalan-jalan permukiman, terselip persoalan lama, yakni sungai yang tersumbat sampah dan sedimen.

Itulah yang terlihat di Sungai Tengah Tlogosari, Senin (5/1), ketika petugas bersama perangkat kelurahan melakukan pembersihan.

Aliran sungai yang seharusnya menjadi jalur pelepas limpasan air hujan justru tertahan endapan lumpur dan tumpukan sampah kiriman.

 Baca Juga: Esok Tanpa Ibu, Film Sci-Fi Indonesia tentang Ibu, Rindu dan Teknologi Masa Depan

Lurah Muktiharjo Kidul Sofia Ernawati menyebut, wilayahnya memang berada di posisi rawan genangan.

Ketika hujan turun cukup lama, air cepat naik dan meluber ke jalan-jalan sekitar.

“Ini pembersihan Sungai Tengah Tlogosari. Muktiharjo Kidul posisinya memang di daerah genangan. Harapannya, setelah dibersihkan, aliran air bisa lancar dan genangan segera surut,” ujarnya.

Genangan cukup terasa di Jalan Sido Mukti dan Jalan Sido Luhur. Dua ruas jalan itu disebut masih rendah dan belum dilakukan peninggian.

Selain itu, Jalan Gajah Birowo di sekitar Jembatan Sukarela juga menjadi titik rawan saat debit air meningkat.

 Baca Juga: TPG THR 100 Persen Akhirnya Cair, Ribuan Guru ASN Tarik Napas Lega

Menurut Sofia, jika normalisasi Sungai Tenggang rampung, genangan di sekitar Jembatan Sukarela diprediksi bisa teratasi.

Namun, persoalan di Jalan Sido Mukti, Sido Luhur, dan Gajah Birowo masih memerlukan penanganan lanjutan berupa peninggian jalan.

“Karena jalannya memang rendah, ke depan kami akan mengusulkan peninggian ke Ibu Wali Kota,” jelasnya.

Dalam pembersihan tersebut, petugas menemukan sedimen tebal bercampur sampah rumah tangga.

Kondisi itu, kata Sofia, tak lepas dari rendahnya kesadaran sebagian warga dalam menjaga kebersihan sungai.

 Baca Juga: Ramai Gaji ASN Belum Cair di Januari 2026, Ini Klarifikasi Resmi Pemerintah yang Wajib Diketahui

“Setiap banjir pasti ada kiriman sampah. Percuma kalau dibersihkan tapi masih dibuang sembarangan. Kami sudah bekerja sama dengan dinas terkait untuk pengurangan sampah, termasuk meminta bantuan DPU untuk pengangkutan,” tambahnya.

Sementara itu, dampak hujan di wilayah Kelurahan Tlogosari Kulon terbilang lebih ringan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Lurah Tlogosari Kulon Hananto Lesworo mengatakan, genangan hanya muncul di beberapa titik dan cepat surut.

“Alhamdulillah, di Truntum dan sebagian Palangsari ada genangan, tapi tidak signifikan seperti tahun-tahun lalu. Ini sudah sangat berkurang,” katanya.

Di wilayahnya, genangan tertinggi hanya mencapai sekitar 15 hingga 20 sentimeter di Jalan Truntum.

Hananto menilai, berbagai program normalisasi sungai dan saluran yang dicanangkan Pemkot Semarang mulai menunjukkan hasil.

Termasuk program bersih-bersih lingkungan yang melibatkan RT, RW, dan seluruh elemen masyarakat.

Upaya kolektif itu dinilai efektif menekan potensi banjir di kawasan padat penduduk.

“Kalau semua saluran bersih dan sungai tidak tersumbat, dampaknya sangat terasa. Mudah-mudahan ke depan genangan bisa semakin berkurang,” harapnya.

 Baca Juga: Ramai Gaji ASN Belum Cair di Januari 2026, Ini Klarifikasi Resmi Pemerintah yang Wajib Diketahui

Pagi itu, pembersihan sungai melibatkan petugas dari DPU dan didukung dinas lingkungan hidup. Sampah-sampah yang menyumbat diangkat satu per satu, membuka kembali alur air yang sempat tersendat.

Upaya ini menjadi pengingat, banjir dan genangan tak hanya soal hujan deras, tetapi juga soal bagaimana sungai diperlakukan setiap hari. Selama sampah masih mengendap di aliran air, genangan akan selalu datang kembali. (fgr)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Muktiharjo Kidul #jalan-jalan #permukiman #pedurungan #KOTA SEMARANG #SAMPAH #tlogosari kulon #sedimen