RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pagi belum terlalu terik ketika Pantai Tirang mulai dipadati pengunjung, Kamis (1/1/2026).
Debur ombak bersahutan dengan suara tawa anak-anak yang berlarian dan bermain pasir di tepi air.
Di kejauhan, pesawat silih berganti lepas landas dan mendarat, menjadi latar khas pantai di sisi barat Kota Semarang itu.
Libur Tahun Baru 2026 membuat Pantai Tirang kembali hidup.
Baca Juga: Daftar Wisata Tersembunyi di Sekitar Semarang yang Harus Dikunjungi saat Libur Panjang
Deretan kendaraan berpelat luar kota memenuhi area parkir. Sejak sepekan terakhir, pantai ini tak pernah benar-benar sepi.
“Biasanya hari biasa cuma 20 sampai 50 pengunjung. Tapi sejak libur Nataru, per hari bisa 100 sampai 200 orang. Hari ini saja, sejak pagi sudah sekitar 300 sampai 400 pengunjung, apalagi ditambah nanti sore, bisa ribuan kalau cuacanya mendukung,” ujar Joppy Mardinovianto, pengelola Pantai Tirang yang juga koordinator parkir.
Pantai Tirang memang dikenal sebagai pantai rakyat. Di sini, bapak-bapak bisa memancing, anak-anak bermain air, sementara ibu-ibu berteduh di gazebo.
Sekitar 150 gazebo tersedia, lengkap dengan penyewaan tikar. Fasilitas bilas dipatok Rp 5.000 per ember, sementara gazebo sepuasnya Rp 10.000.
Soal keselamatan, pengelola menyiagakan lima tim SAR lengkap dengan peralatan dan obat-obatan, terlebih di tengah musim penghujan.
“Pengunjung jangan melewati batas aman yang sudah dipasang. Terutama anak-anak. Orang tua harus mengawasi lebih ketat,” pesan Joppy.
Selama libur Natal dan Tahun Baru, tiket masuk Pantai Tirang ditetapkan Rp 10.000 per orang. Parkir sepeda motor Rp 3.000 dan mobil Rp 5.000.
Sebagian besar wisatawan datang berombongan. Tikar digelar di bawah gazebo, bekal makanan dibuka, anak-anak berlarian menuju air laut.
Kesederhanaan menjadi daya tarik utama pantai ini. Tak perlu wahana mahal, cukup laut, pasir, dan kebersamaan.
Rendi, wisatawan asal Kebumen, datang bersama enam anggota keluarganya. Ia tiba sekitar pukul 08.00 pagi.
“Baru pertama kali ke sini. Lumayan buat liburan keluarga,” katanya.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata di Bandungan dan Sumowono yang Cocok Dikunjungi saat Libur Nataru
Sejak datang, ia lebih banyak menemani anaknya bermain air. “Tadi renang-renang. Anak saya memang suka main air,” ujarnya.
Kesan serupa datang dari Syahrul, warga Terboyo, Kecamatan Genuk. Bersama 10 anggota keluarga lainnya, ia memilih Pantai Tirang sebagai tempat menghabiskan libur tahun baru.
“Pantainya bagus. Cuma akses jalannya, kalau hujan itu agak setengah mati masuknya,” katanya.
Meski begitu, Syahrul tetap setia datang. Alasannya sederhana: dekat dari rumah dan ramah di kantong.
“Liburan tahun baru. Sudah direncanakan dari sebelumnya. Setahun sekali saja,” ujarnya. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi