Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Bazar Durian di Ngaliyan Semarang Diburu Pecinta Si Raja Buah

Figur Ronggo Wassalim • Senin, 29 Desember 2025 | 23:36 WIB

 

Suasana Bazar Durian di Lapangan Voli depan Kantor Kecamatan Ngaliyan, Senin (29/12) sore.
Suasana Bazar Durian di Lapangan Voli depan Kantor Kecamatan Ngaliyan, Senin (29/12) sore.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Malam belum sepenuhnya turun di Ngaliyan, tetapi bau durian sudah lebih dulu menguasai udara.

Di Lapangan Voli depan Kantor Kecamatan Ngaliyan, raja buah itu seolah menolak tidur.

Siang dan malam menyatu dalam satu ritme yang sama, yakni durian dibelah, pembeli mengantre, aroma legit menguar.

 Baca Juga: Tips Agar TPG Triwulan 4 2025 Cepat Cair, Ini Catatan Penting Bagi Para Guru

Di tempat itulah Bazar Durian Nusantara Ida Ratu Durian digelar. Sejak 22 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, lapak-lapak durian berdiri tanpa mengenal kata tutup. Dua puluh empat jam sehari.

Senin (29/12) sore, Jawa Pos Radar Semarang menyaksikan sendiri denyutnya. Pembeli datang silih berganti.

Ada yang ragu-ragu, ada pula yang mantap menunjuk durian berukuran besar. 

Di antara mereka, Rino, warga Tanah Mas, tampak sibuk mengatur pilihannya.

Sepuluh buah durian ia bawa pulang. Nilainya tak kecil, sekitar Rp 700 ribu. “Buat keluarga,” katanya singkat. 

Rino bukan pembeli dadakan. Ia mengaku memang pecinta durian. Info bazar ini ia peroleh dari Instagram. Soal rasa, ia tahu persis apa yang dicari.

 Baca Juga: Gaji Guru Naik Drastis! PNS dan PPPK Kini Setara, Berikut Rincian Gaji Guru PNS 2026

“Manis, pulen, tapi ada pahitnya sedikit,” ujarnya, lalu tertawa kecil.

Tak jauh dari sana, Endang justru berhenti karena rasa penasaran. Ia awalnya hanya melintas. “Tadi lewat jalan, lihat ada durian,” katanya. 

Tanpa rencana, ia pun masuk. Dengan Rp 60 ribu di tangan, Endang menyerahkan urusan pilihan durian sepenuhnya pada penjual.

“Festivalnya bagus. Kalau bisa lebih murah lagi, mungkin tambah ramai,” ucapnya polos.

Di balik tumpukan durian, Wagiman, penjual asal Sragen yang akrab disapa Iman, tak henti melayani pembeli. Bazar ini, katanya, sengaja digelar untuk menyambut tahun baru. 

Durian yang dijajakan bukan sembarang durian. Semuanya lokal, datang dari Gunungpati, Pekalongan, hingga Wonosobo.

“Kalau beda itu ukurannya. Kualitasnya hampir sama, tapi rasanya punya karakter masing-masing,” jelas Iman.

Ada yang keset, ada yang lumer di lidah. Ada manis legit, ada pula manis pahit, rasa yang justru paling diburu warga Semarang.

 Baca Juga: Angka Kelahiran Korea Selatan Diprediksi Tembus 250 Ribu pada 2025, Sinyal Awal Redanya Krisis Demografi

Harga durian bervariasi. Dari Rp 35 ribu hingga Rp 150 ribu per buah, tergantung ukuran. Meski belum masuk panen raya, diskon 10 persen tetap diberikan.

Keputusan membuka bazar selama 24 jam ternyata tak sia-sia. 

Menurut Iman, pembeli sering datang hingga larut malam. “Jam satu masih ramai. Kadang sampai subuh,” katanya.

Dalam hari biasa, sekitar 1.000 hingga 1.500 buah durian terjual. Akhir pekan lebih gila lagi, nyaris 2.000 buah.

Iman pun berbagi rahasia memilih durian. “Lihat tangkainya, harus segar. Kulitnya juga. Kalau aromanya menyengat, biasanya ada pahitnya. Kalau aromanya tipis, lebih ke manis,” ujarnya.

Di Ngaliyan, waktu seolah kehilangan arti. Lampu lapangan menyala terus, pisau tak pernah benar-benar berhenti, dan durian terus dibelah.

Sampai tahun berganti, raja buah tetap berjaga, mengundang siapa saja yang tergoda aromanya. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#lapangan voli #menolak #raja buah #durian #Gunungpati #wonosobo #tidur #Pekalongan #kecamatan ngaliyan