Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pelayanan Publik Dibungkus Pesta Rakyat lewat Gayamsari Bersinergi

Figur Ronggo Wassalim • Sabtu, 20 Desember 2025 | 23:48 WIB

 

Suasana lomba tari tabola bale saat Gayamsari Bersinergi di Halaman Kecamatan Gayamsari, Sabtu (20/12) siang.
Suasana lomba tari tabola bale saat Gayamsari Bersinergi di Halaman Kecamatan Gayamsari, Sabtu (20/12) siang.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Halaman Kantor Kecamatan Gayamsari berubah wajah, Sabtu (20/12) pagi.

Bukan sekadar ruang layanan birokrasi, kawasan itu menjelma menjadi pusat keramaian warga lewat Gebyar Kecamatan Gayamsari Bersinergi. 

Sejak pukul 07.00 WIB, warga berdatangan, membawa keluarga, harapan, sekaligus rasa ingin ikut merayakan kebersamaan. Gebyar ini tak hadir sebagai seremoni kosong.

 Baca Juga: Ngaliyan Festival 2025 Jadi Ajang Unjuk Gigi Emak-emak

Beragam program kolaboratif diturunkan langsung ke tengah masyarakat. Camat Gayamsari Sinung Djatmika Utama menyebut kegiatan ini bersifat kolaboratif.

Melibatkan lintas sektor, mulai kelurahan, Polsek, Koramil, KUA, hingga Puskesmas.

“Ada BBGRM sejak pagi, lomba Tabola Bale antar kelurahan dan unsur kewilayahan, khitan massal, serta nikah massal,” ujarnya.

Di antara peserta lomba Tari Tabola Bale, Suryo, warga Tambakboyo RT 9 RW 2, tampak fokus menata properti sebelum tampil. Persiapan yang ia lakukan tak singkat. “Persiapannya kira-kira dua mingguan,” kata Suryo. 

Sejumlah properti menjadi bagian penting dari penampilannya. Ada kipas yang ikonik, lalu properti lain seperti ring-ring. "Itu jadi ciri tarinya,” tambahnya.

 Baca Juga: Menengok Balai RW 1 Kelurahan Pekunden Semarang, dari Jalan Buntu ke Pusat Layanan Warga

Saat naik panggung, rasa grogi sempat muncul. Namun, Suryo memilih menikmati setiap gerak yang ditampilkan. “Awalnya grogi juga, tapi ya dijalani saja, semoga menang,” harapnya.

Tak jauh dari arena tari, prosesi khitan massal berlangsung. Salah satu peserta, Ruvino Satya Hardiga Yudhistira, 11 tahun, siswa kelas V, mengaku mengikuti kegiatan itu atas ajakan sang ibu. “Mau aja,” ucapnya singkat, polos.

Sementara itu, di lokasi nikah massal, cerita hidup yang beragam bertemu dalam satu ikrar. Dini, warga Kelurahan Sawah Besar, memilih nikah massal sebagai jalan pengesahan pernikahan secara agama Islam.

“Dulu menikah secara Kristen, sekarang ingin menikah secara agama Islam,” katanya. 

Ia telah membina rumah tangga hampir lima tahun dan dikaruniai dua anak.

Alasan ekonomi disampaikan Rizki, warga Gayamsari, yang mengikuti nikah massal bersama istrinya, Siti. “Karena keterbatasan biaya. Ada program dari kecamatan, jadi saya ikut,” ujarnya. 

Ia berharap, pernikahan yang disahkan ini menjadi awal hubungan keluarga yang lebih baik. 

 Baca Juga: Bapak Ibu Guru Banyak yang Tanya THR TPG 100 Persen 2025 Cair, Benarkah?

Kemeriahan kian terasa ketika para peserta khitan massal dan nikah massal diarak keliling wilayah menggunakan Mobil Maung.

Arak-arakan tersebut menyedot perhatian warga dan menjadi simbol kebersamaan dalam pelayanan.

Diiringi penampilan Serenata Band, bazar UMKM, cek kesehatan gratis, pelayanan terpadu akhir pekan, hingga aksi bersih lingkungan, Gebyar Kecamatan Gayamsari Bersinergi menegaskan pelayanan publik bisa dibungkus dalam pesta rakyat yang hangat, inklusif, dan membumi. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#BIROKRASI #Layanan #kecamatan gayamsari #KOTA SEMARANG #bazar UMKM