Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Geger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Samping Tumpukan Sampah Kampung Cakrawala Semarang, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Muhammad Hariyanto • Kamis, 18 Desember 2025 | 17:53 WIB
Lagi, Ditemukan Orok Laki-laki di Selokan Samping Tumpukan Sampah di Kampung Cakrawala Semarang
 
Inafis Polrestabes Semarang melakukan olah TKP penemuan orok di kampung cakrawala
Inafis Polrestabes Semarang melakukan olah TKP penemuan orok di kampung cakrawala

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jasad bayi laki-laki ditemukan di bawah Jalan Layang, Arteri Yos Sudarso, Kampung Cakrawala, Kelurahan Gisikdrono, Semarang Barat, Rabu (17/12/2025) sekitar pukul 15.15. 

Jasad bayi tersebut ditemukan pertama kali oleh warga Kampung Cakrawala, bernama Jumirah, yang sedang bersih-bersih tumpukan sampah sekitaran 10 langkah dari rumahnya.

Saksi perempuan ini awalnya memilah tumpukan sampah yang ada di tempat sampah di tepi jalan setapak yang berbatasan tembok rumah warga. 

"Saya kan biasanya kalau basah kan tak keringkan dulu biar kering, besok terus saya bakar," ungkapnya dilokasi penemuan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (17/12/2025).

Tanpa sengaja, saksi ini melihat adanya sebuah tas goodie bag warna merah. Merasa penasaran, saksi membuka tas tersebut yang di dalamnya terdapat beberapa potongan baju dan celana. 

"Pikir saya ada orang buang baju bekas nggak pakai. Saat saya buka itu baunya menyengat sekali. Mikirnya dalam hati saya itu saya kira kucing saya, karena sudah beberapa hari ini tidak pulang. Angen-angen saya kucing saya meninggal," bebernya.

Kemudian, saksi melanjutkan membuka semua potongan baju di dalam tas. Terakhir, baju daster warna hitam yang di dalam ternyata ada orok laki-laki yang sudah membusuk.

"Pas daster saya buka, itu baru kelihatan bokong sama kaki. Saya kaget, terus saya lari, lemes. Saya bilang sama orang sini, Mas, ono bayi-bayi (orok) saya bilang gitu, ngundang (manggil) Supri," jelasnya. 

Pihaknya menyebut, Supri merupakan laki-laki sebagai keamanan kampung tersebut. Bersama warga lainnya, kemudian Supri mendatangi lokasi penemuan untuk memastikan bahwa temuan tersebut adalah orok. 

"Pak Supri lihatin ternyata betul, (orok) laki-laki, sudah hancur, sudah membusuk sudah dikerubuti belatung. Terus dilaporkan ke kepolisian," katanya.

Jumirah mengaku masih lemas melihat hal ini. Menurutnya, temuan ini malah mengingatkan anaknya yang telah melahirkan. Namun sang cucu meninggal. 

"Orang ndak punya (anak) aja ndak pernah kayak gitu ya Allah. Saya itu habis kehilangan cucu, malah teringat anak saya," jelasnya.

 
Menurutnya, orok tersebut diduga sengaja dibuang. Namun, Jumari tidak mengetahui siapa pelakunya. 
 
"Ya kemungkinan ada orang datang kesitu, entah mau dilempar ke dalam tembok apa gimana, soale tas (berisi orok) itu ada diselokan di samping tembok, samping sampah-sampah)," pungkasnya.
 
"Ya kemungkinan besar orang luar daerah sini. Dikampung ini tidak ada orang yang hamil," imbuh Kris, juga warga Kampung Cakrawala.
 
Terlihat, anggota Kepolisian dari Polrestabes Semarang dan Polsek Semarang Barat telah mendatangi lokasi bersama Inafis Polrestabes Semarang melakukan olah TKP. Sejumlah saksi juga telah diminta keterangan. 
 
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Semarang, AKP Agus Tri belum bersedia membeberkan banyak terkait kasus temuan ini.
 
"Kita masih melakukan penyelidikan," katanya singkat dilokasi kejadian. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi
#Penemuan orok di sampah di cakrawala Semarang barat #Kasus temuan orak di Semarang #Orok ditemukan di selokan di kampung cakrawala Semarang barat #Orok dibuang di selokan di samping sampah di Semarang