Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

DLH Akui Udara dan Air Hujan di Semarang Tercemar Mikroplastik

Adennyar Wicaksono • Jumat, 12 Desember 2025 | 02:02 WIB
Ilustrasi hujan turun (Web/Radar Semarang)
Ilustrasi hujan turun (Web/Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, menyebut temuan temuan pencemaran mikroplastik pada udara dan air hujan, benar adanya.

Salah satu penyebabnya adalah sampah plastik yang dibakar kemudian menguap udara.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Ling Safrinal Sofaniadi, menjelaskan jika saat ini dinas belum melakukan penelitian terkait temuan tersebut.

Meski begitu, DLH tidak menutup mata dan tetap mencermati hasil kajian yang sudah dipublikasikan.

"Ya temuan itu jadi perhatian, salah satu pemicunya adalah polusi udara. Selain itu masih banyak kebiasaan warga membakar sampah sembarangan,"katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (11/12).

 

Dia menjelaskan, untuk mencegah pencemaran semakin meluas, DLH berencana memperketat pengawasan.

Selain itu, program Wali Kota Semarang saat ini juga menekankan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. 

"Mari kita kelola sampah dengan baik. Bahkan sebentar lagi ada program ASN wegah nyampah. Kami mendorong para ASN menjadi motor penggerak di lingkungannya, sehingga mereka tidak boleh membuang sampah sembarangan dan tidak boleh membakar sampah," paparnya. 

 

Meski sudah ada UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, DLH Kota Semarang mengakui belum memberikan penindakan tegas.

"Kami selama ini masih sebatas memberi teguran. Misalnya, ketika saya melihat ada warga membakar sampah di pinggir jalan, saya langsung menegur. Belum sampai memberikan punishment (sanksi),"pungkasnya dia. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #HUJAN #mikroplastik