RADARSEMARANG.ID, Semarang — Di tengah hiruk-pikuk kota yang terus tumbuh, sekelompok anak muda memilih mengambil peran penting: hadir di garda terdepan penanganan persoalan sosial.
Itulah semangat yang mengalir dalam pengukuhan pengurus Karang Taruna Kota Semarang periode 2025–2030, Senin (8/12) di Balai Kota Semarang.
Di hadapan jajaran pemerintah dan perwakilan Karang Taruna kecamatan serta kelurahan, Ketua Karang Taruna Kota Semarang yang baru, Suragah Rambing, menegaskan arah besar organisasi kepemudaan ini.
Bukan lagi sekadar wadah kumpul, mereka ingin berdiri sejajar dengan organisasi sosial besar yang sudah lama berkarya.
“Harapannya Karang Taruna Kota Semarang bisa bersaing dengan organisasi sosial lain. Setiap ada permasalahan sosial, Karang Taruna bisa menjadi yang pertama hadir di lapangan,” ujarnya.
Suaranya tegas, seakan ingin menandai babak baru perjalanan Karang Taruna di kota ini. Dalam visi misi lima tahun ke depan, Karang Taruna memusatkan perhatian pada penanganan isu-isu sosial dari tingkat kelurahan hingga kecamatan.
Program pun dirancang tak main-main, yakni mulai dari bedah rumah, penyediaan air bersih, Rumah Sehat Karang Taruna, pelayanan ambulans, hingga penyaluran satu ton beras setiap bulan untuk warga membutuhkan.
Mas Rega -sapaannya-, mencontohkan, bila ada warga yang butuh kursi roda, layanan kesehatan, atau renovasi rumah, informasi akan diteruskan ke Karang Taruna tingkat bawah.
“Kami turun langsung bersama kader wilayah,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Semarang. Plt Kepala Dinas Sosial, Endang Sarwiningsih Setyawulan, menyebut terbentuknya kepengurusan baru menjadi angin segar bagi penguatan empat pilar kesejahteraan sosial, yakni pemberdayaan, rehabilitasi, jaminan, dan perlindungan sosial.
“Penanganan kelompok rentan seperti lansia, balita terlantar, disabilitas hingga ODGJ membutuhkan pendampingan langsung. Karang Taruna bisa memperkuat jangkauan di tingkat bawah,” kata Endang.
Ia mengingatkan, organisasi ini tak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus bergerak seperti PKK yang terbukti aktif dan bermanfaat.
Dengan struktur organisasi hingga tingkat kelurahan, Karang Taruna kini memikul harapan besar. Yakni menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam pelayanan sosial.
Bagi anak-anak muda yang baru dikukuhkan itu, tantangannya jelas, membuktikan bahwa energi muda bisa hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat Kota Semarang. (fgr/svc)
Editor : Baskoro Septiadi