Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

RS Telogorejo Siap Hadirkan “Future of Hope” Lewat Teknologi Medis Modern dan Riset Terpadu

Adrianto Ismawan • Senin, 1 Desember 2025 | 18:31 WIB
RS Telogorejo menggandeng Universitas Telogorejo sebagai pusat riset berbasis akademis.
RS Telogorejo menggandeng Universitas Telogorejo sebagai pusat riset berbasis akademis.

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Rumah Sakit Telogorejo semakin menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan modern, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua Pengurus Yayasan Kesehatan Telogorejo, Ir. Hendro Sutantyo dalam wawancara eksklusif dengan media terkait tema peringatan 100 tahun rumah sakit, “A Century of Caring and a Future of Hope.”

"Future of Hope bukan sekadar slogan, tapi blueprint kami ke depan. Kami ingin memastikan masyarakat tidak perlu pergi ke luar negeri untuk mendapatkan teknologi medis terbaru.

Harapan itu kami bangun melalui inovasi, adopsi teknologi terkini, dan peningkatan kompetensi tenaga medis," jelasnya.

Penerapan teknologi medis canggih memerlukan dasar ilmiah yang kuat.

Untuk itu, RS Telogorejo menggandeng Universitas Telogorejo sebagai pusat riset berbasis akademis.

"Kami menggandeng Universitas Telogorejo untuk menghasilkan penelitian yang bisa diterapkan langsung dalam pelayanan klinis. Dengan sinergi antara science dan service, layanan kesehatan yang kami berikan tidak hanya modern, tapi juga teruji secara ilmiah," terangnya.

Langkah nyata telah dilakukan dengan pengembangan Minimally Invasive Surgery dan bedah robotik tingkat lanjut.

Teknologi tersebut memungkinkan operasi besar dilakukan dengan sayatan minimal, rasa sakit berkurang, dan pemulihan lebih cepat, sehingga pasien bisa segera kembali beraktivitas.

“Kami ingin operasi besar tidak lagi menakutkan. Dengan sayatan kecil, rasa sakit minimal, dan pemulihan cepat, pasien bisa segera kembali beraktivitas bersama keluarga,” ujarnya.

Selain itu, pengembangan Precision Medicine atau pengobatan presisi juga tengah digalakkan oleh Rumah Sakit Telogorejo.

Terutama untuk penyakit degeneratif, di mana terapi disesuaikan dengan profil genetik pasien

Dalam ranah digital, RS Telogorejo telah mengadopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung diagnostik radiologi dan patologi.

Pihak rumah sakit juga menargetkan pencapaian EMRAM Level 7 serta pembangunan Hybrid Operating Room.

"Kedepannya kami akan membangun Hybrid Operating Room untuk menangani kasus jantung dan saraf kompleks dengan tingkat keberhasilan lebih tinggi,” tambahnya.

Meskipun teknologi ini membutuhkan investasi besar, Yayasan menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah inklusivitas, bukan eksklusivitas.

“Teknologi kami adopsi bukan untuk menjadi eksklusif, tapi inklusif. Ada tiga cara kami mengembalikan investasi ini kepada masyarakat yakni melalui program CSR, robot rehabilitasi, dan transfer pengetahuan ke generasi muda,” ungkapnya.

Contohnya, program “100 Operasi Gratis” memungkinkan pasien kurang mampu menjalani operasi tingkat tinggi seperti Bedah Jantung atau Implan Koklea.

Teknologi robotik ROMEO membantu pasien pasca-stroke kembali mandiri lebih cepat, sementara mahasiswa Universitas Telogorejo belajar langsung menggunakan teknologi medis mutakhir.

Hendro juga mengungkapkan rencana pengembangan kampus baru di Klipang.

“Kampus ini kami siapkan sebagai ekosistem riset dan inovasi kesehatan. Di sini, mahasiswa bisa belajar langsung dengan data klinis real-time, bekerja sama dengan rumah sakit, dan mengembangkan inovasi medis,” ujarnya.

Kampus seluas 4,6 hektare ini dirancang dengan konsep Smart Green Campus, dilengkapi laboratorium penelitian, pusat simulasi modern, dan ruang kuliah hibrida.

Program studi baru seperti Bisnis Digital dan Kewirausahaan akan mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya jago medis, tapi juga memahami teknologi dan memiliki jiwa sosialpreneurship.

Dengan langkah-langkah ini, RS Telogorejo menegaskan visinya untuk menghadirkan masa depan kesehatan yang inklusif, inovatif, dan berbasis riset.

“Future of Hope bukan sekadar janji, tapi realitas yang bisa dirasakan masyarakat luas,” pungkasnya. ***

Editor : Tasropi
#bedah robotik #Rumah Sakit Telogorejo