RADARSEMARANG.ID, Semarang — Gelaran Gebyar Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Semarang Barat bukan sekadar panggung kreativitas anak usia dini, namun momentum penting untuk meneguhkan komitmen Kota Semarang dalam mempersiapkan generasi emas 2045.
Seiring dengan kesiapan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beradab, berkarakter, dan berintegritas sebagai anak bangsa Indonesia.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menegaskan, pembangunan karakter merupakan kunci utama dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di era menuju 100 tahun Indonesia pada tahun 2045.
"Kami ini sedang mempersiapkan SDM untuk 100 tahun bangsa. Indonesia akan menjadi negara maju, tapi kemajuan itu harus diiringi karakter. Jangan sampai kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” ujar Iswar, Sabtu (23/11/2025) di Rumah Dinas Wali Kota Semarang.
Ia menekankan, adab, budaya, keimanan, dan karakter dasar harus ditanamkan sejak usia dini, terutama melalui pendidikan PAUD. Menurutnya, tantangan terbesar bagi generasi mendatang bukan hanya persaingan global, tetapi derasnya arus budaya luar yang berpotensi menggerus nilai-nilai lokal.
“Penjajahan hari ini bukan lagi soal perang fisik. Budaya luar masuk ke ruang-ruang pribadi tanpa kita sadari. Karena itu karakter harus disiapkan sekarang, agar anak-anak tetap menjadi anak bangsa Indonesia yang beradab,” tegasnya.
Pemerintah Kota Semarang, lanjut Iswar, memberikan apresiasi penuh terhadap peran Bunda PAUD, para pengajar, serta Pos PAUD yang konsisten membangun dasar pendidikan karakter bagi anak-anak.
Camat Semarang Barat, Elly Asmara, turut menyampaikan PAUD menjadi fondasi Kuat menuju pendidikan 13 tahun wajib belajar. Menurutnya, fasilitas PAUD di wilayahnya semakin representatif dan menjadi ruang belajar awal yang berkualitas bagi anak-anak.
“Ini akan menjadi memori indah untuk anak-anak dan orang tua. PAUD adalah dasar yang tepat sebelum mereka masuk SD. Pemerintah pusat pun sudah menegaskan arah wajib belajar 13 tahun, termasuk penguatan pendidikan anak usia dini,” jelas Elly.
Ia juga membocorkan bahwa ke depan seluruh layanan anak usia dini,TK, KB, hingga Pos PAUD akan terintegrasi dalam satu nomenklatur Pendidikan Anak Usia Dini, sehingga kualitas layanan PAUD akan semakin meningkat.
Menurut Elly, Gebyar PAUD tahun ke empat ini menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi kolaborasi, kreativitas, dan antusiasme masyarakat. Kolaborasi antara kecamatan, kelurahan, PKK, serta forum Pos PAUD disebut semakin solid dan berdampak.
Tujuannya bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai sarana membangun pengalaman belajar positif, memperkuat karakter anak, serta mengedukasi orang tua tentang pentingnya pendidikan usia dini.
"Gebyar ini untuk menciptakan memori baik bagi anak-anak dan orang tua. Kami berharap para orang tua semakin yakin bahwa PAUD adalah pilihan tepat untuk menyiapkan karakter anak sebelum SD,” ungkapnya.
Elly juga mendorong guru dan pengajar PAUD untuk terus percaya diri dan bersemangat karena perhatian pemerintah terhadap PAUD semakin besar.
Terlebih dalam konteks persiapan Indonesia Emas 2045 yang menuntut generasi kompetitif, berkarakter, dan siap bersaing secara global.
Dalam gebyar PAUD tersebut, juga digelar lomba Mendorong Otok-otok Ayam, Bakiak Jalan, dan Menarik Mobil-mobilan. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi